
Raung adalah sebuah stratovolkano dengan puncak kaldera berbentuk bulat. Sebuah
keruntuhan prasejarah di sisi sebelah barat dari gunung menghasilkan banyak
puing-puing yang longsor sejauh kurang lebih 40 mil (60 km). Raung meletus
sedikitnya 57 kali sejak tahun 1593. Sebagian besar letusannya berukuran
menengah (VEI=2). Letusan yang eksplosif tahun 1593 berkekuatan besar (VEI=5)
dan menyebabkan bencana alam. Letusan di tahun 1597, 1638, 1730, dan 1817 juga
menimbulkan bencana alam. Sebuah danau kawah muncul selama letusan pada tahun 1586, 1593, 1597, 1638,
1730, 1817, dan 1838. Aliran lumpur dihasilkan selama letusan tahun
1638, 1730, 1817, dan 1838. Lebih dari 1.000 orang tewas oleh banjir lahar
diantara sungai Stail dan Klatak selama letusan tahun 1638. Foto menunjukkan
dari kaki gunung Ijen.

Foto luar angkasa STS049-097-050 diambil pada bulan Mei 1992 dan mengarah timur
laut yang membentang kaldera Ijen dan Raung.

letusan terakhir menghasilkan lava yang terjadi tahun 1973. Lava berpijar di
puncak kaldera. Sebuah letusan Raung bulan Juli 1982 menciptakan awan gelap dari
abu setinggi 18.000 kaki (6.000 m). Letusan yang lebih kecil terjadi dua hari
kemudian. Pesawat terbang harus dibelokkan dari daerah tsb. Sebuah letusan pada
bulan
November dan Desember 1985 termasuk lebih dari 50 letusan kecil.
Raung dilihat dari sisi selatan dari kaldera Ijen.

Raung meletus tahun 1993 dan 1995. Letusan terakhir terjadi bulan Juni 1997
ketika abu terlihat setinggi 3 mil (5
km) diatas gunung. Raung dilihat dari kerucut aktif gunung Ijen. Semua foto
oleh Steve Mattox. 28 Juni 1997.
1 Oktober 2002
Aktivitas vulkanik turun cukup tajam minggu ini. hanya beberapa asap putih
membubung 100 m diatas puncak. tanggal 30 September, tingkat bahaya menurun dari
4 ke 3 (pada skala 1-4).
Informasi ini disarikan dari the GVP/USGS Weekly Volcanic Activity Report
26 September 2002
Tingkat bahaya meningkat menjadi 4 (tingkat tertinggi) setelah dimulai
letusan tanggal 25 September pada pukul 01:00. Selama fase permulaan, awan abu
membubung setinggi 0,5 sampai 1 km diatas puncak. Selama letusan kedua, pukul 11:40,
sebuah awan abu terlihat muncul setinggi 5 km diatas puncak. Perbandingan satelit
mengindikasikan bahwa awan abu juga dihasilkan setinggi 16km. penduduk
disekitarnya, yaitu desa Pumpente dan desa Laimpatehi dievakuasi.
Informasi ini disarikan dari the GVP/USGS Weekly Volcanic Activity Report
Sumber Informasi:
McClelland, L., Simkin, T., Summers, M., Nielsen, E., and Stein, T.C., 1989, Global Volcanism 1975-1985: Englewood Cliffs, New Jersey, Prentice Hall, 655 p.
Simkin, T., and Siebert, L., 1994, Volcanoes of the World: Geoscience Press, Tucson, Arizona, 349 p.