![]() |
||
|
Reporter: Iwan TrionoKapendam XVI/Pattimura:
Suara Bom Masih Terdengar
detikcom - Jakarta, Situasi di Ambon masih belum terkendali, Karena, sampai sekitar pukul 20.00 WIT, dibeberapa daerah Ambon, masih terdengar dentuman bom molotov. Namun, Kapendam XVI/Pattimura, Kolonel. Iwa Budiman menjelaskan, pihaknya masih belum bisa menemukan dimana daerah tersebut.
"Sekarang ini masih banyak terdengar suara bom di beberapa daerah. Tetapi, kami belum bisa menemukan dimana tempatnya," ujar Iwa saat dihubungi detikcom melalui telepon, Jumat (19/5/2000).
Iwa juga mengatakan, semua peristiwa yang mengakibatkan beberapa orang tewas itu, sangat mengganggu ketenangan masyarakat Ambon. Karena, selama ini mereka sudah hidup tenang kembali.
"Ya, sejak para laskar jihad itu datang, banyak peristiwa yang mengakibatkan beberapa orang tewas. Dan, masyarakat sangat terganggu sekali keamanannya. Pokoknya tidak tenang deh," ujar Iwa.
Seperti diketahui, beberapa waktu yang lalu, pasukan laskar jihad sudah tiba di Ambon. Maksud kedatangan mereka, hendak membantu masyarakat muslim yang berada di Ambon. Dan, membantu memperbaiki semua fasilitas yang rusak.
Tetapi menurut Iwa, maksud kedatangan mereka itu tidak terlaksana dengan baik. Karena, hal itu terhenti menyusul kejadian yang mengakibatkan tewasnya beberapa orang masyarakat Ambon. "Mungkin anggota laskar itu emosional, sehingga terjadilah kejadian itu," jelas dia.
Iwa juga menambahkan, kalau para anggota laskar jihad tidak mau mundur dari Ambon, maka aparat keamanan akan menjalankan prosedur keamanan yang berlaku. "Kita akan berusaha mengimbau para laskar jihad itu. Tetapi kalau mereka tidak mau mendengar, maka kita akan menjalankan prosedur yang berlaku," tukas Iwa.
Sementara itu, Iwa memaparkan, data korban sementara yang telah diterima oleh pihak Kodam antara lain, korban dari masyarakat, 25 orang tewas, 68 orang luka berat dan ringan. Sedangkan TNI/Polri 3 orang tewas, 11 orang luka berat dan ringan. "Tetapi data itu hanya data sementara. Mungkin msaih banyak korban yang belum terdata," jelas dia