b_atas.jpg (47700 bytes)
Islam is rahmatan lil aalamiin

Jihad sabiluna wa al mautu fii sabiilillaah asma' amanina

Masih Hidup, Korban Kerusuhan Poso Yang Diisukan Tewas

Palu - 18 Apr 00 22:30 WIB (Astaga.com)
Budi S. Adu (24), korban tertembak pada bagian dada saat kerusuhan massal di kota Poso, Sulawesi Tengah, yang diiisukan telah meninggal dunia, ternyata masih hidup bahkan kondisinya terlihat semakin membaik. Kepastian itu diperoleh dari Sekretaris Kelurahan Bone Sompe, kecamatan Poso Kota, setelah pada Selasa (18/4) malam, Antara melakukan pengecekan di RSU Undata Palu.

Kondisi korban yang dirawat di kamar kelas III Paviliun Teratai RSU ini sudah bisa duduk di atas tempat tidur, bahkan dengan mudah dapat diajak bicara oleh siapa pun tanpa terlihat merasa kesakitan.

"Luka di dada saya ini baru saja di operasi dokter," katanya dengan lugas sambil memperlihatkan dua luka jahitan yang sudah terbungkus perban dengan ukuran panjang masing-masing sekitar 10 dan 15 sentimeter.

Ia mengaku tidak sadarkan diri saat dioperasi pada Senin malam. Namun menyatakan berdasarkan keterangan beberapa petugas medis, para dokter yang melakukan operasi sempat mengeluarkan proyektil peluru senjata tajam dari luka yang menggores dadanya.

"Saya tidak tahu dimana proyektil itu disimpan, namun bapak saya sempat melihat diamankan dokter," katanya menambahkan.

Menjawab pertanyaan, Budi mengatakan belum mengetahui apakah hasil operasi atas lukanya itu sudah dibuatkan visum et refertum oleh dokter atau belum. "Masalah ini saya belum tahu, namun akan saya minta setelah keluar dari rumah sakit."

Budi terkena tembakan aparat pada Senin siang ketika ia sedang menolong korban Husni Usman alias Sunil Marina (26) yang tergeletak di jalanan depan terminal induk Poso di kelurahan Lombogia, pusat kerusuhan awal.

Korban Husni sendiri belakangan ditemukan sudah tak bernyawa di tempat kejadian perkara dengan bagian belakang kepalanya terlihat luka hingga menembus bagian mata.

Sementara Budi dan enam rekannya yang menjadi korban kerusuhan berdarah di Kota Poso menjalani perawatan di rumah sakit ini sejak Senin malam, setelah diangkut dengan ambulans dari Poso menuju Palu melalui jalan darat sepanjang lebih 200 km.

Sementara itu, pihak RSU Undata melaporkan sejak Senin malam (17/4) telah menerima tujuh pasien korban kerusuhan Poso, masing-masing Budi S. Adu, Oman (luka pada bagian dada), Ramjali (paha kiri), Sudarmo (lengan), Rahman (leher), Tommy (kaki), serta Amin Acuba yang mengalami luka pada bagian mata.

"Kondisi fisik ke tujuh pasien itu semakin membaik, bahkan tiga di antaranya sehari-dua ini sudah dibolehkan meninggalkan rumah sakitdan menjalani rawat jalan," kata seorang suster jaga.

Kerusuhan massal bernuansa SARA kedua kalinya yang melanda Kota Poso sejak Senin pagi itu telah mengakibatkan tiga korban tewas, puluhan luka-luka, serta lebih 700 warga kehilangan tempat tinggal karena rumahnya ludes dimakan api dan rusak berat.

Kerusuhan pada akhir Desember 1998 mengakibatkan 81 bangunan penduduk terbakar dan rusak berat, 14 kendaraan porak-poranda dan terbakar, serta 101 orang terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena cedera berat, namun tak menimbulkan korban jiwa.(*)

Hosted by www.Geocities.ws

1