b_atas.jpg (47700 bytes)
Islam is rahmatan lil aalamiin

Jihad sabiluna wa al mautu fii sabiilillaah asma' amanina

SRI SULTAN SOAL MARKAS JIHAD DI YOGYA
Jangan Timbulkan Persepsi yang Keliru
YOGYA (KR) - Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengatakan tidak keberatan dengan keberadaan markas jihad di Yogyakarta. Tetapi diharapkan keberadaan mereka tidak menimbulkan persepsi keliru, sehingga tidak mengakibatkan munculnya rasa khawatir ataupun kegelisahan dari sebagian masyarakat yang beragama lain.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X kepada wartawan di Kepatihan, Rabu (19/4), juga menyatakan tidak tahu pasti apakah laskar jihad jadi berangkat ke Maluku atau tidak. Keberangkatan laskar ini pun dipertanyakan apakah akan membawa manfaat atau malah sebaliknya. Karena tidak menutup kemungkinan terjadinya konflik oleh kekuatan lain untuk hal yang sama.
”Jadi, kalau kita bicara senasib sepenanggungan dalam pemahaman kebhinekaan dan kemajemukan, apakah hal ini telah dipertimbangkan secara benar, jernih dan jujur,” ujarnya.
Selanjutnya, karena mereka bermarkas di Yogyakarta, bagi Sultan tidak ada masalah, hanya saja bagaimana peran dan isu yang terlontar. Karena selama ini, Yogyakarta aman tidak ada sesuatu yang menimbulkan konflik baik itu antaretnik maupun antaragama.
Keberadaan pasukan jihad diharapkan tidak menimbulkan persepsi keliru oleh pasukannya maupun masyarakat Yogya, sehingga tidak menimbulkan rasa kekhawatiran atau kegelisahan dari sebagian masyarakat yang beragama lain maupun masyarakat Yogya keseluruhannya.
”Saya hanya berharap, mereka bisa menempatkan diri secara proporsional dengan kondisi kebhinekaan di sini yang memang kuat, justru menimbulkan aspek yang positif bukan sebaliknya. Namun juga dapat menjaga diri dari kemungkinan isu, penyalahgunaan, kemungkinan aspek-aspek negatif yang justru merugikan,” kata Gubernur.
Selain itu juga harus diwaspadai dalam berbagai usaha yang sama pada kepentingan menjaga keamanan, ketenteraman, rasa amannya masyarakat dari kekhawatiran-kekhawatiran tertentu.

Korem Siap Back-up
Danrem 072/Pamungkas Kol Inf Bambang Suherman ketika ditemui KR di Mako Denpom IV/2 Jalan Magelang Selasa (18/4), menyatakan pihaknya akan memberi dukungan penuh kepada aparat kepolisian, guna menghadang niat Pasukan Jihad yang akan diberangkatkan ke Maluku Utara. Sebab dikhawatirkan, dengan adanya pengiriman pasukan itu kondisi Maluku Utara yang telah relatif membaik ini, justru akan keruh kembali.
”Prinsipnya kami akan mendukung langkah Polri yang akan menghadang Pasukan Jihad ke Maluku Utara itu. Karena soal pengamanan adalah menjadi wewenang aparat kepolisian, namun kapan pun diminta kami siap untuk membantu,” tandasnya.
Dijelaskan Kol Bambang, sejak awal pihaknya telah mencoba mengimbau kepada Pimpinan FKASW, agar mempertimbangkan rencana pengiriman Pasukan Jihad maupun latihan militer bagi anggota FKASW. Sebab sangat mungkin, kedatangan Pasukan Jihad ke Maluku Utara akan berakibat pada bukannya menyelesaikan masalah, namun justru menimbulkan masalah baru. Sementara upaya pemerintah untuk menyelesaikan kemelut di Maluku Utara sendiri, kini sudah berangsur baik dan mencapai kemajuan yang positif.
Karena itu Danrem berharap, Pimpinan FKASW sebagai warga masyarakat yang menjadi bagian dari warga negara Indonesia, agar mau bersikap dan bertindak patuh terhadap hukum. Dengan demikian, sebagai warga yang patuh terhadap hukum, diharapkan bisa mempertimbangkan untuk bisa membatalkan rencana itu.
”Kami menyarankan, karena kondisi masyarakat di Maluku Utara saat ini sedang berada dalam proses berupaya memulihkan kembali kondisi daerah yang rusak akibat ‘tragedi sosial’ yang terjadi, akan lebih membawa manfaat yang besar, jika rencana pengiriman Pasukan Jihad itu dialihkan dalam bentuk, mengirimkan dana dan berbagai perlengkapan logistik yang diperlukan oleh masyarakat.                           (R-7/Fik)-f



Hosted by www.Geocities.ws

1