b_atas.jpg (47700 bytes)
Islam is rahmatan lil aalamiin

Jihad sabiluna wa al mautu fii sabiilillaah asma' amanina

Laskar Jihad Berlayar ke Ambon

Dari Berbagai Daerah Lewat Surabaya

koridor.com

[10 May, 4:58]

Rencana keberangkatan anggota laskar Jihad ke Ambon lewat pelabuhan Tanjung

Perak, ternyata bukan isapan jempol semata. Mereka kembali nekat ke Ambon

melalui pelabuhan penumpang Gapura Surya, Tanjung Perak dengan menggunakan

KM Rinjani.

Keberangkatan ratusan pasukan berani mati itu, tidak terlepas dari

pengamanan petugas KPPP Tanjung Perak,

Surabaya. Apalagi penampilan dari pasukan ini sangat mencolok dengan

pakaian

ciri khasnya, yakni berjubah dan bersorban serta berjenggot panjang.

Karuan saja, penampilan mereka itu mengundang perhatian penumpang yang lain

termasuk para petugas yang selalu siap melakukan pengamanan terhadap para

penumpang di terminal keberangkatan Gapura Surya.

Mereka berasal dari berbagai daerah di Jatim dan Jateng. Mereka masuk ke

pelabuhan secara bergelombang dan berkelompok. Setiap kelompok terdiri dari

lima orang.

Dari pemeriksaan petugas, ditemukan lima senjata tajam, dua pedang dan tiga

rompi anti peluru yang terbuat dari besi monel warna putih. Rompi ditemukan

di dalam tas milik Basuki asal Solo, Jateng.

Dari pemeriksaan petugas Basuki mengaku sengaja membawa rompi sebagai

pelindung badan. "Saya sengaja membawa ini hanya untuk melindungi badan

dari

gangguan tindak kejahatan orang lain," tuturnya kepada petugas.

Yang menarik selain membawa bekal dan pakaian, mereka juga membawa ban

dalam

(mobil). Ketika ditanya, mereka tidak mengaku untuk apa ban dalam tersebut

dibawa Ambon.

"Jiwa kami terpanggil untuk memantu sesama muslim di sana yang merupakan

kewaiban bagi orang muslim untuk membantu kuam lemah dan memerangi

kejahilan. Kami berjuang dengan ikhlas," ujar seorang anggota laskar.

Menurutnya, sebelum ke Ambon, selama dua bulan menjalani latihan fisik dan

mental di suatu tempat bersama para pendukung lainnya. Materi latihan

antara

lain menggunakan senjata api, tekhnik bergerilya, dan digembleng kekebalan

dari berbagai jenis senjata.

Sementara Kapolresta Tanjung Perak Letkol Widjaya Purbaya, mengatakan pada

pemeriksaan itu, petugas tidak bisa melarang mereka untuk berangkat ke

Ambon

karena barang-barang mereka bukan sebagai barang terlarang. Kecuali yang

dimiliki tiga orang penumpang yang akhirnya batal berangkat karena dicegah

petugas. "Mau melarang bagimana wong mereka punya tiket resmi dan tidak

membawa barang terlarang," kata Widjaya.***

Hosted by www.Geocities.ws

1