b_atas.jpg (47700 bytes)
Islam is rahmatan lil aalamiin

Jihad sabiluna wa al mautu fii sabiilillaah asma' amanina

Mereka Masih Terus Berbondong-bondong Masuk Islam

 

Kondisi paskah kerusuhan membuka hidayah bagi banyak orang di wilayah Halmahera Selatan. Terbukti mereka terus berbondong-bondong mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai pertanda masuk Islam. Paling tidak ada 228 orang muallaf baru dari desa Gete Lama dan 300 orang lagi dari desa Gete Baru (sekitar 1 jam perjalanan motor laut dari desa Lata-lata). Mereka masuk Islam dengan keadaan yang senang, ikhlas, dan tidak ada yang maksa. Sebagaimana diceritakan Mahmud Taufik (24 Tahun) ketika dihubungi lewat telepon saat berkunjung di perwakilan Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) perwakilan Bacan, setelah masuk Islam hatimya menjadi tenang, perasaannya semakin luas, tidak seperti dulu, kita harus beribadah seperti karena takut dengan pendeta. Tapi kalau sekarang kita jadi sadar dengan kehidupan ini sehingga kita perlu beribadah. Ketika ditanya waktu kerusuhan, pria nama Kristen Hengki Tebo menjelaskan bahwa sama sekali kami tidak melawan orang-orang Islam. Kami langsung ke hutan kurang lebih 3 minggu baru kami diminta keluar oleh kepala desa Lata-lata Ishak Derira. Kami sekarang sekeluarga 2 orang tua dan 3 saudara sudah masuk Islam semua.

 

Begitu juga halnya dengan Komaruddin 32 tahun, yang mempunyai nama sebelumnya Steven Sabotete, juga menceritakan dengan kesan senang sekali masuk Islam. Ketika sholat sepertinya sangat dekat dengan Tuhan. Saya tidak menyesal masuk Islam. Justru saya menyesal kenapa baru sekarang bersama Islam, kilahnya bapak yang mempunyai istri Robbaniah dengan 1 anak ini. Dia juga menjelaskan ketika di hutan selama 3 minggu hanya makan pisang dan kelapa muda saja. Lalu datang kepala desa meminta keluar saja dan menyerah. Setelah keluar malah dibimbing dan dinasehati sehingga muncul seperti semangat hidup ulang. Lalu diminta untuk mandi dan dibimbing mengucapkan syahadat oleh salah seorang ustadz dari Jakarta. Dari situlah saya menjadi muslim.

 

Kini mereka sudah bisa mendirikan sholat Jumat sendiri, meski di bawah pohon Kelapa, kondisi yang sangat darurat, kata Ust Ridwan Husen, dai utusan PKPU. Mereka sholat di depan kantor desa, dengan alas terpal. Kalau sholat jumlahnya 4 shof laki-laki dan 6 shoff perempuan. Karena tempatnya terbatas maka sebagian yang lain berdiri menonton di dekatnya. Susahnya ketika cuaca sedang hujan maka sholat isya kadang sampai jam 10 malam. Hari-hari terdengar orang bersenandung a.. ba.. ta… tsa  dst. Seperti  sedang menghafal iqra.

 

Berkaitan  dengan masalah muallaf Ketua PKPU Ternate, Nurhabib berkomentar mereka adalah seperti kaset kosong. Apabila mereka diisi dengan ilmu Islam yang baik maka bukan tidak mustahil dari daerah ini nantinya banyak melahirkan ustadz-ustadz. Namun pabila setelah masuk ditelantarkan lag, Islam seperti apa yang akan mereka terima dan dijalankan nantinya. Meskipun rumah – rumah mereka sudah roboh akibat kerusuhan  kini mereka menemukan gairah hidup lagi walau dari nol. Dari nol secara akidah, juga dari nol kehidupan riil seperti perekonomian. Untuk itu, kepada kaum muslimin di mana saja berada kami menghimbau bantuan baik secara materi maupaun doa. Kini yang sangat  mereka butuhkan adalah seorang  yang bisa menjadikan contoh (uswah) atas ilmu Islam yang mereka dapatkan, sandal, kerudung, mukena, sarung, sembako  dan tentu juga dana. Hidup mereka jelas sekarang bergantung pada umat Islam.  Siapa peduli.

 

Dari Kecamatan Gane Barat juga tercatat muallah baru sebanyak 222 orang yang terdiri dari desa Jibubu sebanyak 144 orang (31KK), Dusun Yomen desa Sekli 68 orang (14 KK) dan desa Paspa lele 10 orang (2 KK).   Proses  pengislaman terjadi   tanggal 6 Maret yang silam dengan melibatkan tokoh masyarakat dan petugas KUA setempat. Demikian disampaikan oleh Ust. Mufrod dalam safarinya ke Saketa (Gane Barat).

 

Kondisi Galela

 

Setelah  para mujahidin menepati janji akan menyelesaikan Galela setelah hari Raya Id, kini masih 2 desa yang masih tersisa akibat penyisiran oleh mujahidin di pantai bagian Utara galela. Dua desa itu adalah Duma dan Togasa. Di desa Togasa sempat terdengar pekik Allahu Akbar ketika mujahidin mau menyerang desa itu. Berarti mereka tersandra di dalam gereja. Hal inilah yang mengurungkan niat untuknya terus menyerang. Setelah  diusut bagaimana mereka bisa tersandra ternyata mereka ketika terjadi kerusuhan masih di kebun. Memang desa itu  mayoritas Kristen. Setelah musim pulang dari kebun tiba dengan tanpa tahu masalahnya mereka langsung disandra dan dimasukan ke dalam gereja. Kondisinya mereka sangat kurus, karena sudah sebulan dikurung dalam gereja.

 

 

 

Ingin Pisah dari Maluku Utara

 

 

Para  Salibis  yang menguasai daerah  Halmahera   bagian   utara ( Tobelo, Kao, dan sebagian Galela ) menginginkan memisahkan diri dari Propinsi Maluku Utara. Hal ini sesuai dengan surat No. B/O1/FLPH/12/III/2000 yang ditanda tangani oleh Nofino Lobiua yang mengatasnamakan Forum Keturunan Pakualam Halmahera. Mereka menilai pemerintah Daerah Maluku Utara bersikap tidak adil, arogan dan diskriminatif. Karena warga Kristen Tobelo menolak pemerintah yang dijalankan Pemda Maluku Utara, seraya meminta melepaskan diri dari Maluku Utara.

 

Jailolo

 

Di Jailolo pertikaian kembali terjadi.  Senin, 27 Maret  2000 sekitar Pk. 12.00 terjadi penyusupan  pasukan Mujahidin  yang dikenal dengan     pasukan 007 mengadakan penyerangan secara serentak dan membakar rumah-rumah penduduk  (salibis) dan  2 buah Gereja didesa Tedeng Kec. Jailolo.Keesokan harinya Selasa  28 Maret 2000 pukul 16.00 ,3 orang pekerja   kelapa di desa matui Jailolo diserang oleh seorang Salibis dengan membawa dua buah tombak. Ketiga orang tersebut berada dalam keadaan membawa muatan dan tidak pernah terbayang akan adanya serangan .Serangan dilakukan secara serentak dan melukai dua orang   pekerja tersebut , seorang meyelamatkan diri (lari), sedangkan seorang salibis   yang melakukan penyerangan lari dan hilang jejaknya.

Korban luka-luka adalah :

1.     Muhlis,( 26 tahun )  luka kena tombak dipaha kanan.

2.     Udin   ( 20 tahun ) luka kena tombak dada kiri, dan  dada kanan bagian perut,paha kanan dan tangan kanan .Korban sementara dirawat di RSUD   Ternate.

 

Ternate

Seruan Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Maluku Utara untuk mengenakan busana muslimah mulai disambut baik. Sekarang pakaian ketat dengan ketiak kelihatan hampir tidak ada. Hal ini juga membuat sadar bagi para cewek yang nakal. Sebut saja Ira yang sehari-hari memakai kaos You Can See kini harus berpikir dan bertanya-tanya kepada Ustadzah Wita, sanksi apa gerangan yang akan dilakukan wanita MUI bila dalam penyisiran mendapatkan yang dimaksud. Menurut pantauan PKPU Ternate paling tidak membawa bekas bagi masyarakat Ternate atas himbuan MUI tentang anti maksiat yang dibacakan serentak saat menjelang dan sesudah Sholat Jum’at lalu. Tulisan : dilarang mabuk di tempat ini, Stop musik untuk tempat-tempat dekat masjid, Bahkan jalan raya ada yang ditutup ketika  waktu sholat telah tiba. Tulisan yang masih memberi nada semangat banyak di pertigaan jalan seperti : Masih tersedia Lowongan Jihad.

 

Menindak lanjuti seruan untuk menjilbabi para muslimah berarti di Ternate sekarang membutuhkan paling tidak 80. 000 potong jilbab. Siapa yang akan menjadi donatur?

Mereka adalah kebanyakan para pengungsi, para muallaf, juga sebagian kecil masyarakat setempat. PKPU TTE tgl 04-04-2000

 

Pos Keadilan Peduli Umat Ternate

 

Hosted by www.Geocities.ws

1