![]() |
||
|
Date of Publication: March 2000
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokaatuh
Jihad sejuta rasa
Sebagaimana yang telah terbaca tentang berita pembantaian wanita - wanita muslim didesa Songa Kec. Bacan yang berjumlah 30 orang setelah ditipu oleh seorang aparat babinsa Kristen yang katanya menjamin keamanan mereka serta berbagai tragedi pertikaian yang terjadi selama ini Maluku utara Halmahera dan maluku seluruhnya , Telah terjadi berbagai peristiwa yang sekaligus memberikan sejuta rasa perjuangan ini.
Kehidupan berdampingan sebagai saudara dan famili walaupun berlainan agama telah berlangsung ratusan tahun di daerah ini. Bahkan tatkala orang tobelo mengenal Islam dan Nasrani diantara keluarga kakak beradik, orang tua dan anak - anak serta kerabat lainnya saling mempersilahkan untuk memilih agama yang akan dianut masing masing. Pada mulanya kehidupan kerukunan berlangsung penuh damai saling pengertian dan saling menghormati, aku sendiri merasakan kehidu pan itu di masa kanak-kanak sekitat 2 dekade lampau tatkala paman dan bibi yang beragama kristen harus menyisihkan piring, gelas dan alat masak khusus untuk kami yang beragama Islam dan hanya dipakai apabila saudara muslimnya bertand ang kerumahnya. Suasana kehidupan itu kemudian berangsur mulai berubah sekitar 10 tahun terakhir ini , ada dugaan mulai terjadi pereseran nilai kedamaian kehidupan keluarga yang disebabkan oleh adanya gerak -gerak anti islam yang dirancang oleh orang yang datang dari luar daerah Bacan , misalnya Kelompok yang mendominasi kehidupan agama kristen didaerah ini adalah GPM (gereja protestan maluku) semua gereja dipimpin oleh pendeta dari ambon yang semuanya alumni sekolah tinggi theologia ambon . Ada dua fenomena dari dua generasi yang berbeda dari misi dan sikap dua pend eta yang bertugas di Bacan yaitu pendeta Manuhutu sampai pendeta Sinai dan generasinya . Sekitar 10 tahun yang lalu kehidupan kerukunan yang kurang damai mulai terasa dan mulai mencolok satu tahun sebelum kerusuhan ambon , para pendeta muda dari generasi decade terakhir mulai mendominasi lembaga gereja maluku itu , mulailah tercipta pertikaian pertikaian seporadis antara pemuda Kristen dan Islam, tawuran pelajar antar agama yang berlainan itu mulai sangat sering terjadi .
Hari ini tanggal 2 pebruari 2000 , datanglah berita perkembangan jihad di bacan tepatny di Wayaua dibagian timur Bacan para Mujahidin telah berhasil menguasai desa Wayaua setelah berjatuhan banyak korban musuh yang ternyata masih kerabat yang paling dekat, ada adik, ada kakak, ada paman, ada Bibi, ada juga ponakan Kakek juga Nene bahkan cucu dari kedua belah pihak &perasaan ini berkecamuk berbagai rasa menerawang kenangan damai nan manis tempo dulu &kalau tidak persis bagaimana Rasulullah SAW. Berjuang menegakkan keadilan membela kebenaran lillahi KALIMATILLAH mungkin sama perasaan itu seperti tatkala Rasulullah SAW.harus berhadapan dengan kerabat Beliau sendiri dari kaum kuffar kurasiy. Allahu Akbar & sungguh sejuta rasa memang jihad itu , diantaranya rasanya jihad di Bacan dan dan di Tobelo Halmahera terkoyaklah persaudaraan, namun persaudaraan Aqidah jauh lebih kucintai.
Terkutuklah wahai musuh Allah & yang telah menjadi dalang semua tragedi kemanusiaan ini dari antek antek RMS yang telah menguasai GPM menurut sumber media masa .
Wassalam
Bahraen Muhdar
DPD Partai Keadilan Maluku Utara
[email protected]
(DI-03/03/2000)