![]() |
||
|
20 April 2000
54 Kapal Akan Serang Tobelo
Reporter: HM Imrandetikcom - Morotai, Situasi Ambon dan sekitarnya saat ini sudah tampak pulih. Bertolak belakang dengan kondisi Maluku Utara, khususnya Galela, Tobelo dan Morotai. detikcom yang berada di Morotai Senin (17/4/2000), mendapatkan sumber informasi intelijen militer yang menyebutkan, Jumat (20/4/2000) mendatang akan ada serangan besar-besaran yang ditujukan kepada satu kelompok di Pulau Tobelo.
Sumber militer itu mengungkapkan, kelompok massa akan menyerang Tobelo
dengan menggunakan 54 kapal jenis phinisi. Sebelum itu, massa penyerang tersebut terlebih dahulu melakukan penyisiran di sekitar Pulau Galela. Makanya kami sedang mengantisipasi terhadap setiap pergerakan massa, mengingat kelompok penyerang itu akan melakukan operasi balas dendam dan bumi hangus, ujar Perwira itu kepada detikcom, Selasa (18/4/2000) di Bandara Morotai.Sedangkan hasil pantauan di lapangan mengambarkan, masih sering terjadi pertikaian, khususnya di pulau-pulau kecil. Di Pulau Rao misalnya, pertikaian masih terjadi di Kota Posi-posi dan daerah Kolorao.
Bahkan Senin (17/4/2000) pagi, telah jatuh 3 korban tewas. Selain itu, korban dari kalangan militer juga berjatuhan. Seorang perwira militer dari kesatuan kesehatan mengatakan, Kamis (13/4/2000) telah jatuh 3 orang korban dari militer. Tepatnya dari kesatuan Yon Infantri 512 Malang. Teridentifikasi, seorang tewas tertembak dan dua orang lainnya luka serius.
Korban tewas akibat tembakan peluru tajam, sedangkan dua lainnya sudah dievakuasi, ujar Letda M. Tauhid dari Kesehatan Paskhas 464/Malang yang kini diperbantukan di Rumah Sakit Lanud Morotai kepada detikcom di Morotai.
Sementara itu, para pengungsi masih terus berdatangan di Lanud Morotai. Tercatat 2500 pengungsi berasal dari kelompok merah/kristen dan sekitar 250 dari kelompok putih/Islam.
Kekuatan pengamanan di Morotai dan kepulauan sekitarnya, saat ini dijaga satu Batalyon Divisi V dan VI Marinir dari Cilandak, Jakarta. Satu batalyon berkekuatan sekitar 500-600 personel dan disebar ke dua bagian. Sekitar 250-300 pasukan ditempatkan di Morotai Utara dan sisanya di bagian Selatan Morotai.
Khusus di lokasi pengungsian Lanud Morotai, telah ditempatkan Tim Suslapa Pusdikkes TNI-AD berjumlah 20 orang. Diperkirakan mereka akan mengakhiri tugasnya 20 April 2000 ini. Sedangkan petugas medis lainnya berasal dari Satgas Kesehatan gabungan TNI dan Departemen Kesehatan RI berjumlah 3 orang.