World Wide Web (ada yang meng Indonesiakannya menjadi jelajah jagad lembar) memang media informasi yang bebas dari batasan geografis dan waktu. Sifatnya yang dinamis dan kadang interaktif membuatnya lebih menarik dibandingkan dengan media informasi lain. Pesatnya pertumbuhan media informasi maya ini tentu membutuhkan sumber daya manusia yang khusus menangani bagaimana informasi itu dikemas. Tentu dengan catatan tambahan, bisa menarik orang untuk (setidaknya) melihatnya . Syukur, jika kemudian tetarik membacanya :)
Berbeda
dengan media konvesional yang tidak memerlukan alat bantu dalam membacanya (kecuali
kacamata bagi yang membutuhkan) media internet membutuhkan alat bantu. Setidaknya,
seperangkat computer yang punya akses ke internet . Ini tentu membuat kegiatan
membaca tidak praktis. Ketidakpraktisan itulah yang membuat media konvensional
tidak bisa dilibas. Mereka hanya bisa bersinergi. Membaca di layar monitor terbatas
oleh waktu akibat beberapa hal . Salah satunya pancaran radiasi dari dari layar.
Selain itu koneksi internet tidak gratis. Diirit bisa, semisal dengan mengaktifkan
menu offline. Batasan-batasan itu membuat content web harus enak dipandang selain
perlu dibaca. Ada banyak profesi terlibat dalam membentuk konsep enak dipandang
selain perlu dibaca. Jika anda perhatikan lowongan kerja di media cetak akhir-akhir
ini, banyak dibutuhkan profesi yang berembelkanweb. Ada web desainer, web programmer,
web administrator, web master, maupun web developer. Jika tidak paham dengan
dunia internet, profesi tadi tentu menimbulkan tanda Tanya, juga kebingungan.
“saya sendiri sering bingung dengan istilah-istilah di iklan-iklan,”
Tandas Yayan Sopyan dari Agrakom, perusahaan jasa internet dan pengelola detik.com.
Dari beberapa kategori tadi, Yayan hanya memilah menjadi tiga, web designer,
web application, dan web administrator. “Saya tidak mengkategorikan istilah
web master sebagai profesi. Menurut pemahaman saya, web master adalah predikat
atau julukan buat orang yang sangat ngelotok mengenai semua yang berhubungan
dengan web.”
Web designer bertugas mendesain halaman web (web page). “Dia terlibat
langsung untuk menggarap, mengeksplorasi dan mengimplementasikan tata letak
dan dan artistik halaman web serta aspek komunikasi dari keduanya,” tegas
yayan. Selain itu, ia juga berperan dalam memperhitungkan beberapa sisi teknis.
Contohnya adalah kompatibilitas browser (peranti lunak untuk menjelajahi internet)
atas desain itu dan kecepatan downloading halaman tersebut. Si perancang berkontribusi
untuk turut memberikan pilihan background, jenis huruf, gambar,dan ukuran file,
misalnya.
Sementara profesi web application developer bertugas mengembangkan aplikasi-aplikasi
computer berbasis web misalnya, si web developerlah yang membuat aplikasi chat
(ruang mengobrol di internet), forum, content management, kalkulator dan sebagainya.
Sedangkan profesi terakhir dalam kategori Yayan, web administrator, bertugas
mengadministrasikan situs web, mengatur atau menata berbagai hal yang berkaitan
dengan web server. Dia juga bertanggung jawab mengelola semua informasi mengenai
sebuah situs web dengan menganalisis log file sehingga akan didapat data seberapa
banyak orang mengakses sebuah situs web dan sebagainya dia yang mengatur directory
mana saja yang untuk user tertentu.
Meski internet
sudah lahir cukup lama, di Indonesia profesi tadi baru mucul belakangan. Pendidikan
formalpun belum menjangkaunya. Kalaupun ada, ya masih ditebengkan pada pada
jurusan yang berbau teknologi informasi. Gerak pendidikan formal memang agak
lambat. Berbeda dengan pendidikan non formal yang jeli menangkap peluang. Namun
bekal untuk terjun kerimba profesi web bisa dibikin sendiri. Tentu untuk itu
perlu dislipin tinggi dan dan melelui trial and error yang panjang. Yayan memberi
sedikit pengetahuan tentang bekal yang harus disiapkan untuk profesi-profesi
itu.
Seorang web designer, sesuai namanya sangat dituntut untuk mempunyai cita rasa
artistic yang bagus. “Lebih dari sekedar pengetahuan dan ketrampilan dalam
mengolah grafik,” kata Yayan. Seperti perancang di bidang lain, web designer
juga harus paham aspek komunikasi dari sebuah design. Diharapkan, hasil dari
desainnya bisa user friendly dan tepat sasaran. Lagi-lagi itupun tidak cukup
. Seorang web designer juga harus mengerti beberapa bahasa scripting sederhana
yang lazim diimplementasikan di web seperti seperti Hyper Text Mark-Up Language
(HTML) dan scripting client-side (Java-script, VB Script). Tak kalah penting,
mengerti dasar-dasar proses komunikasi antara sebuah computer dengan sebuah
server. Dengan begitu, desain rancangannya sangat mempertimbangkan seberapa
mudah web pagenya untuk untuk di download.
Seorang web application developer jelas harus punya bekal di bidang pemrograman
di bidang apapun yang memungkinkan apikasi web dapat dibuat dan dijalankan.
Tentu pengetahuan dan ketrampilan HTML dan scripting client-side saja sangat
tidak cukup.
Seorang web administrator harus punya bekal pengetahuan dan kemampuan mengadministrasikan
system, jenis-jenis server, infrastruktur, dan hal ikhwal yang berkaitan dengan
computer networking. Paling tidak yang berkaitan dengan web.
“Di lapangan, saya melihat, mereka yang berlatar belakang pendidikan formal
desain misalnya hanya ditambah pengetahuan mengenai spesifikasi dan karakteristik
web sebagai media, sudah cukup menjadi bekal untk berkembang. Begitu juga yang
berlatar belakang pendidikan formal TI (Teknologi Informasi) saya melihat justru
kesempatan untuk belajar sendiri yang cukup membantu mereka untuk meningkatkan
profesionalitasnya. “Belajar, dalam arti tidak terbatas pada mengakses
pengetahuan-pengetahuan baru, melainkan juga melakukan eksperimen-eksperimen
inovatif sendiri. Itu sebabnya, misalnya, di Agrakom kesempatan untuk belajar
sendiri, mengeksplorasi pengetahuan dan kemampuan baru maupun melakukan eksperimen-eksperimen
dibuka lebar bagi semua staff,” tutur Yayan.
Sebagai
profesi baru yang rimbanya belum jelas, tantangannya tentu banyak. Namun, bagi
yang ingin berkiprah di dalamnya jangan berkecil hati. Menurut Yayan, tantangan
bagi mereka yang terlibat dalam pengembangan situs web adalah membangun situs
yang komunikatif dan user friendly, serta tepat guna. Artinya mereka harus mampu
memilah, memilih dan mengimplemetasikan (untuk web administrator berarti memaintain)
ketrampilan, seni, teknologi (baik hardware maupun software).
Dengan makin maraknya internet sebagai media komunikasi, prospek profesi web
tidak terbatas kepada perusahaan dotcom. Jika yang dimaksud perusahaan dotcom
adalah perusahaan-perusahaan yang bisnis utamanya portal, maka saya pastikan,
prospek mereka bukan hanya disitu, prospek profesi ini justru terletak pada
kepercayaan masyarakat Zaman ini terhadap internet sebagai cara berhubungan
antara orang dengan orang, antara orang dengan bisnis, ataupun bisnis dengan
bisnis
Terasa benar internet tidak bisa direm . Dia trus melaju ke posisi sebagai alat
dan wahana yang sangat dipakai semua orang untuk berbagai keperluan. Artinya
tempat kerja mereka bukan melulu portal-portal. Perusahan pemgembang web yang
masih akan terus tumbuh maupun perusahaan-perusahaan umum lainnya juga makin
hari makin menyadari, tak bisa mengelak dari kebutuhan untuk bisa terhubung
dengan internet sebagai ladang subur mereka.
Karena tempat mencangkul mereka sudah subur, hasil tuaian bisa dipastikan berlimpah.
Dalam bahasa santun, gaji mereka juga lumayan. Menurut Yayan itu tergantung
pada expertise, jam terbang, dan kelangkaan.
Karena masih baru mereka yang berkecimpung dalam profesi web mencoba merumuskan bagaimana tugas mereka, apa yang mesti dikuasai, dan berapa remunirasi yang layak mereka terima. Ada yang bilang merancang situs web bisa bikin frustasi. Wajar bila mereka digaji tinggi, berikut rincian tugas dan kisaran gaji mereka diambil dari mailing list toekang web tepatnya di http://www.egroup.com/message/toekangweb/951.
Web
designer
Tugas: mendesain tampilan situs web mulai dari pengolahan gambar , tata letak,
warna, dsb.
Yang harus dikuasai: HTML, DHTML; pengolah gambar;animasi,movie(film)
Gaji yang bisa didapat: Rp 1.500.000, - 4.000.000,- (disingapura bisa mencapai
di atas Sin $ 3.500).
Web
programmer
Tugas:membuat aplikasi pada situs web yang interaktif, misalnya soal transaksi
atau input-output data dari database.
Yang harus dikuasai: CGI Perl, PHP, MySQL (unix base); ASP(NT base); Javascript
dan Applet.
Gaji yang bisa didapat: Rp 2.000.000, - 5.000.000,-
Web
administrator
Tugas : memaintan server, mengerti sifat operasi server, mulai dari instalasi
sampai pemecahan masalah (trouble-shooting).
Yang harus dikuasai: Operating System(OS) Unix (linux,FreeBSD,dll.); OS NT;
Jaringan (LAN, WAN, Intranet); keamanan server.
Gaji yang bisa didapat: Rp 2.000.000, - 5.000.000,-
Web master
Seorang web master harus mengerti semua hal mulai dari desain, program, dan
keamanan server namun tidak terlalu turut mencampuri ke masing-masing divisi,
cukup dengan mempertanggung jawabkan atas jalannya suatu situs (web).
Yang harus dikuasai : HTML, DHTML; CGI Perl,PHP, MySQL, ASP,Java; penguasaaan
bermacam OS ; keamanan server; jaringan (LAN, WAN, Intranet)
Gaji yang bisa didapat : Rp 3.500.000, - 7.000.000