
WASHINGTON, SABTU -- Kalau pasangan manusia bersatu karena dinaungi cahaya cinta yang bermakna semu, pasangan laba-laba benar-benar memanfaatkan cahaya nyata untuk bercinta. Dengan bantuan cahaya ultraviolet, wajah dan kaki laba-laba terlihat lebih cemerlang untuk menarik lawan jenisnya.
Memang cahaya tersebut tidak tampak sebab ultraviolet memiliki frekuensinya di luar batas kemampuan mata manusia. Namun, para peneliti bisa mengetahuinya dengan serangkaian percobaan. Daiqin Li dari Universitas Nasional Singapura (NUS) meletakkan sepasang laba-laba pelompat (Cosmophasis umbratica) di ruangan yang disinari cahaya dengan panjang gelombang berbeda-beda dan diamati reaksinya.
Di bawah pancaran cahaya berspektrum lengkap, termasuk ultraviolet, laba-laba jantan maupun betina melakukan ritual kawin seperti menekuk kaki dan melenturkan perutnya. Namun, saat spektrum cahaya ultraviolet disingkirkan, laba-laba betina menyingkir dan laba-laba jantan enggan mendekati lawan jenisnya. Saat hanya laba-laba jantan yang disinari cahaya ultraviolet, laba-laba betina tampak mendekati laba-laba jantan. Namun, 16 dari 20 laba-laba jantan menolak laba-laba betina yang mendekatinya. Begitu pula sebaliknya. Hal ini menunjukkan cahaya ultraviolet mungkin memandarkan warna di wajah dan kaki laba-laba yang dipakai untuk menarik perhatian lawan jenisnya.
"Kami menyimpulkan pewarnaan tubuh merupakan faktor terpenting dalam proses perkawinannya," ujar Li yang melaporkannya jurnal Science edisi terbaru. Temuan ini didukung fakta bahwa laba-laba jenis ini diketahui memiliki penglihatan yang baik didukung warna tubuhnya yang berwarna-warni. Laba-laba jantan lebih mencolok warna tubuhnya daripada laba-laba betina. Penelitian-penelitian lainnya telah membuktikan bahwa cahaya ultraviolet juga dimanfaatkan beberapa jenis hewan tidak hanya dalam proses kawin, tapi juga proses mencari makan dan navigasi.