|
back to:
![]() .NOTICE
Bacaan ini hanya diperuntukkan bagi jiwa2 yang kritis dan prihatin dengan nasib bangsa dan bukan untuk PARA INSAN YANG EGOIS dan BERJIWA 'SEMAU GUE' atau 'ASAL GUE SENENG DAN SELAMAT' atau yang menunjuk kami sebagai idealis hipokrit yang berangan2 akan sesuatu yang mustahil.
Kami hanya ingin berbagi dan bertukar pikiran dengan teman2 sekalian sebangsa dan setanah air, yang kami percaya mampu memberikan kotribusi yg positif demi perbaikan dan kemajuan bangsa.
NOW, 2005 OR LATER, INDONESIA HANYALAH SEBUAH BANGSA BUDAK?
I. MUKADDIMAH
Ketahuilah, Bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu adalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaanNya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS.Al Hadiid; 20)
II.AWAL
Secara cepat atau perlahan bangsa ini akan habis, ditindas dan diperbudak moral , mental dan pikirannya.Sehingga bangsa ini hanyalah berisikan manusia2 yang kaya akan diri mereka sendiri tetapi pada hakikatnya hanyalah budak nan hina dihadapan anak2 Negeri dan Bangsa2 lain.Selalu menjadi Bangsa yg menganggap sebagai Bangsa yg Besar tetapi hidup dr hutang piutang dan pinjaman.Lalu menjadi Bangsa yg lupa diri dan berlebih-lebihan lalu binasa punah dan tergantikan.
Menjadi Bangsa Budaknya Cina?, India? Atau Bangsa lain.
Indonesia once believe as a big nation …, zamrud khatulistiwa yang indah nan permai dan kaya akan sumber daya alamnya, yang hijau dan luas kekayaan lautnya,.sebuah bangsa yang besar, bangsa yg rakyatnya sangat indah, polos dan naïf, yang menjadi rebutan bangsa-bangsa lain.
Selama 20 tahun pertama setelah proklamasi, mereka berjuang untuk menjadi Bangsa yg merdeka, bersatu dan membangun dgn segala pahit, getir, air mata, darah dan jiwa. Berjuta telah terbunuh akibat keserakahan penjajah, para pemecah belah dan kaum serakah. Rakyat bersatu dan berupaya ingin bersahabat dengan para insan dunia, seraya bergandeng tangan untuk cita2 luhur dan kehormatan umat manusia. Walaupun dlm kesulitan ekonomi dan kemiskinan dalam negeri, maka setelah 10 tahun berjuang terbentuklah Konfrensi Asia Afrika yang menelorkan Dasa Sila Bandung, sebagai percik cahaya yg membangunkan hati dan jiwa pejuang anak negeri di seluruh dunia, . Setelah 15 tahun proklamasi, gema tuntutan persatuan dan jiwa kemerdekaan semakin menyala, maka Irian Barat bergejolak. Dan Alhamdulillah pada tahun 1963 telah kembali ke pangkuan ibu Pertiwi, kembali bersatu dengan Republik secara utuh. Namun para penjajah dan kapitalis-Imperialis tidak pernah rela membiarkan Putera Puteri Negeri hidup terhormat dan berteman banyak. Mereka dendam dan dengan segala rekadaya dan rekaperdaya adu domba dan kekacauan politik dan ekonomi diciptakan. Rakyat polos , rakyat bodoh penuh keraguan akan diri dan cita-cita sejati. Rakyat terpuruk tipu daya munafikin dari anak Negeri ini. Di akhir tahun ke-20 tragedi bangsa tergelar karena rekadaya munafikin serakah penuh dendam kesumat dusta. Sejuta rakyat dan anak terbaik bangsa bersimbah darah penuh dengki dan haru biru kepanikan. Pahlawan imitasi jadi pujaan dan lambang kebohongan. Pemimpin dan pejuang sejati telah dikorbankan untuk tumbal zaman yg diciptakan bagi 32 tahun suatu sandiwara kegilaan. Semula rakyat bersorak indah, namun pada babak selanjutnya Rakyat menangis , merintih, meraung ,mengerang dalam ketidakberdayaan. Mereka telah dinista oleh para kaum serakah, para kaki tangan Kapitalis, Kolonialis dan Imperialis yg terselubung pembaharuan, kemajuan dan modernis. Suatu system kekuasaan yg penuh dengan kebengisan, tipu daya segala cara telah halal merampas dan menista Rakyat sendiri.
Melihat Bangsa ini yg pada saat kami kanak-kanak selalu membanggakan Bangsa ini karena pejuang-pejuangnya, jiwa-jiwa tulus dan agung masyarakatnya, keindahan dan kemakmuran , kekayaan alamnya. Kini hanya bisa merintih sesak dan menangis dalam hati. Melihat dan mendengar bahwa apa2 yg 'mereka' lakukan adalah untuk dalil kebaikan semu dan sehingga 'mereka' mampu berbuat kebaikan untuk masyarakat dr perbuatan mereka.Tapi tidakkah 'mereka' sadar bahwa sesungguhnya Tuhan tidak melihat berapa besar yg makhluknya 'berikan' tetapi ikhlas dan tulusnya niat mereka berapapun jumlah yg diberikan. Dan bukan besar dan banyaknya tetapi diperoleh dengan menipu di JalanNYA.Atau justru 'mereka' yg merasa dirinyalah yg 'patut' dan yg lain terserah saja, mau mati atau mampus yg penting 'mereka' senang, Bento! Bento!Bento! (Iwan Fals).Sungguh lalai dan celakalah orang2 yg berbuat demikian.Adakah sesama kami , mereka saling mengingatkan satu sama lain?Ataukah justru yg 'mengingatkan' akhirnya mengikuti pula yg 'diingatkan'?Ataukah justru dimusuhi, diboikot, ditindas sehingga seolah-olah sesuatu perbuatan yg buruk dan busuk terlihat dan serasa indah dan harum mewangi? Dengan seiring itu pula telah tumbuh dan menjamur jiwa2 egois, kerdil, semau gue ,asal gue n' family selamat dan penakut akan mempertahankan suatu kebenaran yg hakiki dan mengorbankan kebaikan untuk masyarakat banyak.Sehingga jiwa2 itu menjadi sulit untuk melakukan bahkan hanya untuk mendengarkan kebaikan yg murni yg baginya adalah sesuatu yg mustahil dan mimpi di dalam hidup ini. 'Mereka malu apabila berbuat yg benar karena takut dianggap hipokrit, aneh dan bodoh dan malah memperlihatkan jika mereka berbuat yg salah dan tak patut agar menjadi biasa. Mata mereka telah dibutakan, telinga mereka telah ditulikan, dan mata hati mereka telah disesatkan, naudzubillahi min zdalik!
![]() kejayaan semu
Tak disadari ,tersisa sebagian kecil sahaja yg peduli dengan nasib Bangsa ini, Umat ini. Tidak ada di dalam dada dan jiwa 'mereka' arti pengorbanan pejuang2 Bangsa ini,'mereka hanya terpedaya oleh kehebatan pejuang2, yg mungkin leluhur2 kita juga, dan bukan mengerti makna apa maksud dan keinginan para pejuang untuk Bangsa ini.Banyak pejuang2 kita mati di hutan2, dengan kuburan tanpa nama, yg mereka korbankan untuk anak cucu mereka yaitu kita, tapi kita bersikap seolah-olah mereka hanya berjuang, mati dan hilang.Secara sadar atau tidak, kita telah mewariskan kepada anak cucu kita suatu kesenangan semu, kepintaran semu, sekolah tinggi hanya untuk cari uang dan kehormatan dan kegagahan diri dan bukan untuk mencari siapa Empunya ilmu sehingga menjadikan kita takarub dan rendah hati.Jiwa yg kerdil dan serakah telah menjadikan Bangsa ini Bangsa Pengutang, astaghfirullah! Rasa malu dan Segan meminta telah punah bagai pengemis muda yg suka meminta sedekah. Itukah yg sekarang kita dan bapak2 kita wariskan untuk anak cucu bangsa kita nanti?
Secara cepat atau perlahan bangsa ini akan habis, ditindas dan diperbudak moral , mental dan pikirannya.Sehingga bangsa ini hanyalah berisikan manusia2 yang kaya akan diri mereka sendiri tetapi pada hakikatnya hanyalah budak nan hina dihadapan anak2 Negeri dan Bangsa2 lain.Selalu menjadi Bangsa yg menganggap sebagai Bangsa yg Besar tetapi hidup dr hutang piutang dan pinjaman.Lalu menjadi Bangsa yg lupa diri dan berlebih-lebihan lalu binasa punah dan tergantikan.
Menjadi Bangsa Budaknya Cina?, India? atau Bangsa lain.
Dalam hempasan keputus-asaan, ketidak-berdayaan Rakyat sejati menyerah kepada Allah Yang Maha Kuasa.Mereka berjuang, berdoa, memohon, menjerit sampai ke hujung langit, mereka mengerang ke seluruh Jagat Raya dan mengadu kepada Sang Pemilik, Sang Maha Pencipta,Sang Maha Pemeihara,Sang Maha Pengatur Jagat Raya dan kehidupan Alam Semesta. Mohon dibukakan pintu untuk bisa keluar dari benteng kezhaliman, keserakahan para angkara murka. Namun jalan masih berliku, selama 32 tahun dalam cengkraman penuh tipu daya, Zaman kegilaan yang sangat luar biasa, para cerdik pandai dan orang pintar telah lalai dan keblinger , para kaum bodoh telah jadi sontoloyo, ikut biluk asal bisa dapat bagian, Negara jadi barang gadaian, Rakyat diperas tenaga, keringat, harta dan hak kehormatannya untuk harta dan kepuasan Sang Raja Denawa dan para Panglimanya. Sementara para Penguasa dan Pendusta berebut harta dengan berbagai cara dan dalil keserakahan. Ulama, Pendeta, Pastur, dan Bhiku telah lupa akan ajaran Tuhan dan umatnya. Mereka telah menjadi pendukung dan pembela perbuatan zhalim Penguasa. Rakyat mati dikutuki dan dimusuhi. Penguasa zalim mati dipuja-puji dan dihormati. Doa dan tangis serta kibaran bendera kepura-puraan dan kebohongan untuk duit, kursi dan upeti. Duka cita penuh rona sendu dusta bersamaan dengan harapan untuk memperoleh giliran kedudukan dan aliran bisnis dan rejeki. Para pendusta berbahasa kebohongan dan rekayasa. Karakter munafik adalah kehormatan yg tanpa malu dan takut lagi. Para Pengingat Kebenaran dan Pembela Rakyat masuk penjara, siksaan atau pembunuhan. Semua nyata dalam zaman Denawa Rahwana Keserakahan. Diakhir zaman kegilaan ini, Rakyat semesta adalah makhluk terhina dan termiskin penuh derita dan nista yang sangat memalukan. Terkisahkan suatu Negeri tanpa rasa kemanusiaan dan warna kemiskinan dan mahkota keserakahan para pendusta. Kini Rakyat Semesta menunggu para Pembuka Jalan Keadilan dan Perlakuan hak kebenaran sejati ning maungso iku makhluk Allah SWT.
Secara cepat atau perlahan bangsa ini akan habis, ditindas dan diperbudak moral , mental dan pikirannya.Sehingga bangsa ini hanyalah berisikan manusia2 yang kaya akan diri mereka sendiri tetapi pada hakikatnya hanyalah budak nan hina dihadapan anak2 Negeri dan Bangsa2 lain.Selalu menjadi Bangsa yg menganggap sebagai Bangsa yg Besar tetapi hidup dr hutang piutang dan pinjaman.Lalu menjadi Bangsa yg lupa diri dan berlebih-lebihan lalu binasa punah dan tergantikan.
Menjadi Bangsa Budaknya Cina?, India? Bangsa lain?
Waspadalah wahai Putera Zaman. Kini di hadapanmu sedang menanti tantangan besar sebelum tangan Tuhan memberikan Sang Ratu Keadilan. Di sana terbentang 7 gunung dan 7 samudera yang engkau harus daki dan sebrangi sebagai ujian akhirmu. Tetap teguhkan hati dan semangat menuju zaman yg dapat mewujudkan kebenaran, keadilan dan kemakmuran Rakyat Semesta. Kini persiapkan perjalanan jauhmu untuk tahapan akhir dr batu ujianmu dalam mengabdi Allah SWT di alam mayapada. Hantarkan Rakyat Negeri ini sampai tujuan cita-cita luhurnya. Jadilah mereka hamba Allah SWT yang taqwa , hidup terhormat dan sejahtera.Jauhkanlah dari tetes darah mereka wahai Sang Putera Zaman. Tegakkan kebenaran dan keadilan yang bermoral hati nurani akhlak manusia utuh insane kamil untuk kesejahteraan anak negeri dan manusia bumi. Tetaplah berpegang pada janjimu dihadapan Rumah Tua Suci dan dikaki Pemimpin Insani penuh ikhlas dan kesiapan diri. Zaman keadilan segera terwujud dalam kehidupan nyata negeri ini.Nanti tugasmu yg baru akan menanti atau engkau kembali.Karena mereka akan sampai pada zaman dimana setiap diri mengerti akan tugas suci kehidupan insani.
III.AKHIR
Nanti engkau tahu siapa dirimu sesungguhnya dan Siapa Sang Keadilan. Sang Zaman menuju engkau untuk membuka pintumu kembali pada Penciptamu di pagi hari tenang nan sejuk dan tulus murni. Ya Allah ampunilah kami dan kedua orang tua kami, Segala puji hanya bagiMu semata, Maha Suci Engkau Ya Allah, Dzat Yang Maha Esa, Allah Maha Besar. Huu Allah, Huu Allah,Huu Allah. Amiin Yaa Rabbal'alamin.
-dits-
dec 2001
back to oval thanxx
|
||