b_atas.jpg (47700 bytes)
Islam is rahmatan lil aalamiin

Jihad sabiluna wa al mautu fii sabiilillaah asma' amanina

Kamis, 27 April 2000  Berita Utama   
 
Panglima Komando Jihad
Kalau Perang Kami Pantas Ditangkap

http://www.suaramerdeka.com/harian/0004/27/nas15.htm
SEMARANG-Manufer yang dilakukan Laskar Komando Jihad selama ini dinilai
telah disalahtafsirkan oleh kebanyakan orang. Segala aktivitas dan pamer
kekuatan pasukan termasuk latihan menggunakan senjata, ternyata sekadar
atraksi keterampilan.

''Apa yang dimunculkan media massa selama ini hanyalah sekadar acara
defile. Dalam arti menunjukkan keterampilan atau show force saja. Jadi
banyak yang salah paham melihat kami,'' kata Panglima Komando Jihad H
Ja'far Umar Talib kepada wartawan, Senin malam, usai menghadiri acara
dialog antara tokoh agama, masyarakat, cendekiawan, dan LSM dengan KSAD
Jenderal TNI Tyasno Sudarto di Wisma Perdamaian.

Menurut Ja'far, sesungguhnya Laskar Jihad tidak seperti yang banyak
disaksikan dan diungkap media massa. Mereka yang akan dikirim ke Maluku
bukanlah seperti yang dilihat seperti pasukan bersenjata. ''Jadi
berkaitan dengan ultimatum Presiden KH Abdurrahman Wahid, kalau kami
memang bermaksud perang, maka pantas untuk ditangkap,'' kata Ja'far
sambil tertawa.

Sebetulnya, kata dia, Laskar Jihad yang akan diberangkatkan ke Maluku
hanyalah para juru dakwah atau dai. Mereka pun datang ke tempat itu
tanpa bersenjata. ''Karena tujuan mereka ke sana tidak untuk berperang,
tetapi memberikan dakwah dari masjid ke masjid,'' kata pria berjubah
putih.

Para dai itu, katanya, nanti diberangkatkan secara bertahap. Hingga kini
sudah siap sekitar 3.000 orang yang siap menjadi juru penerang agama dan
membacakan kitab-kitab suci yang diperlukan masyarakat di sana.

Diakuinya juga, selain dibekali ilmu agama, para dai itu dibekali pula
ilmu bela diri. Hal ini dilakukan hanya sekadar berjaga-jaga terhadap
hal-hal yang tidak diinginkan, berkaitan dengan situasi dan kondisi
keamanan.

Berkaitan dengan temuan anak panah yang diduga pesanan Laskar Jihad,
dengan tegas dibantah Ja'far Umar Talib. 

''Adanya temuan anak panah seperti yang diberitakan itu tidak benar.
Kami sudah mengecek ke Solo dan hasilnya ternyata tidak ada,'' jelas
dia.

Dikatakannya, latar belakang pengiriman Laskar Jihad ke Maluku berkaitan
dengan laporan investigasi di Maluku. Yaitu kehancuran muslim di sana
terjadi pada dua sisi, yaitu fisik dan mental spiritual. 

Sisi fisik, jelasnya, berupa sandang, pangan, papan hancur dengan adanya
perang. Sisi mental spiritual inilah yang kurang mendapatkan perhatian
dari masyarakat muslimin di Indonesia. 

''Karena bantuan-bantuan untuk mereka yang berskala besar hanya
ditujukan dari segi fisik, tetapi sangat kurang perhatian terhadap
perkara mental. Karena itulah, kami ingin berikan dengan melalui misi
dakwah,'' tutur Ja'far didampingi beberapa santrinya.(B14-60t)
Hosted by www.Geocities.ws

1