b_atas.jpg (47700 bytes)
Islam is rahmatan lil aalamiin

Jihad sabiluna wa al mautu fii sabiilillaah asma' amanina

 

Aparat Masih Disiagakan

Situasi Ahuru Ambon Mulai Tenang

Reporter: Nuruddin Lazuardi

detikcom - Jakarta, Situasi di sekitar Ahuru dan Kebon Cengkih Kecamatan Sirimau Ambon sudah mulai tenang sejak pukul 18.00 WIT. Tetapi aparat masih tetap disiagakan dan beberapa warga masih berkelompok untuk berjaga-jaga seandainya ada serangan lagi.

Awal terjadinya bentrokan yang terjadi di Ahuru, menurut salah seorang sumber detikcom di Ambon, diawali serangan yang dilakukan oleh gerombolan yang tidak teridentifikasi dengan membakar beberapa perumahan dan Gereja Petra dan Puskesmas Waihoka yang terjadi Rabu (17/5/2000) sore.

Rencananya, menurut sumber tersebut, Kamis (18/5/2000) pagi, kelompok merah akan membalas dendam dengan menyerang sebuah masjid yang berada di kampung Rinjani. Tapi, karena rencana tersebut sudah diketahui oleh intel akhirnya diterjunkan beberapa aparat yang menjaga lokasi tersebut. Warga juga ikut dalam pengamanan tersebut.

Tetapi, Kamis (18/5/2000) pukul 13.00 WIT bentrokan terjadi lagi di Ahuru, Karang Pangjang, Kecamatan Sirimau, Ambon. Tidak diketahui siapa yang memulai penyerbuan. Tapi, menurut penuturan sumber yang juga seorang perwira Kodam yang bertugas jaga di sekitar perbatasan Kebon Cengkeh, kec sirimau, bahwa setelah waktu dzuhur terdengar beberapa ledakan dan tembakan di sekitar Ahuru. Sampai saat ini, belum diketahui berapa korban dan jumlah kerugian akibat bentrokan yang terjadi di Aharu.

Kodam Pantau Laskar Jihad

Sementara itu, keberadaan Laskar Jihad yang berada di Ambon saat ini, masih terus dipantau oleh intel Kodam. Menurut sumber tersebut, ternyata aktivitas yang dilakukan oleh Laskar Jihad saat ini tidak menimbulkan kericuhan. Justru, yang dilakukan Laskar Jihad sekarang adalah melakukan dakwah dan memberikan bantuan obat-obatan kepada masyarakat.

"Kebetulan masyarakat di Ambon saat ini masih kekurangan obat-obatan dan sekarang mereka dibantu Laskar Jihad," tutur sumber yang telah bertugas di Ambon selama kurang lebih dua tahun ini. (din)

Hosted by www.Geocities.ws

1