![]() |
||
|
Polisi Tidak Punya Alasan Untuk Menahan Ratusan Laskar Jihad Berangkat ke Ambonhttp://www.kopitime.com/sinarpagi/html/simak2.htm
SURABAYA (SP), Ratusan Laskar Jihad Rabu (10/5) malam meninggalkan
Gapura Surya Tanjung Perak Surabaya menuju Ambon menyusul beberapa
rekannya terdahulu. Dengan menumpang KM Bukit Siguntang, ratusan laskar
jihad ini berhasil mengelabui petugas yang memeriksa mereka secara ketat
dengan menggunakan detektor.
Petugas hanya berhasil mengamankan 90 buah senjata tajam dari berbagai
jenis. Menurut Wakapolresta KP3 Tanjung Perak, Mayor Drs Yoyok Subagiono
Msi, didampingi Kasat Reserse Lettu Sumintho SH, dan Kasat Intel Pam Pol
Kapten Heri kepada wartawan mengatakan tidak ada alasan pihaknya
mengamankan Laskar Jihad. Hal ini menjawab pertanyaan sebagain besar
masyarakat yang menyayangkan keberangkatan mereka menuju Ambon
Selain tidak tidak ada alsan untuk menahan keberangkatan mereka, polisi
juga tidak menemukan bukti kalau mereka itu laskar jihad. Sementara
keterangan masyarakat setempat mengatakan mereka adalah laskar jihad.
''Tapi polisi tidak menemukan bukti yang menunjukkan jika mereka itu
adalah Laskar Jihad," kata Mayor Yoyok.
Menurutnya petugas sebetulnya sudah mengumpulkan semua orang yang
dicurigai sebagai anggota Laskar Jihad di ruang tunggu sebelum naik
kapal, namun hasilnya nihil. Sehingga mereka diizinkan meneruskan
perjalanan naik KM Bukit Siguntang tujuan Makassar.
Tapi, seperempat jam sebelum kapal berangkat seorang laki-laki
berjenggot yang membawa sebuah tas kelihatan tergesa-gesa menghindari
petugas. Melihat hal tersebut petugas menghentikannya. Setelah diperiksa
kedua tas laki-laki itu, petugas menemukan sebuah bungkusan kain yang
isinya puluhan senjata tajam, mulai dari gobang sampai celurit.
Laki-laki yang diketahui bernama Suntana itu, langsung diamankan. Kepada
petugas dia mengatakan, setiap harinya memang berdagang senjata tajam
dari Surabaya ke daerah transmigrasi di Makassar. "Sebulan dua kali saya
pergi ke Makassar menjual barang-barang semacam ini," katanya.
Suntana mengaku, dia juga bukan laskar jihad. Namun dia tidak mengelak
hafal daerah transmigrasi di Makassar karena dia pernah menjadi
transmigrasi. Untuk menambah penghasilannya dia berdagang senjata tajam
dan peralatan pertanian. Setelah petugas yakin Suntana bukan laskar
jihad akhirnya laki-laki bertubuh kekar itu diizinkan naik kapal. l
ck-23