![]() |
||
|
PEMBANTAIAN, PEMERKOSAAN DAN PEMBAKARAN MAYAT MUSLIM
DI MASJID AL IKHLAS DESA TOGOLIHUA KEC. TOBELO
PROPINSI MALUKU UTARA
Nama Saksi : MUFLI M. YUSUF
Umur : 15 th. /Kls. III SMP Al Khairat Tobelo desa Papilo
Lokasi Kejadian : Desa Togolihua, Tobelo
Sebelumnya telah beredar isu dimasyarakat, bahwa akan ada penyerangan orang-orang Kristen dekat lebaran Idul Fitri 1420 H.
Rabu, 21 Desember 1999 pukul 09.00 WIT telah bergabung masyarakat Kao Kristen, Kao Islam , Kampung Kusur dan Telaga Paca untuk melakukan penyerangan ke desa Togolihua, ribuan masyarakat berkumpul/mengungsi ke Masjid Al Ikhlas Desa Togolihua .
Masjid dikepung lalu di bom (bom pipa rakitan yang menunjukkan bahwa pihak Kristen sudah mengadakan persiapan sebelumnya), tetapi Masjid tetap utuh. Kemudian pihak Ikat Merah (Kristen) memanah ke dalam Masjid dengan panah-panah Babi, sebagian dari mereka melempari Masjid dengan batu-batu besar sampai tembok-tembok masjid banyak yang bolong.
Satu jam kemudian dari pihak umat Islam yang mengungsi dalam Masjid menyerah, kemudian pihak Kristen masuk ke dalam Masjid. Sekitar 500 orang pengungsi dalam Masjid lari keluar Masjid, menurut saksi sebagian lari masuk ke dalam hutan, dan sebagian lagi menyerah. Kemudian mereka diangkut dengan satu truk ke Kapolsek. . Dalam perjalanan ke Kapolsek, menurut Ibu Musrinah (40 th) saksi yang ikut diangkut , melihat berjejeran mayat di jalan yang jumlahnya sangat banyak.
Saksi MUFLI mengatakan bahwa yang tetap bersikeras tidak mau menyerah jumlahnya kurang lebih 600 orang yang semuanya tewas, kecuali saksi yang dikira sudah tewas karena badannya berlumuran darah saat penyerangan terjadi.
Berikut tindakan penganiyaan yang disaksikan saksi :
- Wanita yang diperkosa bajunya dirobek lalu ditarik keluar halaman Masjid sambil si wanita meminta ampun-menyerah, tetapi tetap ditarik (jumlah puluhan). Menurut saksi perbuatan keji itu saksi melihat sendiri , wanita yang diperkosa itu dikerumuni oleh banyak laki-laki.
- Setelah itu dipaksa ikut dan dibawa bersama anak-anaknya entah dibawa kemana. Katanya anak itu akan dipelihara (wallahu alam).
- Wanita yang tidak mau ikut akan dibunuh . Seorang wanita yang tidak mau ikut akhirnya digantung lalu dibakar.
- Para laki-laki dewasa maupun anak-anak semua dibunuh. Sebelumnya dipanah kalau langsung tewas dibiarkan, kalau masih hidup dicincang hidup-hidup.
- Ada beberapa wanita (kurang lebih 10 orang) disuruh ikut pihak Kristen. Karena tidak mau langsung dicincang hidup-hidup. Pihak Kristen saling berebutan mencincang bagaikan orang berebutan mencincang ular.
Semua mayat berjumlah kurang lebih 600 orang itu dibakar sekalian dengan membakar Masjid (pukul 13.00 WIT).
Saksi sendiri menyelamatkan diri dengan keluar melalui tembok masjid yang bolong itu dalam keadaan sudah terluka bakar. Kemudian saksi mencari orang-orang Islam yang masih hidup tetapi tidak ketemu. Saksi juga mencari sampai di bekas-bekas rumah penduduk muslim yang terbakar. Dalam pencariannya, saksi bertemu dengan seorang polisi (pukul 16.00 WIT) dari Ternate. Dan saksi dibawa ke Polsek, lalu dirawat selama 7 hari bersama korban-korban yang lain. Dan alhamdullah polisi yang menyelamatkan saksi adalah seorang muslim.
Karena keluarganya ada di kompi, Saksi ke Kompi Tobelo dan bersama-sama keluarganmya (5 orang saudara dan 2 orang tua) beserta para pengungsi yang lain ke Ternate dengan Kapal 7 hari bersama korban-korban yang lain. Dan alhamdulillah polisi yang menyelamatkan saksi adalah seorang muslim.
Karena keluarganya ada di kompi, Saksi ke Kompi Tobelo dan bersama-sama keluarganmya (5 orang saudara dan 2 orang tua) beserta para pengungsi yang lain ke Ternate dengan Kapal Perang.
Tambahan :
- Masyarakat Kao Islam saat penyerangan ditempatkan paling depan dan mereka menyerang sambil bertakbir . (tindakan untuk mengelabuhi)
- Masyarakat Kao Islam selalu diperalat dalam setiap penyerangan karena mereka sudah ditekan dan kepepet, semua kebutuhan mereka sudah dipenuhi oleh pihak Kristen bahkan mereka kabarnya sudah memakan daging babi kalau tidak mau dibunuh.
- Sebagian masyarakat yang lari ke hutan sudah tewas dan sebagian yang lain sempat mendapat pertolongan aparat dan dibawa ke Ternate.
Ibu Masriah bersama muslim lainnya mengungsi ke Masjid , Masjid di kepung kemudian di bom dan dipanah. Kurang lebih 50 orang laki-laki di cincang/potong-potong termasuk suami ibu Musriah. Ibu Musriah sendiri bagian belakang kepalanya di potong dan telapak tangan di tembus panah. Muslim lain banyak yang terkena bom dan panah. Alhamdulillah Ibu Nussriah dan 3 orang anak lainnya di selamatkan oleh aparat Muslim.
Seperti yang dituturkan oleh :
Ibu Musriah umur 40 tahun pengungsi asal Makian Talaga
Luka kena panah terdapat pada panggul bagian kirinya . Dan ibu Nurain di lihat sendiri di dalam Masjid Al Ikhlas tempat ia mengungsi bersama muslim lainnya sudah terbunuh banyak sekali orang dalam masjid, terutama kaum lelaki kondisi ibu-ibu dan Anak-Anak saat itu banyak ketakutan sehingga tubuh mereka lema bahkan ada yang pingsan dengan kondisi seperti itu dilihat waktu semar-semar banyak sekali anak-anak usia Balita di ambil oleh pasukan Nasrani tanpa diketahui oleh ibu mereka kondisi tubuh sangat parah.
Ibu Nurain sendiri ketika akan dibunuh oleh pasukan Nasrani dengan lemah meminta dan memohon agar ia jangan dibunuh bersama anaknya masih kecil (3 tahun). Dan bersama kurang lebih 6 orang lainnya diiktkan kain merah dikepala, diangkat dengan mobil truk melawati desa KUPA-KUPA dan mampir sebentar di desa USOSIAT disini anaknya yang berada digendongan diambil dan diserahkan rumah pendeta, kemudian mereka semua diantar ke polres setelah dipengungsian polres semua baru menjamin bahwa anak-anak yang telah diambil berjumlah kurang lebih 40 orang dan ditampung di rumah kepala desa kupa-kupa dan yang meninggal di Masjid 391 orang. Ibu Narain ini juga menyaksikan seorang Wanita yang masih gadis dibakar hidup-hidup karena tidak mau menjadi istri oleh pasukan Nasrani setelah itu ditarik keluar Masjid.
3. Ibu Ida pengungsi di Masjid Al Muhajirin dengan 4 orang Putra
Dari keterangan Saksi keseluruhan muslimin yang berlindung di Masjid Al Muhajirin Tugulihua kurang lebih 500 orang, Masjid digempur hari tanggal 21 Desember 1999 dengan memakai bom, panah, batu, tombak dan lain-lain. Baom pertama yang dilempar kedalam Masjid langsung menewaskan suami ibu Ida dan langsung dicincang oleh pasukan Nasrani disaksikan sendiri oleh Ibu Ida, juga Kitab Suci Al Quran di potong-potong. Kurang lebih 60 orang yang terdiri dari wanita dan beberapa orang anak menurut ibu Ida di paksa menyerah supaya terselamatkan dan dipaksa keluar Masjid dan diharuskan Yesus Yesus dan langsung pada kepala mereka diikat kain merah, samar terdengar teriakan bersahut-sahutan hidup BELANDA, hidu AUSTRALIA sedangkan yang sisanya kurang lebih 440 orang yang di Masjid sudah terbantai bayi Ibu IDA berusia 2 tahun di ambil sewaktu ibu IDA masih di dalam Masjid, perempuan (11 tahun) + laki-laki (5 tahun) sudah meninggal dan entah dimana. Dan yang bersama ibu IDA sekarang adalah anak laki-laki berusia 6 tahun terpotong dibagian depan kepala dan telapak tangan dan ibu Ida sendiri di bagian punggung terdapat luka kena pana.
Catatan foto-foto saksi di ambil.
Ternate 10 Januari 2000
Bantuan saudara dapat anda Salurkan melalui No. Rek.Bank Danamon 044.090-14702.3
a.n. MUHDAR HASANAT.
Bila berupa barang kirimkan ke alamat =
POS KEADILAN PEDULI UMMAT, Jln Teratai No.29, Tanah
Tinggi, Ternate 97700.Ph/fax (0921) 23903
E-mail : [email protected]
Atas bantuan dan kerja samanya diucapkan Jazakumullah khairan katsiroh dan terima kasih.
TIM INVESTIGASI POS KEADILAN PEDULI UMMAT
Rekening Bank a.n Pos Keadilan Peduli Ummat :
BANK MUAMALAT INDONESIA : No. Rek. 301.00354.15