b_atas.jpg (47700 bytes)
Islam is rahmatan lil aalamiin

Jihad sabiluna wa al mautu fii sabiilillaah asma' amanina

Kegiatan Laskar Dapat Dukungan dari Dalam dan Luar Negeri

http://www.beritabuana.net/html/hl3.html

KEBERADAAN Laskar Jihad di alam reformasi sekarang tak terpisahkan dari

keberadaan serta latarbelakangan figur pemimpinnya. Yakni, Panglima

Laskar Jihad Jafar Umar Thalib. Bahkan, bisa dipastikan, sebagian besar

sikap dan prinsip berislam yang dianut Jafar telah dijadikan semacam

trade mark Laskar Jihad. Ini bisa dilihat dari tingkat kepatuhan dan

ketaatan semua anggota Laskar Jihad kepada guru dan pemimpinnya itu.

Jafar Umar Thalib lahir di Malang, 29 Desember 1961. Memulai

pendidikannya dari SD, Tsanawiyah, dan PGAN pada 1983, ia melanjutkan

pendalaman Islam di sebuah lembaga pendidikan Islam bergaris keras.

Yakni, Pondok Pesantren Persis pimpinan AA Hasan di Bangil. Setelah itu,

dia meneruskan pendalaman selama dua tahun di Lembaga Ilmu Pendidikan

Islam dan Arab (LIPIA) di Jakarta.

Dari LIPIA, Jafar kemudian mulai berkelana ke luar negeri, seperti ke

Arab Saudi, Yaman, Pakistan dan India. Di Yaman, Jafar memang hanya

belajar Islam di bawah asuhan Syekh Mukdi Bin Hadi Alwad. Namun di

Pakistan, India, dan Afghanistan, ia tidak hanya mendalami Islam. Ia

juga mulai berkenalan dengan kehidupan dunia militer.

"Di sana, saya mulai terlibat dalam perang. Dan, saya berada di sana

untuk membantu saudara muslim yang tertindas, sebagai panggilan jihad.

Karena itu, sedikit banyak saya sudah mengenal dunia perang. Karena itu

saya bertekad, ilmu yang saya miliki akan saya amalkan kepada

saudara-saudara di Tanah Air. Saat ini, secara khusus saya berniat

membantu umat Islam di Maluku," ungkap Jafar.

Perkenalannya dengan sejumlah tokoh pergerakan Islam di luar negeri

memudahkannya mendapat dukungan dan bantuan dari para tokoh pergerakan

itu. Baik moral maupun dana. Dukungan serupa juga diperolehnya di dalam

negeri. Sehingga, seperti pernah diungkapkannya saat ceramah di hadapan

ribuan anggotanya, sampai saat ini, kegiatan Laskar Jihad sudah

menghabiskan dana tidak kurang dari Rp 1 miliar.

"Ini luar biasa. Dan, saya sendiri yakin, semua itu merupakan keajaiban

Tuhan. Sebab, sesuai janji-Nya, Allah akan menolong orang yang berjuang

di jalan-Nya. Karena itu, dalam jihad, tak perlu berpikir soal dana.

Sebab, semua akan datang sendiri jika benar-benar iklas berjuang. Dan,

karena itu pula, kita tidak boleh cengeng dengan meminta-minta bantuan

kepada siapa pun. Sebab, itu bisa mengundang terjadinya penunggangan

kepentingan oleh kelompok tertentu," jelas Jafar.

Diungkapkan, apa yang dilakukannya lewat Laskar Jihad itu sebenarnya

bermula dari reaksi para aktivis pengajian di beberapa daerah, khususnya

di Yogyakarta, terhadap sejumlah masalah yang berkembang di dalam

negeri. Karena ada kondisi yang mendorong untuk jihad, dimulailah

penyebaran informasi dan dakwah, melalui ceramah dan tablig akbar di

sejumlah tempat.

Kegiatan itu terus berkembang, hingga pada tahun 1998 disepakati menjadi

Forum Komunikasi Ahlussunah Waljamaah. Forum ini bertujuan memudahkan

koordinasi kegiatan itu. Dan puncaknya, terselenggaralah tabligh akbar

di Yogyakarta dan Senayan, yang berhasil mengajak kaum muslimin untuk

berjihad.

Tampilnya Laskar Jihad di tengah hiruk-pikuk perpolitikan nasional

belakangan ini memang mengagetkan banyak pihak. Tidak sedikit kalangan

yang mengaku terhentak oleh munculnya gerakan Laskar Jihad. Walaupun,

model gerakan Islam seperti itu bukan cerita baru dalam sejarah Islam,

baik dalam konteks internasional maupun nasional.

Beragam pertanyaan mengemuka. Utamanya, mengapa mereka hadir dengan gaya

dan caranya yang khas justru pada saat Islam di Indonesia sedang

bersahabat dengan kekuasaan. Kalau Laskar Jihad muncul karena faktor

tertindas, terpojok, dan tidak punya peran, kehadiran mereka tak cukup

beralasan.

Pertanyaan itu belakangan mulai terjawab. Mereka muncul karena ada yang

tidak beres di negeri ini. Yakni, pertikaian berbau SARA di Ambon, yang

belum juga tuntas sampai sekarang. Apakah kehadiran mereka akan menjawab

seluruh kebuntuan upaya perdamaian yang dilakukan pemerintah selama

ini?o yapto subiakto/toto izul fatah

Hosted by www.Geocities.ws

1