b_atas.jpg (47700 bytes)
Islam is rahmatan lil aalamiin

Jihad sabiluna wa al mautu fii sabiilillaah asma' amanina

LAPORAN TIM INVESTIGASI GEMA KHADIJAH

AMBON :"RAMADHAN MEMBARA"

26 – 27 Desember 1999

Ahad, 26 Desember 1999

Gema jihad kembali membahana di kota Ambon. Gaung jihad di Bulan Ramadhan ini pecah dengan bentrokan antara mujahidin Islam dengan kelompok salibis yang terkonsentrasi di Tugu Trikora dan Jalan Baru Kota Madya Ambon. Kejadian ini berawal dari tabrak lari yang dilakukan oleh seorang warga salibis yang mengendarai mobil Kudamati pada pukul 17.40 WIT. Warga salib yang tidak bertanggung jawab ini menabrak seorang remaja muslim bernama Fauzan Sarijan, 13 tahun, yang mengendarai sepeda motor di depan Tugu Trikora. Remaja naas ini tergeletak di tempat dengan luka parah. Seorang aparat dari kesatuan marinir bernama Serda Suhadi yang berada di lokasi kejadian langsung membopong mayat tersebut ke rumah sakit tentara (RST Ambon). Sementara mobil bernomor polisi DE694 menghilang.

Sejumlah warga yang ditemui , bertutur bahwa orang tua korban berkeinginan untuk mengambil korban. Sementara Serda Suhadi menyatakan bertanggung jawab terhadap pengambilan korban. Serda Suhadi tidak ikut saat orang tua korban ke RST Ambon untuk mengambil korban yang telah meninggal. Siswa kelas II SMP Muhammadiyah Ambon ini tidak ditemukan di Rumah Sakit setempat. Begitupun saat korban di Rumah Sakit Umum, mayatnya juga tidak ada.

Pukul 18.00 WIT hingga 18.15 WIT, kedua massa saling berhadapan, sementara puluhan aparat memblokade jalan depan Tugu Trikora, Jalan Antony Reebok dan Jalam AM Sangaji. Bunyi tembakan dari aparat keamanan terdengar bersahut-sahutan. Penduduk muslim yang berada di sepanjang jalan Sultan Babullah hingga depan Masjid Al Fatah bersiap siaga dan membawa peralatan tajam berupa parang. Menjelang maghrib sebagian massa muslim mundur dan menuju masjid Al Fatah yang hanya berjarak 300 meter dari lokasi kejadian untuk buka puasa dan sholat Maghrib.

Pukul 19.00 setela sholat Maghrib ledakan bom terdengar berkali-kali.Ledakan bom yang dilepaskan oleh massa salibis di balas dengan tembakan senjata aparat marinir.Massa muslim dan mujahidin-mujahidin muda Islam kemudian merengsek maju ke perbatasan Jalan Baru-Pohon Polo.Sebagian massa muslim lainnya terkonsentrasi di depan toko simpang dan masjid Al Fatah.Suasana malam menjadi sangat tegang.Ledakan bom serta tembakan gelap dari beberapa warga kristen yang menggunakan senjata organik menyebabkan sebagian massa muslim berlindung di balik dinding rumah.

Ledakan-ledakan bom rakitan dan tembakan senjata rakitan dari kelompok kristen menyebabkan 4 orang warga muslim terluka dan 4 orang aparat dari kesatuan marinir tertembak.Sementara massa kristen yang terluka cukup sulit didientifikasi.

Keterangan sejumlah saksi mata saat ditemui mengatakan bahwa aparat yang terluka ini ditembak oleh warga kristen yang berada di gedung berlantai tiga .Warga sipil ini menggunakan pakaian beridentitas marinir serta bersenjata organik.Indikasi ini cukup kuat karena pada tanggal 16 Desember 1999,disita sejumlah pakaian marinir palsu dan ratusan amunisi dari KM Dobonsolo yang diselundupkan oleh 3 warga kristen.

Pukul 22.00 WIT massa muslim dengan menggunakan bom molotov dan senjata parang serta bom rakitan kembali merangsak maju. Beberapa Mujahidin Islam dengan azzam jihadnya melemparkan bom molotov pada salah satu gedung yang berada di samping gereja Silo . Gedung yang berlokasi di depan Tugu Trikora ini terbakar.Rentetan senjata aparat dan ledakan bom rakitan masih terus terdengar di tengah kegelapan malam Ambon.Massaterus berhadap-hadapan hingga hari Ahad dini hari (27 desember 1999)pukul 03.00 WIT.

Pukul 04.00 kobaran api mulai menjalar ke bagian samping gereja Silo.Suasana tegang ini berlangsung hingga pagi hari . Rentetan tembakan senjata aparat keamanan terdengar setiap menit. Begitupun dengan ledakan bom-bom rakitan.

Senin,27 Desember 1999

Pukul 10.00 WIT, korban warga muslim yang didadanya telah tertanam semangat jihad melawan kekuatan kelompok salib berjatuhan .Namun demikian beberapa toko dan gedung yang berjejeran sepanjang jalan Antony Rebok dan kolonel Pieters milik warga kristen berhasil dibakar. Kepulan asap membuat udara Ambon menghitam.Gema Takbir membahana di masjid Al Fatah seiring dengan majunya beberapa kelompok mujahidin dari Posko Geser. Suasana kian tegang ,tembakan aparat baik yang diarahkan ke kelompok kristen maupun ke mujahidin-mujahidin Islam kian bersahut-sahutan.Tercatat lebih dari 10 gedung sepanjang jalan tersebut terbakar.

Waihaong-Talake

Pukul 10.30 WIT,ketegangan juga terjadi di perbatasan Waihaong-Talake Dalam.Dua warga kristen yang bersenjata organik,menyusup ke salah satu gedung bertingkat dan melakukan penembakan ke arah warga muslim di Talake-Perbatasan Waihaong.Aparat melakukan penembakan ke arah warga muslim di Talake-Perbatasan Waihaong. Aparat dari kesatuan marinir yang berjaga-jaga di perbatasan kedua wilayah ini meningkatkan kewaspadaannya dan melakukan tembak menembak ini terjadi selama 15 menit. Tidak ada korban dalam peristiwa ini. Penyusup menghilang dengan cepat saat dua anggota marinir mencoba melakukan penyergapan ke gedung tersebut.

Pukul 13.00 WIT,massa muslim yang sebagian terkonsentrasi di depan toko simpang,merengsek maju menuju pertokoan di jalan Ay Patty milik kaum salib.Dalam hitungan menit,beberapa pertokoan tersebut telah dilalap api.Kobaran api terus membesar.

Pukul 13.30 WIT,massa salibis yang bertempat tinggal di Kudamati dan sekitarnya,melakukan pembakaran terhadap rumah-rumah kosong milik Warga Muslim di daerah Kramat Jaya. Yayasan dan Sekolah yang berada di dusun tersebut ikut terbakar. Kobaran api nampak jelas terlihat dari kelurahan Waihaong dan Al Fatah.Lebih dari 15 rumah terbakar.Dusun ini sudah tidak berpenghuni karena warganya telah mengungsi pada peristiwa kerusuhan bulan Juli dan agustus 1999.

Hingga pukul 16.00 WIT korban yang meninggal dari pihak muslim berjumlah 21 orang,sedangkan yang terluka (luka ringan maupun luka berat ) berjumlah 60 orang .Hampir semua korban meninggal dan terluka tembakan aparat keamanan.Semua korban dirawat di rumah sakit Al Fatah yang telah disesaki oleh korban-korban sebelumnya.Puluhan korban terpaksa dirawat apa adanya karena Rumah Sakit kekurangan obat-obatan.

Komplek Kampus STAIN AMBON

Jam 17.00 WIT – 19.00 WIT

Sekelompok massa kristen gabungan Desa Galala dan Halong melakukan penyerangan ke perkampungan komplek STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri).Terjadi kontak senjata di perbatasan kompleks perkampungan tersebut. Dilaporkan ,aparat keamanan dari kesatuan Marinir yang selama ini melakukan penjagaan di Kampus STAIN,menghadang kelompok massa yang menyerang.Korban yang meninggal dari pihak kristen berjumlah 5 orang,semuanya kena tembakan. Sementara dari pihak muslim yang bertahan tidak ada satu pun yang terluka.Pertahanan di kampus ini diperkuat oleh warga muslim yang bertempat tinggal di sekitar kampus.Kontak senjata ini berlangsung hingga pukul 10.00 WIT.

Jam 01.30 – 05.00 WIT

Suasana tegang terjadi masih di dua tempat yakni Jalan Baru / Pohon Pule dan Perbatasan Wahaong – Talake. Rentetan senjata aparat yang dimuntahkan terdengar beriringan.

Pukul 02.00 dini hari,bom rakitan dari bahan TNT dilemparkan oleh beberapa warga kristen Talake. Bom ini meledak dekat Pos Jaga Kesatuan Marinir .Rentetan senjata yang dimuntahkan di tengah malam oleh aparat marinir ini tidak terhindarkan.Suasana mencekam juga terjadi di Jalan Baru hingga pagi ini,aksi bom dan tembakan masih terus berlangsung.

Ternate,Maluku Utara

Dilaporkan dari Ternate bahwa sejak kemarin,akibat kerusuhan yang terjadi di Tobelo,dimana umat Islam diserang dan sebagian rumah mereka dibakar,mengakibatkan sebagian dari warga Ternate berkeinginan membantu warga Tobelo. Saat mereka menuju ke pelabuhan dengan tujuan Tobelo, mereka dihadang oleh pasukan kuning Sultan Ternate. Bentokan fisik tidak terhindarkan antar kedua pihak. Kontak ini mengakibatkan kerusuhan meluas ke Ternate dan bahkan pasukan kuning Sultan melakukan pembakaran terhadap rumah umat Islam Ternate Utara, termasuk dua masjid. Hingga hari ini suasana kota Ternate dan sekitarnya masih tegang dan mencekam.

Selasa, 28 Desember 1999

Titik kerusuhan yang semula di pusat kota Ambon, kemudian menyebar dipinggiran kota. Pada jam 10.00 WIT, warga muslim Waiheru melakukan pembakaran terhadap rumah milik warga Kristen Durian Patah. Kobaran api nampak jelas dari pusat kota Ambon. Lebih dari 10 buah rumah terbakar dalam peristiwa tersebut.

Warga kristen Ponegoro mulai melakukan pembakaran-pembakaran rumah milik warga muslim Ponegoro. Beberapa rumah terbakar. Ada warga muslim yang mengungsi dengan dikawal aparat keamanan. Kepulan asapnya hingga Rabu pagi masih kelihatan.

Jam 16.00 WIT, massa kristen Galala memancing warga muslim dengan membakar toko kayu milik warga muslim disamping jembatan Galala. Warga muslim Tantui kemudian merengsek maju. Sementara ratusan warga Salibia Galala dan Waihaong telah berada di jembatan Galala. Bentrokan fisik tidak sempat terjadi. Namun aparat sempat melakukan penembakan terhadap warga kristen yang brutal ini. Tercatat 3 orang tertembak dalam peristiwa ini.Warga muslim tidak ada yang terluka.

Jaam 18.00 WIT, tembakan-tembakan gelap dilakukan oleh beberapa warga kristen di duan tempat. Lokasi pertama yang digunakan adalah lantai 3 gedung PLN dan Perbatasan Talake Waihaong dan gedung PLN dilakukan untuk memecah massa muslim yang berkerumun di depan toko simpang. Seorang pemuda muslim yang mengendarai sepeda motor di depan dermaga Yos Sudarso, tertembak oleh peluru penembak gelap. Di Talaka, penembak gelap juga beraksi. Jafar Makatita, Ketua Divisi Logistik Pos Keadilan, hampir kena peluru sniper di depan kantor Pos Keadilan. Mobil angkutan umum yang terparkir depan pos Keadilan, kaca depannya hancur kena peluru penembak gelap.

Hingga tadi malam, suasana mencekam ini tidak berubah. Rentetan tembakan dan ledakan bom masih terus berlangsung, Kepulan asap dari gedung-gedung yang terbakar masih nampak.Sementara itu, mujahidin Islam jumlahnya kian berkurang. Peralatan perang yang digunakan pun sangat tidak seimbang dibanding milik kelompok salib. Konsentrasi massa muslim terpusat di depan masjid Al Fatah, Jalan Baru dan Soabali serta beberapa mujahidin berada di Perbatasan Waihaong – Talake.

Kelompok kristen bertindak makin brutal. Mereka tidak segan-segan melakukan perlawanan dan penembakan terhadap aparat keamanan. Terbukti dengan penyanderaan yang dilakukan terhadap 10 orang aparat dari kesatuan 733 BS Ambon di OSM Ambon. 2 orang dibunuh, 1 orang melarikan diri dan 7 lainnya diserahkan ke Kodam 17 Pattimura.

Alimudin Mora, Pengurus Partai Keadilan Ranting Talake, juga syahid pada peristiwa hari Senin.

DATA KORBAN TANGGAL 26 – 27 DESEMBER 1999

 

No.

Nama

Asal

Umur

Identifikasi

Lokasi Luka

Keterangan

Urut

(tahun)

Korban

             
1 A. Rahim Wailulu Waihaong/Luhu

35

Tertembak

 

Meninggal

2 A.Yani Tanase Soabali

27

Terbakar

 

Meninggal

3 Ahmad Anggoda Hitu

25

Tertembak

Dada Kanan

Meninggal

4 Ahmad Suatrad Waihaong/Elat

21

Tertembak

 

Meninggal

5 Ali Buton

21

Bom

Kaki Kiri

Luka Ringan

6 Ali Latuconsina Rk.Bt.Merah

55

Tertembak

Dada

Meninggal

7 Ali Saimima Siri Sori

28

Tertembak

Telinga Kiri

Luka Ringan

8 Alimudin Mora Geser

27

Tertembak

Dada Kanan

Meninggal

9 Amir Odar Elat

56

Tertembak

Dua Kaki

Luka Berat

10 Andi Silale

24

Tertembak

Tangan Kanan

Luka Ringan

11 Arif Waihaong

25

Tertembak

Paha Kiri

Luka Ringan

12 Arif Mahulauw Negeri Lima

17

Percikan Bom

Kaki Kiri

Luka Ringan

13 Bahir Marasabessy Kailolo

40

Tertembak

Paha Kiri

Luka Ringan

14 Bahrajan Pike Hula Iha

30

Tertembak

Hidung

Luka Ringan

15 Chairuddin Busri M Ponegoro

30

Terbakar

 

Meninggal

16 Dahar Marasabessy Kailolo

19

Tertembak

Kaki Kanan

Luka Ringan

17 Dahlan Laitupa Ureng

22

Tertembak

 

Meninggal

18 Fahmi Tuanaya Kb. Cengkeh

18

Tertembak

 

Meninggal

19 Gazali Latuconsina Ori

23

Tertembak

Kepala

Luka Berat

20 Hamba Batu Merah

31

Tertembak

Kaki Kiri

Luka Ringan

21 Hamdin Bugis Manipa

31

Tertembak

Bahu Kanan

Luka Berat

22 Hamzah Mahu Wakal

18

Tertembak

 

Meninggal

23 Harajadi Semarang Soabali

21

Terbakar

Badan

Luka Berat

24 Hasan (Acang) Galunggung  

Tertembak

 

Meninggal

25 Hasan Hole Siri Sori

21

Tertembak

Paha Kanan

Luka Berat

26 Ibrahim Idris Rk Bt.Mera/Banda

22

Tertembak

 

Meninggal

27 Ibrahim Latupono Pelau

33

Tertembak

Tangan Kanan

Luka Ringan

28 Ibrahim Mahu Batu Merah

26

Tertembak

Bahu Kiri

Luka Ringan

29 Ibu Wa Ani Batu Merah

37

Tertembak

Kepala

Luka Ringan

30 Idrus Ohoiban Kapaha

21

Tertembak

 

Meninggal

31 Ismail Ambon

26

Kena Bom

Percikan bom

Luka Ringan

32 Iwan Batu Merah

18

Tertembak

 

Meninggal

33 Iwan Ingratubun Tual

22

Tertembak

Pinggul Kanan

Luka Ringan

34 Jais Tamher Tual

18

Tertembak

Pinggul Kiri

Luka Ringan

35 Jhoni R Rumalutur Waihaong

19

Tertembak

 

Meninggal

36 La Aga Jalan Baru

20

Tertembak

Kaki kanan

Luka Berat

37 La Hamid Soebali

23

Tertembak

Kaki Kiri

Luka Ringan

38 La Kairu Buton/Jl/ Baru

27

Tertembak

Tenggorokan

Meninggal

39 La Kaisi Buton

16

Tertembak

Tangan kiri

Luka Ringan

40 La Ode Arham Banda

27

Tertembak

Paha kanan

Luka Ringan

41 La Puasa Galunggung

16

Tertembak

Kaki kanan

Luka Ringan

42 La Untu STAIN

30

Tertembak

Kaki Kiri

Luka Ringan

43 La Tebi Buton

25

Tertembak

Pinggan Kiri

Luka Berat

44 M. Husen Tuasamu Kailolo

27

Tertembak

Tangan dan Paha Kanan

Luka Ringan

45 Tahir Mora Waihaong

45

Tertembak

 

Meninggal

46 Mohamad Said Negeri Lima

25

Tertembak

Pinggul Kiri

Luka Ringan

47 Mohamad Wael Hitu

17

Tertembak

Tangan Kanan

luka ringan

48 Moksen Mahu, S.Ag Ahuru

29

Tertembak

Kaki Kiri dan Kanan

Luka Ringan

49 Nasir Attamimi Jl. Fuli

42

Tertembak

Kepala

Luka Ringan

50 Nava Rumon Talake

37

Tertembak

 

Meninggal

51 Ridwan Lestaluhu Tulehu

18

Tertembak

Pantat kiri

Luka Ringan

52 Ridwan Marasabessy Kailolo

17

Tertembak

Kaki kiri

Luka Ringan

53 Rifa'I Air kuning

15

Tertembak

 

Meninggal

54 Rizal Silale

17

Tertembak

Kaki kanan

Luka Ringan

55 Rivai Salman Wakasihu

25

Tertembak

Kaki Kiri

Luka Ringan

56 Rudi Rumra Waihaong

18

Tertembak

 

Meninggal

57 Rusdi Idrus Kb. Cengkeh

21

Tertembak

 

Meninggal

58 Rusdin H. Rumandaur Geser

18

Tertembak

Tangan Kanan

Luka Ringan

59 Rustam Abu Galunggung

21

Tertembak

Pinggan Kiri

Luka berat

60 Sabhan Marah Geser

15

Tertembak

Kaki Kiri

Luka Berat

61 Sahlan Maruapey Tenga-tenga

22

Tertembak

Kepala Kiri

Luka Ringan

62 Saiful Ali Silale

23

Tertembak

Kepala

Luka Ringan

63 Saleh Rahawarin Batu Merah

22

Tertembak

 

Meninggal

64 Samsudin L Hila

17

Tertembak

Tangan Kiri

Luka Ringan

65 Samsul Temwarut Batu Merah

23

Tertembak

Paha Kiri

Luka Ringan

66 Sudin Mony Seith

35

Tertembak

 

Meninggal

67 Sudirman Kapau Waihaong

45

Tertembak

Hosted by www.Geocities.ws

1