b_atas.jpg (47700 bytes)
Islam is rahmatan lil aalamiin

Jihad sabiluna wa al mautu fii sabiilillaah asma' amanina

Thamrin Tomagola Tuding Poros Tengah Bermain di Ambon

Reporter: Yogi Arief

 

detikcom - Jakarta, Ambon kembali bergejolak. Orang menghubungkannya dengan kehadiran Laskar Jihad di sana. Namun Thamrin Amal Tomagola lebih melihat gejolak itu akibat banyaknya kepentingan politik yang terlibat dalam konflik. Ia menyebut Poros Tengah termasuk kekuatan yang ikut bermain.

"Data di lapangan menunjukkan, ada orang-orang di Poros Tengah yang membantu perjuangan salah satu kubu yang berperang," ungkap Thamrin saat dihubungi detikcom di Bandung, Sabtu (20/5/2000).

Thamrin memang tidak menutup kemungkinan keterlibatan Laskar Jihad gejolak di Ambon. "Namun belum terdapat bukti di lapangan mengenai keterlibatan laskar jihad dalam memicu konflik," tambah Thamrin.

Yang jelas, menurut Thamrin, kehadiran Laskar Jihad di Ambon memberikan dampak psikologis bagai kedua kubu yang bertikai. "Bagi satu kelompok, hal itu menambah semangat untuk berjuang, sedang di kubu yang lain keadaan itu membuat kelompoknya merasa terancam," jelas Thamrin.

Thamrin sendiri cenderung memendang positif kehadiran Laskar Jihad di sana, "Saya mendengar, Laskar Jihad akan mentransformasi diri untuk berfokus pada misi kemanusian ketimbang pada misi perang, " aku Thamrin. Menurut dia, hal itu akan mendorong situasi perdamaian di lokasi konflik. "Sebab di Ambon ada juga Laskar Kristus, kalau kedua laskar ini sama-sama beraktivitas untuk misi kemanusiaan, seperti bakti sosial, tentunya sangat menguntungkan bagi kita semua, " tambah Thamrin.

Lebih jauh Thamrin melihat, paling tidak ada tiga kepentingan politik yang harus diantisipasi dalam kasus Ambon. Pertama, elemen militer yang pernah masuk dalam jaringan kekuasaan lama. "Kelompok ini yang sering disebut dengan 'tangan-tangan kotor'," sebut Thamrin.

Sebagai penasehat pemerintah untuk kasus Ambon, Thamrin mengaku telah menyerahkan data nama, pangkat dan aktivitas kelompok itu kepada Megawati, Gus dur dan Amien Rais. "Namun sampai sekarang belum ada tindakan apa-apa," Thamrin kecewa.

Kedua, lanjut dia, pihak Poros Tengah. "Meski baru hipotesa, upaya kelompok ini untuk menjegal Megawati jadi presiden cukup kental, sedangkan kasus Ambon menjadi tanggung jawab Mega, sehingga bukan tidak mungkin Ambon akan terus diupayakan terus bergejolak," jelas Thamrin.

Ketiga, menurut Thamrin, kelompok-kelompok yang tergolong dalam jaringan organisasi kekerasan, seperti laskar-laskar yang ada saat ini. "Motivasi kelompok-kelompok ini lebih berorientasi pada keuntungan finansial," ujar Thamrin.

Dicontohkan, terutama di Maluku Utara ada bantuan sebesar Rp 15 milyar untuk pengungsi. Sebagian, Rp 9 miliar dialokasikan untuk pembangunan dapur pengungsian. "Coba kalau dilogika, apa mungkin? Jadi pemda dan pasukan-pasukan militer yang ada pun ikut merasakan keuntungan yang besar tambah," papar Thamrin. (smu)

Hosted by www.Geocities.ws

1