b_atas.jpg (47700 bytes)
Islam is rahmatan lil aalamiin

Jihad sabiluna wa al mautu fii sabiilillaah asma' amanina

Kesulitan Hidup, Pengungsi Halmahera Ingin Pulang

Sabtu, 22 April 2000, @09:48 WIB

http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=100/04/22/0948214

Ternate -- Ratusan pengungsi muslim asal Pulau Halmahera yang kini hidup

di kamp-kamp pengungsian di Ternate, menuntut dikembalikan. Tuntutan itu

disampaikan langsung kepada pejabat Gubernur Maluku Utara, A. M.

Effendy, dalam acara silaturrahmi Pemda dengan warga pengungsi di

Ternate.

Dalam kesempatan itu, M. Natsir Walanda, tokoh masyarakat kecamatan Ibu

menegaskan, mereka harus dikembalikan, karena di tanah pengungsian

sangat menderita.

Sementara ia juga menuding, harta mereka dengan begitu leluasanya

dijarah oleh warga yang telah mengusir mereka. Baginya, jika pemerintah

tak hendak mengembalikan mereka dengan segera, maka pihaknya akan

mencari jalan sendiri guna membuka jalan pulang.

Senada dengannya, tokoh masyarakat kecamatan Tobelo dan Malifut juga

menegaskan, Pulau Halmahera bukan milik satu agama. Maka ia juga

menegaskan agar orang-orang yang mengeluarkan pernyataan untuk

mengharamkan warga muslim hidup di sana harus diusut pemerintah.

Ia juga menyebutkan beberapa nama yang disebutnya sebagai provokator

kerusuhan Halmahera. Warga yang disebut itu umumnya suku Ambon, dan

pihaknya meminta agar pemerintah segera menangani hal ini dengan

sebaik-baiknya.

Menanggapi hal itu, Effendy hanya berharap agar semua pihak hendaklah

berkepala dingin dalam menyelesaikan hal ini. "Kalau kembali ke sana

untuk jihad lagi, kan repot. Kapan kita damai kalau terus-terusan

begini. Maka tolong, berilah kesempatan kepada pemerintah agar dapat

menyelesaikan programnya," katanya kepada warga.

Tokoh masyarakat itu juga menjelaskan tiga rencananya, reevakuasi

pengungsi ke tempat asal, rehabilitasi fisik dan mental, dan

rekonsiliasi.

Sementara itu, Front Pembela Islam (FPI) Maluku Utara hari ini, hendak

menggelar tabliq Akbar di lapangan Ngara Lamo Ternate. Tabliq ini

sendiri dikuatirkan banyak kalangan di Ternate akan memicu konflik baru,

karena massa kembali berkumpul dalam jumlah yang banyak.

Padahal di Halmahera Utara, utamanya daerah-daerah yang dikuasai

kelompok Kristen, kini berangsur tenang, karena tak ada lagi warga

muslim yang coba-coba masuk ke daerah asal mereka.

Kini, pengungsi di Ternate yang kembali menderita, karena ketiadaan

lahan kerja, sementara hartanya berada di bawah kekuasaan kelompok

Kristen, dan menurut informasi, dikelola warga Kristen dan aparat yang

bertugas di sana. *** (ais/rus)

 

Hosted by www.Geocities.ws

1