b_atas.jpg (47700 bytes)
Islam is rahmatan lil aalamiin

Jihad sabiluna wa al mautu fii sabiilillaah asma' amanina

Kondisi Terakhir Maluku Utara

Per 7 Januari 2000

 

TERNATE,

Sebanyak delapan orang pasukan Mujahidin Fii Sabilillaah dinyatakan menjadi syuhada dalam peperangan menumpas gerombolan pemberontak Republik Maluku Sarani atau Republik Maluku Selatan (RMS-red) di daerah Malifut, Pulau Halmahera, Senin kemarin. Tiga orang diantaranya syuhada tersebut berhasil dievakuasi ke Pulau Ternate dan selanjutnya dimakamkan di daerahnya masing-masing. Sedangkan lima syuhada lainnya masih "tertahan" di daerah pertempuran Malifut yang masih dikuasai oleh para pemberontak RMS setelah sebelumnya dikuasai oleh pasukan mujahidin.

 

"Selain itu,  malam ini (tadi malam-red) kami melakukan operasi  dan pengobatan dengan fasilitas sederhana terhadap belasan anggota pasukan Mujahidin Fii Sabilillaah di ruang Klinik Pos Kesehatan," kata Ketua Pos Keadilan Peduli  Umat (PKPU)  Maluku Utara,  Nurhabib di Ternate,  Maluku Utara, Senin malam.

Nurhabib mengemukakan, anggota pasukan Mujahidin Fii Sabilillaah tersebut merupakan korban dari suatu pertempuran di kawasan daerah Malifut yang sebelumnya adalah daerah umat Islam. Warga setempat diusir dan dibantai oleh para pemberontak RMS,  baik yang berada di desa tetangganya yakni Desa Kao maupun Desa-desa di Galela dan Tobelo.

"Pasukan Mujahidin Fii Sabilillaan sebenarnya sudah berhasil merebut kembali sepertiga daerah Malifut dan mengumandangkan suara adzan yang sudah hampir  tiga bulan tidak terdengar di sana.  Sejak bulan Oktober 1999, warga Muslim Malifut diperangi oleh warga Kristen pendukung RMS. Namun karena sulitnya transportasi pengangkut pasukan tambahan dan logistik, akhirnya para mujahidin memutuskan mundur ke daerah pinggiran Malifut," ujar Nurhabib.

Keterangan yang sama juga disampaikan panglima perang Wanita Nurbaya "Kami telah berusaha membantu pasukan mujahidin dengan mengangkut pasokan makanan  ke Malifut namun ditengah jalan dicegat oleh aparat kemanan dari Kostrad Brawijaya 512 sehingga kami disuruh balik ke Akelamokao kalau tidak kami di tembak, kami sempat mengatakan pasukan mujahid sudah 2 hari tidak makan, tetapi tidak digubris akhirnya dengan rasa kecewa kamipun balik ke akelamokao " Ujar Nurbaya.

 

Sementara itu, dari front penyangga utama pertahanan mujahidin di  Desa Akelamo Kao, Wakil Panglima Mujahidin Fii Sabilillaah,  H Saleh Saraha mengatakan,   pasukan Mujahidin Fii Sabilillaah pada hari Minggu sore mulai  melakukan aksi perjalanan menuju ke Malifut untuk mengumandangkan suara adzan. Perjalanan dengan persenjataan dan logistik seadanya itu dilakukan sampai dini hari, dan  akhirnya terpaksa dilakukan upaya pembelaan diri ketika pasukan pemberontak RMS melakukan penghadangan di tengah jalan.

"Diperkirakan korban tewas dari pasukan nasrani itu belasan orang, sedangkan yang luka-luka puluhan orang. Mereka bisa cepat mengevakuasi anggotanya yang tewas dan luka, karena perjalanan di sepanjang daerah  Malifut itu mudah padahal di sana ada aparat keamanan.  Mereka juga punya banyak truk pengangkut personel. Sedangkan umat Islam tidak dibolehkan  oleh aparat keamanan untuk  menembus Malifut melalui jalan raya Trans Halmahera," kata Saleh Saraha.

Sementara itu, suasana kota Ternate tadi malam diwarnai dengan duka cita sehubungan banyaknya korban di pihak Mujahidin Fii Sabilillaah. Shalat ghaib diadakan di sejumlah mesjid besar di Ternate, dan di rumah-rumah penduduk  diperdengarkan lagu-lagu bernafaskan Islami. Para dai menyerukan agar warga Ternate yang seratus persen Muslim tidak melakukan hura-hura di tengah situasi jihad fii sabililllaah.

                   

Pakaian sekolah dan Buku

 

Berkaitan dengan nasib para pengungsi di Ternate dan daerah sekitarnya  yang jumlahnya mencapai  91 ribu orang,  Nurhabib mengatakan, mereka selain membutuhkan bantuan sembako, juga perlengkapan kegiatan belajar-mengajar seperti pakaian seragam, alat-alat tulis, dan buku-buku pelajaran. Sebab,  di lokasi pengungsian banyak anak-anak dan remaja usia sekolah yang tidak belajar.

"Bila mereka didiamkan, maka akan terjadi proses pembodohan massal di lokasi pengungsian. Ini suatu ancaman bagi pembangunan SDM yang berkualitas di masa depan. Belum lagi, akan memunculkan peluang tindakan kriminal,"  ujarnya.

Menyinggung tentang tenaga pendidik, Nurhabib mengemukakan, jumlahnya sangat minim. Sebab, ratusan guru yang berasal dari Jawa menyelamatkan diri hingga kini belum kembali . Sebagian pendidik juga  ada yang beragama Kristen, namun mereka "menghilang"  saat terjadi kerusuhan.

"Ini juga tak jauh berbeda dengan tenaga dokter di RSU Ternate yang kini banyak ‘menghilang’ dari Ternate. Dokter spesialis anak,  spesialis kandungan,   misalnya, sudah tidak ada di Ternate. Akibatnya, tenaga relawan dokter dari PKPU Jakarta maupun tim Mer-C Jakarta yang jumlahnya juga terbatas, didayagunakan seoptimal mungkin. Jadi,  mudah-mudahan informasi ini bisa mengetuk hati nurani dan perhatian pihak-pihak terkait di Jakarta atau Bandung dan daerah sekitarnya," ungkap Nurhabib.

Selain itu, berdasarkan temuan di lokasi pengungsian,  banyak pengungsi  yang mengeluh keterbatasan sarana WC.  Mereka mengharapkan ada bantuan dari para donatur berupa bubuk BIO-H atau yang sejenisnya yang dapat mengurangi tingkat kepadatan septik tank atau penampungan buangan WC.

Dalam kesempatan terpisah,  anggota DPRD Maluku,  H Muhammad Kasuba, MA mengimbau para dai di luar Maluku untuk dapat kiranya secara ikhlas menyampaikan ilmu pengetahuannya. Sebab,  jumlah dai di Maluku Utara ini sangat minim dibandingkan dengan jumlah pengungsi yang tersebar di berbagai lokasi di Maluku Utara dan rendahnya kesadaran maupun pemahaman kaum Muslimin Maluku Utara terhadap ajaran Islam.

"Banyak keluarga pengungsi di Maluku Utara yang ternyata belum mampu membaca dan menulis Alquran. Jadi, kehadiran guru ngaji yang mahir membimbing baca tulis Alquran dan pelajaran agama sangat membantu. Untuk umat Islam di Jabar yang berminat memberi bantuan dana maupun tenaga dokter dan guru ngaji, dapat menghubungi  sekretariat Pos Keadilan Peduli Ummat  Jl. Mampang Prapatan XII No.9 Mampang Jakarta Selatan"  ujar Muhammad Kasuba. **

 

Hosted by www.Geocities.ws

1