b_atas.jpg (47700 bytes)
Islam is rahmatan lil aalamiin

Jihad sabiluna wa al mautu fii sabiilillaah asma' amanina

Ambon Mencekam, Diwarnai Tembakan

Ambon - 16 May 00 16:10 WIB (Astaga.com)
Kota Ambon dan sekitar, Selasa (16/5) sore kembali tegang di sejumlah tempat terdengar tembakan untuk membubarkan konsentrasi massa. Ketegangan dipicu insiden Nyong Ferdindus (18) yang meninggal akibat tabrak lari salah satu truk di kawasan Larier, Desa Passo. Selain itu, ada informasi satu mobil dan dua penumpangnya dibakar di Passo. Hal ini diperuncing pelemparan satu mobil milik Polda Maluku di perbatasan Batumerah- Mardika.

Dari informasi yang dihimpun diperoleh keterangan, pelemparan mobil dinas Polda Maluku kijang No Pol 2400 XVI mengakibatkan Kapten Pol Joseph Sainyakit (46) dan seorang PNS Anthon Patty (50) mengalami luka cukup serius. Merekaa menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Ini memicu kedua kelompok massa terkonsentrasi di perbatasan Batumerah - Mardika.

Insiden di Larier, kawasan desa Passo tempat Ferdindus ditabrak salah satu truk membuat masyarakat sekitar kejadian mengejar mobil tersebut. Namun, masyarakat diberondong tembakan anggota TNI yang menumpang truk tersebut yang diduga datang dari arah Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu (Pulau Ambon).

Penumpang truk yang ternyata terdapat sejumlah personel TNI itu berhasil lolos dan melaporkan peristiwa tersebut. Sedangkan satu penumpang sipil terjatuh dan belum diketahui nasibnya, sehingga massa muslim terkonsetrasi di Batumerah. Konsentrasi massa pun terjadi di kawasan Mardika, sehingga aparat keamanan berusaha melerai.

Ferdindus dilarikan ke ke rumah sakit terdekat. Namun, sayang jiwanya tidak tertolong. Lettu Pol Noke Sahumena, salah satu penumpang kijang menuturkan, saat dari Tantui dalam rangka arisan melewati kawasan Galungggung dan Batumerah memang ada konsentrasi massa. Namun, setelah di perbatasan Batumerah- Mardika barulah ada teriakan dan dibarengi lemparan batu.

Kapten Johanis terkena kepalanya sehingga tidak konsentrasi mengemudikan mobil akhirnya menabrak trotoar dan terbalik. Sejumlah tokoh muslim di desa Batumerah mengatakan, kelompok massa muslim terkonsentrasi karena adanya informasi mobil dan dua penumpang dibakar di Larier, Passo.

Konsentrasi massa di perbatasan Batumerah- Mardika ini tengah dilerai aparat keamanan yang didukung empat unit panser. Ketegangan ini diselingi adanya sejumlah ledakan bom dan tembakan senjata yang belum jelas milik aparat keamanan atau rakitan.

Data sementara, Dedy Parinussa dilarikan ke RRSU GPM karena terkena tembakan di bagian ubun-ubun kepala. Dua korban lainnya, salah satunya aparat keamanan yang belum diketahui identitasnya, juga tertembak dan dilarikan ke Rumah Sakit Alfatah.

Hingga berita ini diturunkan, masih terdengar tembakan aparat keamanan guna melerai pertikaian lebih besar. Sementara itu, Pangdam XVI/Pattimura, Brigjen TNI. Max Tamaela selaku Dansat Banmil Maluku dan Maluku Utara belum bisa dikonfirmasi karena tengah berada di Jakarta. Kapolda Maluku Brigjen Dewa Astika pun belum bisa dikonfirmasi. (antara)


Hosted by www.Geocities.ws

1