b_atas.jpg (47700 bytes)
Islam is rahmatan lil aalamiin

Jihad sabiluna wa al mautu fii sabiilillaah asma' amanina

Apakah Gus Dur Pemicu Laskar Jihad? (2)

Jakarta - 14 Apr 00 12:59 WIB (Astaga.com)

Jaffar menilai sikap Gus Dur menyengat wibawa umat

Islam Indonesia. "Karena itu kita membuat laskar jihad

agar menaikkan wibawa umat Islam. Sekaligus reaksi

terhadap ketidakmampuan pemerintah mengangkat harkat

dan martabat bangsa ini," tandasnya.

Gus Dur tak peduli. Bahkan ketika Panglima Laskar

Ja'far Umar Thalib, Brigjen (purn) Rustam Kastor dan

tokoh Islam Ambon Ustadz Aly Fauzy ke Istana guna

ajukan protes soal Maluku Gus Dur malah bersikat tak

bersahabat. Apalagi ketika salah seorang laskar muda

menuding Gus Dur sebagai presiden yang bikin susah

rakyat. Gus Dur pun naik pitam. "Saya berjalan dengan

penafsiran saya terhadap UUD 1945 dan saya dipilih

oleh MPR dan saya bertanggungjawab kepada MPR bukan

kepada orang per orang," tukas Gus Dur. Pernyataan itu

dibalas laskar, "kalau gitu, Presiden mau enaknya

saja." Gus Durpun meminta mereka keluar.

Jawaban Gus Dur ini membuat Laskar Jihad tak puas dan

tetap berniat menjalankan jihad di Maluku dan akan

menuntut MPR agar Presiden diturunkan. Selain itu aksi

penolakan terhadap usul pencabutan Tap XXV/MPRS/66

menguat. Keesokan harinya terlihat aksi senada di

Istana negara. Berbagai gerakan ini menurut pengamat

politik MT Arifin, kerap muncul di tengah derasnya

tuntutan umat beragama dan jadi preseden bagi hubungan

pelaksanaan syariat agama disatu pihak dengan negara

pluralis di pihak lain.

Namun, tekad laskar itu sudah bulat. Siang malam,

mereka digodok di daerah Munjul, Kayumanis, Tanah

Sereal Bogor. Sebelumnya, mereka melakukan latihan di

beberapa tempat (klik, Habis Munjul Terbitlah Jihad)

seperti pantai Situbondo, Parangtritis, dan Pelabuhan

Ratu .

Tekad bulat jihad di Ambon ini ditanggapi banyak

orang. Meneg HAM Hasballah mengatakan tak ada gunanya

berjihad, karena masalah Ambon sebaiknya tidak

dilakukan dengan kekerasan. Kasus Ambon menurut

Hasballah bukan kasus agama, tetapi lebih pada kasus

sosial, ekonomi dan politik yang belum terselesaikan.

Dalam laporan intelijen konon menyebutkan setidaknya

ada beberapa hal yang menyebabkan awal pertikaian di

Ambon. Pertama, kesenjangan sosial ekonomi, antara

penduduk asli dan pendatang. Kedua, persaingan

perebutan jabatan Gubernur Maluku antara Freedy

Latumahina (Golkar) dengan Letkol CPM (pur) Dicky

Wattimena, mantan Walikota Ambon yang disebut dekat

dengan Cendana.

Konflik elit, tulis laporan intelijen itu - merembes

sampai ke elit lokal dan akhirnya sampai di tingkat

massa ketika ada provokator ikut bermain. Disebut,

permainan elit lokal ini bisa jadi konflik horizontal

yang bakal disemai sampai Jakarta.

Militer punya alasan khusus melarang laskar Jihad

berangkat ke Ambon. Wakil KSAD, Letjen TNI Endriartono

Sutarto minta Laskar Jihad menghentikan kegiatannya

dan tidak berangkat ke Ambon, karena bakal tambah

kisruh. Tekad masih membulat. Panglima Laskar, Jaffar

mengaku sudah mengupayakan lobi-lobi politik dengan

banyak pihak, termasuk dengan pihak TNI/Polri. Bahkan

kendati meminta Max diganti, Jaffar mengaku tak ingin

bertabrakan dengan TNI. Laskar malah mengultimatum

Jihad akan tetap dilaksanakan meski Gus Dur telah

mengancam akan menangkap semua pihak yang berangkat ke

Ambon. Menurut Ustad Thalib, yang ada hanya dua

pilihan. "Jihad di Ambon atau di Jawa" tandasnya.

Sikap saling berhadapan ini dikhawatirkan oleh Menteri

Agama, Tolchah Hasan bakal jadi perang saudara.

Padahal, kata Tolchah rekonsiliasi nasional sedang

dilakukan Gus Dur. Apalagi jika pihak Laskar Jihad

tetap bersikukuh, "Jihad di Ambon atau di Jawa" maka

cukup memberatkan langkah Gus Dur menggelar

rekonsiliasi nasional. Kalau ternyata masih bandel?

Pertanyaannya, adalah jadikah mereka jihad di Jawa?

Pertanyaan ini menjadi tak terjawab mengingat Kapolri

Letjen (pol) Rusdihardjo buru-buru meminta kelompok

ini membubarkan diri dan menyerahkan senjatanya di

Polwil Bogor. Benarkah sampai disitu saja?

Wallahualam. (widiarsi agustina/budiyono)

 

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokaatuh

(DI-21/04/00)

Source : Astaga.com

Hosted by www.Geocities.ws

1