Search for:

           

  

Photo Flipbook Slideshow Maker

 

  

 my personality    Education    literature     pictures     My Articles    News                     

                         

      

               

Kelakar besar bangsa ku

Beri aku 10 pemuda maka akan ku guncagkan dunia,” mungkin  kata ini tidak lah asing lagi bagi rakyat  Indonesia yang mengenal sosok pemimpin yang begitu tangguh dan berani, yang memiliki semangat kesatuan  yang berapi-api . hal ini lah yang mereka miliki untuk membangun  Indonesia yang merdeka dan melindunginya dengan perisai  kedamaian.  Cukup dengan sepuluh pemuda yang dimiliki oleh negeri ini maka, Indonesia akan  menggemparkan dunia dalam segala bida. Pemuda Indonesia yang berkarakter , berbudaya, cinta tanah air, berjiwa nasionalisme, serta semangat bela Negara lah yang mampu membawa beban kenegaraan nya. Pemuda –pemuda yang berintelektual, dan berkaryalah yang mampu membawa Indonesia menjadi Negara yang benar-benar merdeka dalam segala hal.

                 Indonesia merdeka bukan hanya mimpi, merdeka dengan perjuangan dan darah sendiri bukan dengan belas kasihan bangsa lain ataupun kerena pemberian kekuasaan. Dan ini lah kekuatan besar yang ibu pertiwi miliki “dahulu”. Rasa takut mati karena karakter bangsa yang pantang menyerah. 28 oktober 1945 para pemuda Indonesia mengikat kan janji demi bangsa dan negara yang merdeka. Mempertaruhkan nyawa hingga 17 agustus 1945 kemerdekaan bukanlah sekadar angan belaka, dengan semangat bela tanah air, proklamasi di cantumkan sebagai bukti perjuanga selama berabad abad lama nya Indonesia terpuruk. Kini apakah semangat itu masih tersisa dalam jiwa kaum muda?????

                 Anak- anak Papua berhasil mengangkat nama ibu pertiwi dimata dunia, berhasil memenangkan olimpiade fisika di Amerisa Serikat atau yang lebih akrab disebut nagri pama sam. Penggunaan sepada pegas karya anak bangsa yang mendapat penghargaan di Turki, para atlit yang berhasil memenangkan piala SEA GAMES 2012, dan masih banyak lagi anak anak bangsa yang menjadi aset berharga yang mempu membangkitkan semangat bangsa, tapi sekarang dimana mereka???? Bahkan tidak ada ynag peduli saat aset berharga tersebut pergi dan dimiliki bangsa lain. Tetapi mengapa sampah masyarakat lah ynag dipelihara bangsa ini, kasus korupsi yang berkepanjangan dan menjamur dalam karakter pemimpin bangsa, pemerasan terhada BUMN, dan korupsi bersam yang dilakukan oleh tangan tak bertanggung jawab, kasus narkoba yang menelantarkan anak bangsa, kasus tauran pelajar yang merurak citra dan karekter kaum terpelajar, serta pergaulan bebas yang memperburuk kondisi kaum muda di Indonesia. 25 April 1950, dr. C.R.S. Soumokil mempromosikan berdirinya Republik Maluku Selatan. Hal ini berlatar belakang karena pemerintah pusat membeda bedakan kekuasaan. Puncak revivalisasi RMS terjadi saat transisi politik 1998-1999 dengan munculnya organisasi Front Kedaulatan Rakyat Maluku (FKM) yang dipelopori oleh Alex Manuputty. FKM kerap dipautkan dengan RMS atau paling tidak, neo-RMS. Oleh para provokator, RMS ditambahi embel-embel agama tertentu sehingga situasi politik lokal dan nasional mudah memanas. 

Selanjutnya 29 juni 2007 adalah upaya RMS melakukan blow-up,tatkala Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional di Lapangan Merdeka, Ambon.] dan dikenal sebagai Peristiwa Harganas atau Insiden Cakalele. Sekelompok penari berhasil mengelabui petugas keamanan lalu menghadirkan tari Cakalele disertai pengibaran bendera Benang Raja, simbol perjuangan Republik Maluku Selatan, di depan Presiden. Selain itu permasalahan GAM (Gerakan Aceh Merdeka ) yang terkadang muncul ke permukaan dan menjadi konflik serius bagi Negara ini. Hal yang berbeda juga diterapkan dan memunculkan OPM (Organisasi Papua Merdeka) hal itu terjadi lantaran  Pelanggaran Hak Asasi Manusia, baik yang dilakukan pasukan Indonesia, utamanya dalam penegakkan hukum atas mereka, dan Pengabaikan kebutuhan dan aspirasi masyarakat asli Papua. Ini termasuk marginalisasi sosial ekonomi mereka serta terbentuknya stereotip yang mendiskreditkan orang Papua. Itu la sebabnya saudara merasa terasingkann dinegerinya sendiri.

Tak cukup dengan itu, banyak sekali konflik yang bermunculan serta perselisihan antar suku dan daerah. Poso misalnya, konflik antar daerah ini berhasil merenggut banyak korban jiwa baik yang meninggal dunia ataupun hanya luka-luka. Disisi lain bangsa ini juga tak lazim mendengar percekcokan antar suku di wilayah marauke Indonesia (Papua).konflik antara Freeport dan warga setempat, dengan bambu runcing dan batu yang ada menjadi senjata mereka untuk membela dan mempertahan kan diri., untuk mengambil apa yang menjadi hak rakyat.Tapi rakyat Indonesia hanya bersembunyi dan membuang muka, menutup mata, seolah tak terjadi apa-apa dengan bangsa sendiri. bahkan balik menyalahkan mereka. Para penjaga keamanan pun turut memecah persatuan, menyakiti rakyat tak berdosa, ikut mempertegang permasalahan dilapangan. Dan para tikus berdasi terbahak melihat apa yang terjadi. Saudara memakan saudaranya sendiri, sebuah siklus perpecahan Negara dari Negara itu sendiri. Inikah gambaran karakter bangsa Indonesia yang diharapkan? Lalu bagaiman  dengan anak–anak Papua dan daerah lainnya yang tidak dapat sekolah dan mengenyam pendidikan. Akankah kita terus membisu? Akan kah kita terus bersembunyi tangan sampai bangsa lain yang akan mengambil alih control dibumi pertiwi?

Anak Papua adalah anak Indonesia, pemuda Papua adalah Pemuda Indonesia,tapi mereka seolah asing bagi rakyat Indonesia. Tidak ada yang peduli bahkan menjadi musuh dalam selimut  bagi bangsanya sendiri,egois dan apatis memakan tulang kawan sendiri, fakum dan membisu. Membangkakan bangsa lain tanpa peduli penderitaan bangsa sendiri. Inikah kelakar bangsa saat ini.tidak ada yang mau memulai untuk bergandengan tangan, bekerja sama membangun Indonesia. Inilah saatnya pemuda pemudi bangkit dari tidur panjangnya, menggenggam erat penuh tekat, peduli terhadap sesama,cerdas dalam berfikir, cerdas dalam berperilaku dan cerdas dalam bertindak.Indonesia punya mimpi baru, Indonesia punya pemuda pemuda yang tangguh, pemuda cerdas, tapi dimana pemuda-pemuda itu kini?masih adakah zamrud katulistiwa itu? Masih adakah tanah syurga itu? Masih adakah negeri impian itu? Tanya pada para pemuda, dimana mereka?  

Kandidat Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Taufan EN Rotorasiko mengungkapkan bahwa  konflik yang berlarut-larut dan enggan diselesaikan berpotensi menjerumuskan bangsa ini menuju perpecahan. Pemuda  sejatinya menyadari bahwa konflik mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. pemuda adalah pilar dan tulang punggung pembangunan dalam suatu negara. Kalau konflik antar pemuda bisa berhenti, maka kemampuan para pemuda dapat dimanfaatkan untuk pembangunan bangsa yang lebih baik. Jika bukan pemuda maka bangsa ini tidak akan merdeka, dan jika bukan karena pemuda bangsa ini tidak akan mampu bangkit dari keterpurukan. Semangat  dan komitmen tinggi yang di miliki pemuda lah yang mampu menyelesaikan konflik demi konflik di negeri ini serta kemampuan anak bangsa yang mau menjaga integritinya., sehingga menghadirkan Indonesia yang transparan dimata rakyatnya. Seorang pemuda yang memiliki jiwa patriotismlah yang mampu menyelamatkan bangsanya. Seorang pemuda yang memiliki empati dan berjiwa beranilah yang mempu menggandeng sesamanya menuju Indonesia yang lebih baik. Hanya pemuda yang berkarakter dan berkarya lah yang mampu membangun negeri ini kembali.

Sumpah pemuda saat ini : 1) kami putera puteri Indonesia berjanji akan membangun karakter           bangsa yang berbudi luhur

2)kami putera puteri Indonesia berjanji akan mempersatukan bangsa Indonesia kembali

3)kami putera puteri Indonesia berjanji akan melawan segala bentuk konflik perpecahan Negara.