Sifat rendah diri untuk mahluk adalah baik, tetapi untuk orang-orang kaya lebih baik lagi, dan sifat sombong itu untuk mahluk adalah buruk, tetapi lebih buruk lagi bagi orang-orang miskin.
���
Barang siapa puas dengan rezekinya, maka sesungguhnya dia telah memborong akhiratnya dan enak hidupnya
���
Ikhlas memisahkan amal dari segala macam kekurangan, sebagaimana terpisahnya air susu dari tahi dan darah
���
Apabila seseorang diuji dengan banyak makan, para malaikat menangisinya karena kasihan kepadanya. Barang siapa yang diuji dengan getol makan, maka sesungguhnya dia telah menyalakan api shahwatnya.
���
Dalam diri anak Adam terdapat seribu anggota keburukan. Semuanya berada dalam genggaman setan dan bergantung padanya. Untuk itu, apabila seseorang melaparkan perutnya, mengeringkan kerongkongannya, dan menjinakkan hawa nafsunya, menjadi keringlah tiap anggotanya karena terbakar oleh api kelaparan dan setan pun lari dari naungannya. Akan tetapi, apabila ia mengeyangkan perutnya dan membiarkan dirinya mengumbar kesenangan syahwatnya, sesungguhnya anggota-anggota tubuhnya menjadi basah dan setan dapat menguasainya.
���
Rasa kenyang bagaikan sungai dalam tubuh manusia yang suka didatangi setan dan rasa lapar bagaikan sungai dalam ruh manusia yang suka didatangai oleh para malaikat. Setan kalah oleh orang lapar yang tidur, maka terlebih lagi kalahnya oleh orang lapar yang bangun. Setan memeluk orang kenyang yang bangun, maka terlebih lagi orang kenyang yang tidur. Kalbu murid yang benar menjerit (meminta tolong) kepada Allah dari (bahaya) makan dan minum.
���
Hakikat miskin itu ialah bila seseorang tidak merasa cukup, selain dengan Allah.
���
sesungguhnya keburukan orang mukmin selalu dibarengi dengan dua kebaikan, yaitu rasa takut dan harap. Setiap kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya, sehingga suatu keburukan pada hakikatnya dibarengi dengan dua puluh (pahala) kebaikan.
���
Jika aku bertobat itu atas anugerah-Nya kepadaku
Dan jika aku berbuat dosa, Dia adalah harapanku
Jika aku berpaling, Dia menyeruku
Dan jika aku menghadap, Dia mendekatkanku (kepada-Nya)
Jika aku mencintai-Nya, dia memeliharaku
Dan jika aku ikhlas, Dia membisikiku
Jika aku berbuat lalai, Dia memaafkanku
Dan jika aku berbuat baik, Dia membalasku
Wahai kekasihku, Engkau Maha Pemurah kepadaku
Maka singkirkanlah semua kesedihanku
Hanya kepada engkaulah kerinduanku
Dengan segenap hatiku, lahir dan batinku
Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah
Dan yang paling diharapkan (kemurahan-Nya)
Wahai Yang Maha dahulu kebaikan-Nya kepadaku
Karenanya tidaklah layak bagi-Mu melupakanku
Wahai Tuhan semua manusia baik di dunia maupun di akhirat
Atas semua perbuatan yang kulakukan
���
Maha suci Tuhan yang mempunyai keagungan
Dan yang mempunyai pembalasan
Maha Perkasa kedudukan-Nya
Lagi Maha Terpuji semua perbuatan-Nya
Kegembiraanku dengan pertanyaan (hisab)
Adalah karena aku akan dapat melihat-Nya
Maka bagaimanakah aku tidak gembira dengan-Nya
Bila dia menganugerahiku
Wahai yang mempunyai kemuliaan
Wahai yang mempunyai kemurahan
Anugerahilah aku
Dan ubahlah apa yang engkau lihat
Dari keburukan keadaanku
���
Sesungguhnya orang � orang miskin lebih itu menjadi lebih bahagia dengan dzikir daripada orang-orang kaya, tiada lain karena mereka berada dalam tahanan Allah. Seandainya mereka dibebaskan dari kepungan kemiskinan, niscaya nada menjumpai sedikit dari mereka yang masih tetap teguh dengan dzikirnya.
���
Buanglah rasa baik sangka kepada makhluk dan rasa buruk sangka kepada diri Anda agar Anda termasuk orang yang pertama selamat dan berkesudahan meraih keutamaan.
���
Tangga yang dinaiki oleh ahli akhirat ada tujuh tingkatan, yaitu :
���
Wahai anak adam, mengapa kamu menyesali yang telah hilang, padahal pertolongan apa pun tidak dapat mengembalikannya kepadamu? Mengapa kamu merasa gembira dengan yang ada, padahal maut tidak akan membiarkannya tetap berada di tanganmu?
���
Aku heran dengan orang yang enggan melakukan dzikrullah, dan yang lebih mengherankan adalah orang yang menyukainya, bagaimana ia tidak pernah berhenti darinya?
Selanjutanya Yahya bin Muadz mengatakan:
���
Mahasuci Tuhan yang telah menjadikan ruh-ruh ini berupa ruhaniyah lagi nuraniyah dan yang menjadikan nafas-nafas ini selalu berhembus berupa udara. Tabiat ruh ini selalu merindukan kepada asal mula kejadiannya, yaitu di illiyin (alam yang tinggi) dan nafas ini seolah merindukan tempat penyekapannya, yaitu di Sijjin (alam yang bawah).
���
Mereka adalah kaum yang menekuni dzikirnya di atas hamparan pertemuan kerinduan, seakan-akan mereka dalam munajatnya berada di taman-taman hiburan, gedung-gedung yang megah, dan halaman kerinduan seraya memeluk keindahan hikmah dengan dada yang penuh pengertian. Di antara sesamanya saling menuangkan gelas-gelas yang berisikan minuman kerinduan hingga kesejukannya meresap ke dalam kalbu melestarikan sebutan yang dicintainya. Karenanya, alam wujud ini berguncang.
���
Kesenangan cinta
Adalah karena ingin tetap bersama dengan yang dicintainya kami merasa heran dengan orang yang selalu mencela
Orang yang sedang dimabuk cinta
Padahal selama hidupku
Aku hanya cinta kepada Allah dan merindukanNya
Aku duduk dan aku berdiri, hanya karena Dia sepanjang hidupku
���
Jiwa orang yang cinta selalu memperhatikan yang dicintainya
Dan hatinya terasa hancur karena kecintaannya
Kebanggaan orang yang dimabuk cinta
Ialah apabila malam hari yang dilaluinya
Hanya bersama dengan yang dicintainya
Tempat ia mengadu dan mencurahkan isi hatinya
Dia berdiri dimihrab mengadukan kesusahannya
Sedang hatinya penuh gelora cinta kepadanya
���
aku mati karena penyakitku yang tidak kutemukan obat untuknya
dan pula tidak ada jalan keluar dari musibah yang menimpaku
apabila penyakit seorang hamba adlah cinta kepada yang merajainya
maka tiada seorang tabib pun yang dapat mengobatinya selain Dia
���
Aku merasa puas dengan Tuhanku sebagai pengannti dan
Penghibur dari segala sesuatu yang tidak aku inginkan selain Dia
Betapa rindu hati ini kepada Penguasa yang selalu melihatku
Dalam semua gerak-gerikku
Sedang aku tidak dapat melihat-Nya
���
Jika aku bertobat, itu atas anugerah-Nya kepadaku
Dan jika aku berbuat dosa, Dia adalah harapanku
Jika aku berpaling, Dia menyeruku
Dan jika aku menghadap, Dia mendekatkanku (kepada-Nya)
Jika aku mencintai-Nya, Dia memeliharaku
Dan jika aku ikhlas, Dia membisiku
Jika aku berbuat lalai, Dia memaafkanku
Dan jika aku berbuat baik, Dia membalasku
Wahai kekasihku, Engkau Maha Pemurah kepadaku
Maka singkirkanlah semua kesedihanku
Hanya kepada Engkaulah kerinduanku
Dengan segenap hatiku, lahir dan batinku
Wahai Tuhan yang Maha Pemurah
Dan yang paling diharapkan (kemurahan-Nya)
Wahai Yang Maha Dahulu kebaikan-Nya kepadaku
Karenanya tidaklah layak bagi-Mu melupakanku
Wahai Tuhan semua manusia baik di dunia maupundi akhirat
Atas semua perbuatan yang kulakukan
���
Tiada sesuatu pun yang terasa lebih berat bagi seorang hamba, selain
sikap penyantun saat sedang emosi dan sabar terhadap gangguan yang menyakitkan. Apabila bergerak dari dalam diri keinginan syahwatnya dan dorongan melakukan dosa-dosa dan bergeloralah darinya keinginan merasakan manisnya kata-kata yang tak berguna, maka terhunuslah pedang sedikit makan dari sarung tahajjud dan sedikit tidur, lalu dipukulkan dengan tangan-tangan yang dingin dan sedikit bicara sehingga
terputuslah ia dari kezhaliman dan ingin balas dendam. Berikutnya Anda selamat dari kesudahannya yang membinasakan, hidup dengan tenang
di antara manusia lainnya, dan jernih dari kegelapan nafsu syahwatnya,
sehingga anda selamat dari bencana yang diakibatkan oleh kerusakannya.
Pada saat itu anda menjadi bersih bagaikan cahaya dan ringan bagaikan
ruh, sehingga Anda dapat berkeliling di medan kebaikan dan berjalan
jalan menempuh jalan-jalan ketaatan bagaikan kuda pilihan yang
Mengelilingi lapngan atau bagaikan malaikat yang sedang berekreasi di
taman yang indah
���
Musuh manusia ada tiga yaitu :
Dunianya, karenanya waspadailah duniawi itu dengan berzuhud terhadapnya;
Setannya, karenanya waspadailah setan dengan menentangnya; dan
hawa nafsunya, karenanya waspadailah hawa nafsu itu dengan meninggalkan keinginan-keinginannya
���
Rasa lapar orang-orang yang berharap (kepada Allah) menjadi peringatan (bagi mereka);
Rasa lapar orang-orang yang tobat menjadi pengalaman;
Rasa lapar mujahidin menjadi kemuliaan; rasa lapar orang-orang yang sabar menjadi strategi siasat; dan rasa lapar orang-orang yang zuhud menjadi hikmah
���
Wahai golongan orang-orang yang Shiddiq, laparkanlah dirimu untuk menghadiri pesta firdaus, karena sesungguhnya selera makan itu berdasarkan kadar melaparkan diri
���
Dunia adalah tokonya setan. Oleh karena itu janganlah anda mencuri dari tokonya barang sedikit pun karena setan akan datang mencari anda untuk menghukum anda
���
Puncak kesialan dunia adalah bila ia membuat anda berangan-angan terhadap hal-hal yang melalaikan anda dari ketaatan kepada Allah, maka terlebih lagi bila menjerumuskan anda ke dalamnya.
���
Dirham (uang) itu bagaikan kalajengking, Jika anda tidak mempunyai serum anti racunnya, janganlah anda mengambilnya , karena sesungguhnya jika ia menyengat anda, racunnya akan membunuh anda, ketika ditanya; �Apakah serum anti racunnya?� Yahya menjawab; �Mengambilnya secara halal dan meletakkannya (membelanjakannya) ke jalan yang sebenarnya�
���
Dalam hati orang-orang yang dermawan tiada lain kecuali hanya rasa cinta, sekalipun mereka orang-orang yang fasiq; dan dalam hati orang �orng yang kikir tiada lain hanyalah kebencian, sekalipun mereka orang-orang yang takwa.
���
Barang siapa yang menyembah Allah dengan kemurnian rasa takut, maka ia akan tenggelam di lautan pemikiran.
Barang siapa yang menyembah-Nya dengan kemurnian rasa harapan, maka ia akan tersesat di padang yang memperdaya.
Barang siapa yang menyembah-Nya dengan rasa takut dan harap, maka ia akan lurus menempuh jalan dzikirnya.
���
Kecintaan anda kepada orang-orang miskin termasuk akhlaq para rasul; prioritas anda untuk sekedudukan (begaul) dengan mereka pertanda orang yang shalih ; dan sikap menjauh anda dari menemani mereka termasuk pertanda orang munafiq
���
Pemaafan Allah menghabiskan semua dosa, maka bagaimana dengan ridha-Nya?
Ridha-Nya menghabiskan semua angan-angan, maka bagaimanakah dengan cinta-Nya?
Kecintaan-Nya mengejutkan akal, maka bagaimanakah dengan kasih sayang-Nya?
Kasih sayang-Nya melupakan semua yang ada di bawahnya,maka bagaimanakah dengan kelembutan-Nya?
���
Cinta seberat biji sawi lebih aku sukai daripada ibadah tujuh puluh tahun tanpa cinta
���
Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menetapi halaman-Mu lagi sibuk dengan pujian dan sanjungan kepada-Mu.
Engkau tuntun aku sejak kecil kepada-Mu
Engkau pakaikan kepadaku ma�rifat-Mu
Engkau belaikan padaku kelembutan-Mu
Engkau pindahkan aku ke berbagai keadaan dan Engkau bolak-balikkan aku dalam berbagai amal perbuatan dalam keadaan dimaafkan dan diterima tobatnya, zuhud dan rindu, ridha dan cinta.
Engkau beri aku minum dari telaga-Mu dan Engkau biarkan aku ditaman-Mu dalam keadaan menetapi perintah-Mu dan rindu kepada ucapan-Mu hingga aku dewasa.
Oleh karena itu, mana mungkin aku beranjak dari �Mu hari ini sesudah aku tiada, padahal aku telah dipersiapkan oleh-Mu semenjak kecil, maka selama aku masih ada, selalu berada disekitar-Mu dan merengek rengek kepada-Mu, karena sesungguhnya aku cinta dan setiap orang yang cinta selalu merindukan yang dicintainya dan berpaling dari setiap orang yang cinta selalu merindukan yang dicintainya dan berpaling dari selain kekasihnya.
���
Ikhlas memisahkan amal dari segala macam kekurangan, sebagaimana terpisahnya air susu dari tahi dan darah
Golongan yang bangkit
Mereka adlah orang-orang yang dijadikan oleh Allah wajahnya putih bersinar karena mereka aldah ahli tauhid dan ahli mengemban risalah. Mereka berhak mendapat kehidupan yang abadi berlimpah kenikmatan, yaitu mereka yang mata hatinya diberi cahaya oleh Allah di dunia dan di akhirat. Mreka mengatakan kepada para pendurhaka dari kaumnya: �Hai orang-orang yang sesat, berhentilah kamu dari kedurhakaanmu. Kalau tidak, maka sesungguhnya kebinasaan yang menyeluruh akan menimpa kita semua.�
Selanjutnya, bagaimanakah kesudahannya? Sesungguhnya Allah telah menimpakan atas mereka adzab untuk membalas perbuatan mereka. Dia mengutuk mereka menjadi kera dan babi yaitu mereka yang durhaka dari kalangan penduduk negeeri yang ada di tepi itu.mereka adalah orang-orang yang menyimpang dan durhaka terhdap Allah, padahal rasa hormat kepada kebesaran Allah merupakan salah satu dari fondasi Islam, bahkan termasuk dari aqidahnya yang benar.
Nuh berkata kepada kaumnya :
�Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah, padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian? Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat dan Allah menciptakan padanya bulan sebgai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya? (QS. Nuh (71):13-17)
Tidakkah merasal malu seorang hamba yang keluar dengan membawa harga dirinya, keluar dengan membawa anak perempuannya, keluar dengan membawa istri dan saudara perempuannya, keluar dengan membawa agama dan kehormatannya, serta keluar dengan membawa imannya, lalu bergabung bersama dengan orang-orang yang tenggelam dalam permainnya lagi lalai kepada Allah, mereka katakan di hadapan Allah nanti? Benarlah apa yang diriwayatkan dari Nabi bahwa beliau pernah bersabda :
�Malulah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar malu, dan malu kepada Allah dengan sebenar- benar malu ialah bila kamu memelihara kepala ddan anggota lain yang ada padanya dan memelihra perut beserta apa yang dikandungnya.Barang siapa yang ingat kepada kematian niscaya ia akan meninggalkan gemerlapnya kehidupan duniawi� (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Saat anda menyendiri di dalam ruangan yang terlindungi oleh tembok, maka ketahuilah bahwa Tuhan Yang Maha Esa melihat anda, Katakanlah kepada diri anda sendiri :
Jika kamu berada sendirian
dalam kegelapan yang mencurigakan sedang hawa nafsu mendorongmu melakukan
kedurhakaan maka malulah kamu kepada penglihatan Tuhan dan katakanlah kepada
dirimu:
�Sesungguhnya Tuhan yang
menciptakan kegelapan melihatku.�
Judul buku "Cambuk hati"
pengarang Dr. Aidh bin 'Abdullah Al-Qarni
Seri penyejuk hati