b_atas.jpg (47700 bytes)
Islam is rahmatan lil aalamiin

Jihad sabiluna wa al mautu fii sabiilillaah asma' amanina

Laskar Jihad Serahkan Senjata Tajam ke Polisi

http://www.republika.co.id/2004/14/15750.htm

BOGOR -- Laskar Jihad Ahlu Sunnah Wal Jamaah menyatakan segera memenuhi

imbauan Kapolri Letjen Pol Rusdihardjo untuk menyerahkan berbagai

senjata tajam yang mereka gunakan dalam latihan perang. Mereka juga akan

segera meninggalkan lokasi latihan di Kampung Munjul, Desa Kayu Manis,

Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

''Sebagai bukti bahwa kita bukan gerombolan preman pengacau keamanan

maka kita serahkan senjata tajam ini ke Kapolwil Bogor,'' kata Jafar

Umar Thalib, panglima perang Laskar Jihad.

Kapolwil Bogor Kolonel Pol Drs Edi Darnadi dalam keterangan pers di

Markas Polwil Bogor tadi malam kemudian menimpali bahwa Jafar pun akan

meninggalkan lokasi latihan. ''Karena ustadz Jafar ini bukan orang

Bogor, maka dia akan segera kembali pulang kampung halamannya,''

katanya.

Hingga semalam belum ada rincian ihwal kapan penyerahan senjata tajam

dan pemulangan sekitar 1.000 anggota Laskar Jihad ke daerah asal

masing-masing, seperti Solo, Yogyakarta, dan Semarang. Latihan itu

berlangsung sejak Senin (10/4).

Pagi harinya Kapolwil memang telah mengultimatum Laskar Jihad agar dalam

waktu 1 X 24 jam meninggalkan lokasi latihan dan markas di Kampung

Munjul. ''Satu kali 24 jam sejak hari ini, pukul 11.00, kelompok Laskar

Jihad harus meninggalkan lokasi secepatnya,'' jelas Kapolwil kemarin.

Dia menyebutkan wilayah II Bogor tertutup bagi aktivitas Laskar Jihad,

karena aksi mereka meresahkan masyarakat khususnya warga kampung Munjul.

Masyarakat setempat, menurut Kapolwil Edi Darnadi, telah menyatakan

keberatan dan merasa terganggu atas kehadiran kelompok ini di daerahnya.

Untuk itu mereka minta agar aparat kepolisian membersihkan lokasi

tersebut.

Beberapa aktivitas kelompok ini yang menurut warga meresahkan antara

lain, mereka melakulan latihan bela diri dengan menggunakan senjata

tajam, berupa parang dan pedang. Jalan kampung yang semula berfungsi

sebagai jalan umum, oleh kelompok ini diblokir dan warga setempat tidak

boleh lewat. Kalupun diperboleh lewat, terlebih dulu diperiksa

identitasnya.

Karena, jalan kampung diblokir warga terpakaa menempuh jalan alternatif

sehingga jaraknya lebih jauh. Keberatan lainnya, lanjut Kapolwil, adalah

terganggunya sanitasi. Anggota kelompok ini tidak memiliki fasilitas MCK

sehingga menebarkan bau tak sedap. Kelompok ini juga menebangi bambu

warga untuk membangun sarana penginapan.

Atas dasar keberatan warga itulah, lanjut Edi, aparat memerintahkan

mereka pergi dari sana. ''Karena jika tidak segera ditangani,

kemungkinan warga setempat akan bentrok dan menimbulkan masalah baru.''

Menurut Kapolwil, kelompok Laskar Jihad menginap di lokasi tersebut

dengan falitas ala kadarnya, tanpa listrik. Ia mengakui kelompok jihad

ini sebelumnya pada tanggal 6 April 2000 telah melayangkan surat

pemberitahuan ihwal keberadaan mereka di sana. Dalam surat itu

disebutkan bahwa mereka akan melakukan latihan bela diri mulai 7-16

April.

Namun, kemudian, kehadiran dan aktivitas kelompok ini meresahkan warga

setempat dan minta agar aparat menertibkan mereka. ''Karena masyarakat

mengharapkan agar secepatnya dibersihkan, maka saya minta agar kelompok

Laskar Jihad mendengar keberatan warga tersebut,'' kata Kapolwil.

Untuk itu, mereka diberi waktu paling tidak 24 jam, sejak pukul 11.00

kemarin. Berarti, kelompok ini harus sudah meninggalkan lokasi latihan

Jumat sore, dan tidak ada lagi aktivitas serupa di daerah Bogor. ''Bogor

terlarang bagi aktivitas Laskar Jihad,'' tegasnya.

Jika hingga Jumat sore kelompok ini belum juga meninggalkan lokasi, kata

Kapolwil, aparat akan bertindak tegas dengan mengusir paksa dari sana.

Saat ini ribuan aparat kepolisian dibantu anggota Korem dan Kodim telah

disiapkan untuk terjun ke lokasi guna membersihkan kampung tersebut.

Kekuatan personel yang akan diturunkan, menurut Kapolwil, dua kali lebih

besar dari jumlah anggota laskar. Jika anggota laskar sekitar 1.000

orang, aparat yang akan mengusir mereka dari sana sedikitnya berjumlah

2.000 personel dengan atribut lengkap.

Namun, sebelum mengusir paksa dilakukan, Kapolwil minta agar kelompok

ini meninggalkan kampung Munjul dan pulang ke daerah asal masing-masing.

Aparat akan membantu mencarikan sarana angkutan jika memang dibutuhkan.

Ia mengatakan aparat akan mengawal kelompok ini ke luar dari daerah

Bogor. Ia menduga besar kemungkinan mereka akan pindah ke wilayah lain

di sekitar Bogor.

Pengamatan di lokasi Laskar Jihad, kemarin, ratusan anggota terlihat

sedang latihan lari dan baris berbaris dengan senjata tajam terselip di

pinggang. Dengan menggunakan kaos bertuliskan 'Laskar Jihad', mereka

terlihat sangat disiplin dalam mengikuti latihan.

Kelompok ini juga melakukan shalat Dzuhur di lapangan bersama-sama.

Namun, wartawan sama sekali tidak diperbolehkan masuk ke lokasi latihan

untuk bertemu dengan pimpinannya. ''Pimpinan belum bisa menerima

wartawan, karena sedang sibuk,'' kata seorang keamanan Laskar Jihad

Hosted by www.Geocities.ws

1