b_atas.jpg (47700 bytes)
Islam is rahmatan lil aalamiin

Jihad sabiluna wa al mautu fii sabiilillaah asma' amanina

 

TRAGEDI KEMANUSIAAN di KABUPATEN MALUKU UTARA

 

TRAGEDI  KAO – MALIFUT

Akar Masalah (Pemicu)Amuk Rusuh :

  1.  Kerusuhan Ambon sejak 19 Januari 1999 turut berpengaruh kondisi Maluku Utara, baik yang dipicu dari warga yang meninggalkan Ambon maupun oknum-oknum yang memprovokasi keadaan

  2. Peraturan Pemerintah (PP) No. 42 tahun 1999 tentang pembentukan dan penataan beberapa Keamatan dalam kabupaten Maluku Utara (satu diantaranya adalah perubahan status Malifut menjadi Kecamatan Definitif)

  3. Selebaran benuansa SARA, dimana isinya adalah rencana penyerangan Ummat Islam di Halmahera Utara yang pada akhirnya memancing emosi Ummat Islam Maluku Utara

Tanggal 19 Agustus 1999 perkelahian antar warga (desa Tahane dan Matsa di Malifut yang beragama Islam dengan desa Sosol dan Wangeotak juga di Malifut tapi berasal dari etnis Kao beragama Kristen)

Akibat-akibat :

Meninggal dunia : 3 orang
Luka berat/ringan       : 10 orang
Rumah terbakar : 201 buah
Gereja terbakar    : 3 buah

                               

Tanggal 24 Oktober 1999 terjadi penyerangan besar-besaran dari warga Kec. Kao terhadap warga Kecamatan Makian-Malifut, dengan kekuatan massa (kebanyakan Kristen) 15.000 – 20.000 orang menggunakan perlengkapan parang, panah, senjata rakitan dan bahan peledak.

Akibat-akibat :

Meninggal dunia : 14 orang  (warga Muslim)
Luka berat/ringan : 210 orang (warga Muslim)
Rumah rusak/terbakar     : 1.862 buah
Masjid rusak/terbakar    : 19 buah
Sarana Pendidikan     : 2 buah (terbakar)
Sarana Perkantoran : 2 buah (terbakar)
PUSKESMAS : 1 buah (terbakar)
Mobil   : 6 buah (terbakar)
Pengungsi : 9.582 jiwa

                                                                   

KECAMATAN TOBELO

Sejak pecah kerusuhan dikota Ternate dan Halmahera Tengah pada tanggal 3 s/d 6 November 1999, akibat imbasan kerusuhan Kao – Malifut, banyak pengungsi beragama Kristen ke Tobelo dan ditangani oleh GMIH (Gereja Masehi Injil di halmahera). Dan dari disinilah awal pecah amuk rusuh, dimana warag Kristen terkonssenttrasi di Tobelo sebanyak kurang lebih 25.000 – 30.000 orang.

Tanggal 26 Desember 1999 Tobelo pecah, setelah sebelumnya terjadi pancingan-pancingan sporadic yang dilakukan warga Kristen yang ada di tobelo, seperti :

Amuk rusuh di Tobelo mereda atau (karena ummat Islam seluruhnya diungsikan ke Kompi C 732 Tobelo, artinya perlawanan dari ummat Islam melemah). Tanggal 31 Desember 1999 setelah warga Kristen menguasai desa Gorua (Islam) dan Desa Popilo (Islam) pada desa ini ditambah desa Togoliua, ummat Islam terbantai dalam mesjid-mesjid tersebut. Pembantaian ini sangat sadis melebihi cara-cara PKI.

  Akibat-akibat :

Meninggal dunia                                                     : 881 orang Muslim

(sementara yang terdata secara lengkap ada 277 orang korban)

Catatan :

Korban meninggal dunia ini (termasuk yang dibantai dihutan, didesa-desa maupun dilaut). Masih banyak korban lagi yang belum kami data karena tidak terlacak seperti : korban pembantaian dimesjid pada 3 (tiga) desa Muslim (Togoliua, Gorua, Popilo) yang hilang dihutan. Lalu beberapa warga Muslim yang dipaksa masuk Kristen dan lain-lailn. Jadi, angka korban masih terus bertambah.

Luka berat/ringan  307 orang (warga Muslim)
Masjid dan Mushalla 27 buah (terbakar/rusak berat)
Rumah rusak/terbakar   4.457 buah
Gereja rusak/terbakar 1 buah
Took rusak/terbakar 55 buah (termasuk milik ummat Islam berjumlah 20 buah)
Kios rusak/terbakar   237 buah (kebanyakan milik warga pendatang dan warga Muslim asli Tobelo)
 Kantor Pemerintah 2 buah (rusak/terbakar)
Sarana Pendidikan 16 buah (rusak/terbakar milik Lembaga Islam)
Pengungsi    19.750 orang

KECAMATAN GALELA

Pertikaian warga Islam dan Kristen mulai sejak 27 Desember 1999 hingga saat ini ( 3 Pebruari 2000 ).

Akibat-akibat :

Meninggal dunia warga Muslim 200 orang (terbantai dan kena bom)
Luka berat/ringan 371 orang (warga Muslim)
Rumah rusak/terbakar 950 buah
Masjid rusak/terbakar 36 buah (termasuk Mushalla)
Sarana Pendidikan rusak/terbakar 7 buah
Pengungsi      9.424 jiwa

KECAMATAN JAILOLO

Pertikaian sejak tanggal 31 Desember 1999 – 7 Januari 2000 namun hingga kini perlawanan secara sporadis masih terjadi.

Akibat-akibat :

Meninggal dunia  165 orang
Luka berat/ringan    197 orang
Rumah rusak/terbakar 622 buah
Masjid rusak/terbakar   4 buah
Gereja rusak/terbakar 5 buah
Pengungsi  7.800 jiwa

KECAMATAN SAHU

Pertikaian sejak tanggal 6 Januari 2000 dan kini dikuasai warga Kristen.

Akibat-akibat :

Meninggal dunia 17 orang (warga Muslim)
Luka berat/ringan 40 orang (warga Muslim)
Rumah rusak/terbakar   705 buah
Masjid rusak/terbakar  11 buah
Toko/Kios rusak/terbakar    7 buah
Pengungsi    8.028 jiwa

KECAMATAN IBU

Pertikaian sejak tanggal 2 Januari 2000 dan telah dikuasai warga Kristen.

Akibat-akibat :

Meninggal dunia 6 orang (warga Muslim)
Luka berat/ringan  56 orang (warga Muslim)
Rumah rusak/terbakar   824 buah
Masjid rusak/terbakar  8 buah
Gereja rusak/terbakar 5 buah
Pengungsi     5.510 jiwa

KECAMATAN LOLODA

Pertikaian sejak tanggal … Januari 2000, saat ini warga Muslim masih terus melakukan perlawanan terhadap laskar merah (Kristen) di wilayah tersebut.

Akibat-akibat :

Meninggal dunia     … orang
Luka berat/ringan … orang
Rumah rusak/terbakar … buah
Masjid rusak/terbakar 8 buah
Gereja rusak/terbakar  … buah
Pengungsi     … jiwa

KECAMATAN BACAN

Pertikaian dimulai tanggal 24-27 Januari 2000.

Akibat-akibat :

Meninggal dunia    55 orang (warga Muslim)
Luka ringan   13 orang
Pengungsi   1.990 jiwa

Data sementara ini diperoleh tanggal 2 Februari 2000 dari Posko Peduli Ummat (PODIUM) Tobelo-Galela-Halmahera Utara.

Hosted by www.Geocities.ws

1