b_atas.jpg (47700 bytes)
Islam is rahmatan lil aalamiin

Jihad sabiluna wa al mautu fii sabiilillaah asma' amanina

Polisi Hadang Laskar Jihad ke Maluku
JAKARTA (KR)  - Kapolri Letjen Pol Roesdihardjo mengatakan, pihaknya siap menghadang keberangkatan anggota Komando Jihad ke Maluku yang kini masih dilanda konflik. Sebab dikhawatirkan keberangkatan mereka akan memperkeruh kondisi daerah tersebut yang kini mulai relatif aman. Petugas mengantisipasi hal ini dan akan melakukan pencegatan.
”Jika mereka memaksa untuk berangkat akan dipulangkan,” ujar Kapolri saat menjemput Presiden KH Abdurrahman ‘Gus Dur’ Wahid di bandara Halim Perdanakusuma, Senin (17/4).
Dijelaskannya, untuk mengembalikan kondisi Maluku maupun Ambon sekitarnya, diperlukan kerja keras dan kesabaran. Untuk itu Kapolri meminta masyarakat hendaknya melihat secara jernih persoalan ini dan berharap Laskar Jihad mengerti dan tidak melanggar kesepakatan. ”Saya berharap mereka tetap memiliki itikad baik karena sebelumnya mereka menyatakan tidak akan berangkat kesana dan mengembalikan senjata,” ujarnya.
Untuk menghadang keberangkatan para anggota Komando Jihad tersebut, diakuinya pihak kepolisian akan terus meningkatkan pengawasan pada rute-rute yang akan dilalui, perairan di sekitar Maluku.Tanpa polisi menggelar operasi khusus karena tidak dianggap sebagai keadaan yang gawat. ”Banyak cara lain yang bisa membantu masyarakat di Maluku, seperti pembangunan rumah, sekolah, dan sarana ibadah,” katanya.
Sementara itu H Naharus S, Direktur Pos Keadilan Peduli Umat juga sependapat bahkan sikap dari organisasi yang dipimpinnya juga menuntut agar pemerintah segera melakukan tindakan nyata kepada aparat keamanan maupun birokrasi yang terlibat dalam perseteruan Ambon. Umat Islam di Maluku terutama daerah Seram, P Buru dan Halmahera selalu waspada dan mengambil pelajaran berharga dari peristiwa yang dialaminya.
Selain itu sambil terus mengupayakan rekonsiliasi tanpa melanggar aturan Islam dan hukum yang berlaku. Pos keadilan Peduli Umat mengimbau kepada umat Islam di Indonesia untuk tetap menunjukkan kepedulian kepada umat Islam di Maluku, untuk memperingan beban penderitaannya dan memperoleh kembali hak-haknya.
Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Ahlussunnah Wal Jama’ah Ayip Syafrudin mengakui tetap akan mengirim pasukan Komando Jihadnya ke Ambon. Setelah melakukan latihan gabungan di Bogor, akan kembali ke markas Yogyakarta, untuk selanjutnya diberangkatkan ke Maluku.
”Kami tetap berangkat ke Maluku karena pemerintah tidak punya konsep. Tiap hari umat Islam di bunuh. Tapi pemerintah bilang Ambon Aman,” kata Ayip.
Namun begitu Ayip membantah kalau Laskar Jihad tersebut bagian dari Front Pembela Islam. Sebab mereka merupakan kelompok netral bukan dari lembaga manapun. Hal senada juga diungkapkan oleh Jafar Umar, Panglima Perang Komando Laskar Jihad. Sebab sebagian besar anggota yang berlatih di Bogor, berasal dari Yogyakarta. ”Mereka akan minta doa restu kepada keluarganya sebelum berangkat ke Maluku,” kata Jafar.
Diakuinya, seusai latihan gabungan latihan, akan segera berangkat ke negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Yaman, Yordania. Kunjungan tersebut, dimaksudkan membicarakan permasalahan jihad dengan sejumlah tokoh ulama negara setempat. ”Kini kami sedang menunggu visa dari negara-negara bersangkutan,” katanya. (Sim/Ful/Cdr)-n

Hosted by www.Geocities.ws

1