Krakatau, Selat Sunda 


Gunung api Krakatau membentang di selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Sekitar tahun  416 M, kaldera runtuh dan menghancurkan gunung tsb dan menciptakan kaldera yg lebarnya 4-mil (7-km). Pulau dari Krakatau, Verlaten, dan Lang adalah sisa bekas gunung ini. Letusan dan runtuhnya dari kaldera pada tahun 1883 tercatat menghasilkan salah satu letusan yang terbesar di dunia  (VEI=6) dan menghancurkan sebagian besar pulau Krakatau, hanya meninggalkan bekasnya saja. Sejak tahun 1927, letusan kecil terus terjadi dan membentuk pulau baru, Anak Krakatau. Gambar oleh the Landsat Pathfinder Project.

Pada bulan Januari 1960 sekelompok ilmuwan mengunjungi Anak Krakatau untuk mencatat aktivitas terbaru dan untuk mengukur perubahan dalam ukuran dan bentuk dari pulau. Mereka meneliti letusan dasyat dari piroclast dari ukuran abu sampai ukuran boulder. Foto ini menunjukkan sebuah kolom abu membubung di atas pulau. Rakata, sebuah bekas gunung sebelum letusan tahun 1883, sebagai latar belakang.

Pada tahun 1960, Anak Krakatau mempunyai diameter minimum sekitar satu mil (1,5 km) dan tingginya 545 kaki (166 m). Kawah di sisi selatan pulau diameternya 2.000 kaki (600 m) dan didalamnya terdapat kerucut bara api yg tumbuh dengan diameter 300 kaki (100 m) dan tinggi 150 kaki (50 m). Kerucut bara api baru terbentuk dalam waktu kurang lebih satu bulan dan dapat dilihat hanya dibawah kolom abu. Pulau Verlaten, dibagian atas foto ini, adalah bekas gunung api yang hancur oleh runtuhnya kaldera tahun 416 M.

Explosif, tipe letusan vulkanik terjadi setiap interval 1/2- sampai 10-menit. Letusan terbesar menghasilkan badai abu dan lapilli yang membubung setinggi  4.000 kaki (1.200 m) diatas lubang kawah. Di foto ini sebuah kolom abu membubung setinggi sekitar 1.500 kaki (450 m) diatas kawah. Episode dari aktivitas ini, yang di mulai pada bulan Desember 1959, dan berakhir tahun 1963. Anak Krakatau mempunyai sedikitnya sembilan episode activitas sejak 1963, sebagian besar terjadi kurang dari satu tahun. Episode yang terakhir dimulai bulan Maret 1994 dan terus berlanjut paling tidak sampai bulan Maret 1995 (laporan pengamatan terakhir). Activitas mirip dengan letusan tahun 1959-1963.

Semua foto milik dan hak cipta dari Robert Decker.


Sumber Informasi:

Volcanoes of the World by Tom Simkin and Lee Siebert

Krakatau, Bulletin of the Global Volcanism Network, 1995, Bulletin of Volcanology, v. 20, no. 3. Results of the 1960 Expedition to Krakatau by Robert Decker and Djajadi Hadikusumo, 1961, Journal of Geophysical Research, v. 66, no. 10, p. 3497-3511.



Back to the Ourormed HomePage
Hosted by www.Geocities.ws

1