b_atas.jpg (47700 bytes)
Islam is rahmatan lil aalamiin

Jihad sabiluna wa al mautu fii sabiilillaah asma' amanina

Laskar Jihad, dari Istana ke Bogor dan Ambon (4-Selesai)

'Yang Pasti, Kami Semua sudah Siap Mati'

http://www.beritabuana.net/html/hl3.html

ANCAMAN Kapolri Letjen Rusdihardjo memblokade semua jalur laut, udara,

dan darat, tidak menciutkan niat pasukan Laskar Jihad pimpinan ustad

Jafar Umar Thalib. Mereka tetap berangkat ke Ambon, akhir April

mendatang.

"Ini sudah menjadi tekad bulat kami. Sebab, buat kami, jihad itu

merupakan panggilan sekaligus kewajiban. Walaupun, apa yang akan kita

lakukan di sana sebenarnya lebih menekankan pendekatan dakwah," kata

Jafar Umar Thalib.

Keberangkatan pasukan Laskar Jihad itu bertujuan untuk dakwah. Namun,

seluruh anggota laskar yang akan diberangkatkan telah diberi bekal,

berupa beragam teknik dan strategi perang. Pembekalan itulah yang

dilaksanakan baru-baru ini di Bogor. Sehingga, selama di Ambon, anggota

laskar benar-benar siap fisik dan mental. Persiapan ini perlu dilakukan

untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. Termasuk yang terburuk,

seperti diserang dan diserbu musuh.

"Yang pasti, kami semua sudah siap mati. Jadi, bagi kami, tidak ada lagi

rasa takut dan khawatir. Justru, salah satu pendorong tingginya semangat

anggota Laskar Jihad untuk pergi ke Ambon adalah karena mereka ingin

mati syahid. Kami semua merasa Allah berada di belakang kami. Dan, kami

yakin, Allah akan menolong orang yang membela ajaran-Nya," jelas Jafar.

Keberangkatan mereka ke Ambon merupakan satu dari tiga program pokok

Laskar Jihad. Pertama, melakukan upaya untuk membangkitkan semangat

jihad di kalangan kaum muslimin. Salah satunya, melalui berbagai

kegiatan dakwah, seperti tablig akbar di Yogyakarta, yang disusul

puncaknya 6 April lalu di Senayan. Kedua, melakukan latihan gabungan

nasional (Latgabnas) yang dipusatkan di Bogor belum lama ini. Tujuan

tahapan kedua itu, untuk menggembleng fisik dan mental, serta menimba

berbagai ilmu bela diri dan teori berperang. Ketiga, memberangkatkan

seluruh pasukan ke Ambon untuk mempraktikkan semua yang diperoleh selama

ini.

Tahap pertama, akan diberangkatkan sekitar 3.000 orang anggota laskar.

Mereka yang akan diberangkatkan harus lulus tes. Tidak ada masalah

dengan persoalan rumah tangga, termasuk istri dan anak yang akan

ditinggalkan anggota laskar.

Jafar yakin, keberangkatan anggota laskar ke Maluku tidak akan

memperkeruh suasana pertikaian di daerah itu. Dan, dia pun menolak

anggapan bahwa Laskar Jihad yang dipimpinnya tidak mendahulukan upaya

damai. Dia memastikan, langkah-langkah anggota laskar akan betul-betul

tepat sasaran.

"Percayalah, kedatangan kami justru untuk membuat Maluku aman. Kalau

soal perlunya langkah damai, kita semua tahu, upaya itu sudah dan sedang

dilakukan pemerintah. Tapi, nyatanya sampai sekarang tidak berhasil,"

tandasnya.

Karena itu, pemerintah sebaiknya berterima kasih kepada Laskar Jihad.

Sebab, misi Laskar Jihad tidak saja akan menumpas mereka yang berbuat

makar terhadap Islam. Tetapi, terhadap mereka yang akan membuat makar

kepada Republik Indonesia.

"Jadi, Laskar Jihad itu bukan pemberontak. Kami justru ingin menumpas

pemberontak. Bukti bahwa kami bukan pemberontak, kami telah memenuhi

permintaan polisi untuk menyerahkan seluruh senjata tajam yang pernah

kita gunakan untuk latihan selama ini. Walaupun tanpa senjata, kami

tidak takut. Sebab, prinsip kami, kalau ditantang, kami pantang mundur.

Siapa pun harus dihadapi, walau nyawa taruhannya," tegas Jafar.

o yapto subiakto/toto izul fatah

Hosted by www.Geocities.ws

1