![]() |
||
|
AMBON MASIH TEGANG, KASAD SARANKAN REKONSILIASI DALAM BENTUK NYATA
Wednesday, May 03, 2000/8:18:38 PM
Ambon, 3/5 (ANTARA)- Keadaan kota Ambon hingga Rabu siang masih mencekam, sementara aparat keamanan bersenjata lengkap tampak melakukan penjagaan ketat di berbagai daerah rawan bentrokan, seperti di kawasan Batumerah dan Mardika.
Sementara itu, Kasad Jenderal Tyasno Sudarto dalam kunjungan kerjanya ke Kodam XVI/ Pattimura, Rabu, menyarankan supaya segera dilakukan rekonsiliasi dalam bentuk nyata di Ambon dan Maluku.
"Saya sarankan perlunya rekonsiliasi yang dilaksanakan dengan tulus dan ikhlas, mau saling memaafkan, dan rekonsiliasi diwujudkan dalam bentuk nyata. Bukan rekonsiliasi di atas meja (hanya konsep), atau hanya bicara-bicara (tidak kongkrit), tetapi harus rekonsiliasi dalam bentuk nyata," kata Kasad.
Menurut Kasad, rekonsiliasi bentuk nyata itu bisa dilaksanakan dengan melaksanakan rehabilitasi fisik. Misalnya, dalam rehabilitasi gedung gereja, masjid, atau pasar, dan penduduk Maluku (baik kelompok Putih maupun Merah) melaksanakannya secara bersama- sama.
"Inilah salah satu bentuk rekonsiliasi di lapangan. Jangan hanya bicara-bicara saja dalam melaksanakan rekonsiliasi, namun ada aplikasi rekonsiliasi itu," katanya.
Kasad juga menegaskan bahwa maksud kunjungannya ke Ambon/Maluku adalah untuk memberikan saran tentang pemecahan masalah Ambon dan Maluku.
"Misalnya dalam melaksanakan rehabilitasi di Ambon dan Maluku, fasilitas apa yang bisa diberikan TNI AD. Rehabilitasi daerah, fisik dan nonfisik, perlu dilaksanakan secara paralel dengan upaya aparat keamanan menghentikan bentrokan dan upaya rekonsiliasi," katanya.
Sementara itu, aparat keamanan dengan persenjataan lengkap masih terlihat berjaga- jaga di berbagai daerah rawan di Ambon, seperti di kawasan Jalan Sangaji, Batumerah, Galunggung, dan Hunut. Sedang penduduk masih terlihat emosional, dan jam malam, mulai pukul 21.00- 06.00 WIT, masih tetap diberlakukan di wilayah Kodya Ambon.
Kegiatan kota Ambon siang hari terlihat agak ramai, sementara puing- puing bangunan bekas kerusuhan mulai ditumbuhi rerumputan. Aktivitas angkutan umum, becak, pertokoan, pasar, maupun perkantoran masih berlangsung, namun keadaan kota Ambon akan tampak mencekam dan seperti kota mati setelah pukul 21.00 WIT.
Rombongan Kasad dan Pangdam XVI/ Pattimura Brigjen Max Tamaela juga mendapatkan pengawalan cukup ketat, bahkan sempat disambut dengan emosional oleh sekelompok penduduk Ambon di halaman Masjid Raya.
Tidak ada korban dalam insiden itu, namun sempat membuat panik karena beberapa orang tak dikenal mengeluarkan teriakan-teriakan yang isinya memprovokasi warga. Berkat tindakan sigap aparat keamanan, semua rombongan segera masuk ke dalam bus dan langsung meninggalkan lokasi tersebut. Namun sejumlah warga menyatakan rasa hormatnya atas kunjungan Kasad tersebut.
Kasad dalam kunjungan kerjanya itu, mengunjungi Masjid Raya Al-Fatah, Gereja Maranatha, dan berbagai posisi jaga aparat keamanan, seperti di pos jaga Yonif 509 di Jl Sangaji, Yonif 303 di Batumerah, Yonif 733 di Galunggung, Yon Armed II di Hunut, Yonif 611 di Desa Poka, dan Den Zipur 05.
Kepada semua aparat TNI AD, Kasad Jenderal Tyasno meminta mereka untuk melakukan tugas secara terpadu dan terkoordinir.
"Jangan membuat suasana justru menjadi tampak mencekam atau kaku. Usahakan terlihat rileks dalam melakukan tugas pengamanan, supaya masyarakat juga bisa merasa rileks. Kalau masyarakat sudah terbiasa rileks, maka akan lebih mudah dalam melakukan tugas pengamanan," tegas Kasad.
Kasad juga meminta semua aparat keamanan untuk tidak memandang masyarakat sebagai musuh atau lawan. "Mereka adalah saudara- saudara kita (TNI). Apakah anda bisa melaksanakannya," tanya Kasad, yang dijawab para prajurit dengan kata "siap".
Kekurangan Oditur
Menanggapi pertanyaan wartawan tentang tindakan terhadap prajurit yang terlibat dalam konflik antar penduduk Ambon/Maluku, Kasad mengatakan bahwa maksud kedatangannya juga termasuk untuk mencari solusi dalam mengatasi masalah seperti itu.
"TNI betul-betul akan menegakkan disiplin dengan mengedepankan supremasi hukum. Sehingga jika ada oknum- oknum anggota TNI AD yang berbuat salah (seperti terlibat dalam konflik), maka hal itu harus segera diselesaikan secara hukum," katanya.
Ditegaskannya, Pangdam XVI/Pattimura sebenarnya sudah mengambil langkah-langkah dalam mengatasi hal semacam itu, namun jumlah personil hakim dan Oditur Militer yang bertugas di Ambon/Maluku, masih kurang.
Proses hukum yang dilaksanakan TNI AD bukan hanya penyidikan, karena hasil penyidikan itu semestinya segera disampaikan kepada Jaksa (Oditur Militer), untuk selanjutnya digelar persidangannya di Mahkamah Militer.
"Kesulitan yang dihadapi adalah karena keterbatasan hakim dan oditur militer," katanya, sambil menambahkan bahwa sudah banyak kasus "tindakan" aparat keamanan yang telah selesai disidik Pomdan XVI/Pattimura dan aparat kepolisian.
Melihat masalah itu, Kasad menyatakan bahwa dirinya akan segera melaporkan permasalahan itu kepada Panglima TNI Laksamana Widodo AS, agar bisa segera diambil langkah- langkah terobosan dalam mengatasinya.
Kasad menyebutkan terobosan yang akan diusulkan itu, di antaranya adalah personil hakim dari ketiga angkatan (TNI AL, TNI AU, dan TNI AD) bisa segera diperbantukan ke Kodam XVI/Pattimura.
"Jika hal itu masih belum cukup, maka saya mengusulkan supaya bisa dibentuk suatu pengadilan Ad Hoc/ Hakim Ad Hoc. Misalnya jika masalahnya ada koneksitasnya dengan masyarakat, maka bisa diangkat Hakim Ad Hoc. Usulan seperti ini tentunya bisa saja disampaikan kepada pemerintah".
"Karenanya, saya akan segera menyampaikan usulan ini kepada Bapak Panglima TNI Laksamana Widodo AS setelah tiba di Jakarta," katanya.
Kasad juga menegaskan bahwa prajurit TNI AD yang di BKO-kan (bawah kendali operasi) ke Kodam XVI/Pattimura, bisa diadili di Ambon (Mahmil) jika terlibat dalam konflik antar penduduk. "Hal seperti itu bisa segera diselesaikan (diadili) di sini (Ambon)," tegasnya.
Dia juga menambahkan bahwa pembentukan Korem di Maluku Utara akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran pemerintah, meski di daerah itu rawan konflik. "Akan diprioritaskan dalam pembentukannya, namun akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran pemerintah."
Kasad dalam kunjungan kerjanya ke Kodam XVI/Pattimura didampingi para perwira teras TNI AD, seperti Asops Kasad Mayjen Amir Sembiring, Aster Kasad Mayjen Saurip Kadi, Danjen Kopassus Mayjen Syahrir MS, Danpuspom TNI Mayjen Djasri M, dan Sekdispenad Brigjen Affandi. (T.PTU01/ 3/05/:0 20:13/ND08
0305002011 NNNN