![]() |
||
|
Laporan Perkembangan
Tragedi Ramadhan Berdarah Halmahera
Oleh :
Tim Investigasi Pos Keadilan Peduli Umat Ternate
Telp. (0921) 24422,
[email protected]
PKPU Tte, Jumat April 15, 2000
Pertikaian kembali terjadi di Pesisir Galela
Rencana mujahidin untuk masuk Tobelo, belum bisa terwujud manakala daerah pesisir yang Galela yang mayoritas kristen masih bercokol. Hal ini dikhawatirkan akan menjadi batu sandungan ketika sudah masuk Tobelo, akan ada serangan dari belakang. Untuk itu, tahap pertama harus membersihkan daerah-daerah obet di daerah pesisir galela dengan tujuan :
1. memutus suplai bahan makanan dan amonisi dari luar daerah Tobelo.
2. mengantisipasi kemungkinan serangan dari belakang ketika masuk tobelo.
Berita penyisiran ini sudah terdengar beberapa hari yang lalu. Hari Rabu (12/04) sehari setelah pelantikan Bupati Tk. II Maluku Utara, Gahral Syah terjadi penyisiran di belahan barat halmahera. Tepatnya di desa Tauro desa antara Sidangoli Jailolo. Meskipun tidak ada korban diantara kedua belah pihak namun rumah-rumah di sekeliling pertikaian rata dengan tanah. Pertikaian itu berawal dari tersandranya Sdr. Amir suku asal makian oleh orang-orang hiri yang pro kuning. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pasukan kuning itu bersekutu dengan merah alias obet. Sehingga pasukan jihad memandang mereka adalah pengkhianat yang harus diperangi.
Penyisiran selanjutnya terjadi di desa Pelita pesisir utara Kec. Galela yang dekat Kec. Loloda, kemarin Jumat (14/04). Mujahidin yang beranggotakan 610 orang berangkat dari Galela dan Morotai dengan kapal pukul 06.00 waktu setempat. Pasukan itu terdiri dari 210 dari galela, 300 dari Tobelo, 2 motor laut (100) dari Morotai. Ada dua motor laut lagi yang tidak sempat ikut karena dihalau oleh TNI AL. Dari penyisiran itu terdapat 3 orang mujahid yang syahid. Yaitu Nodi Pilo asal Soasio( Galela), Rusli Ina Mare asal Salimuli (Galela), Yusri Salasa asal Saluta (Galela). Mereka syahid akibat mundur dengan membelakangi musuh sehingga musuh dengan mudah mengarahkan sasaran tanpa mengetahui bagaimana harus menghindar. Sedangkan yang luka-luka ada 1 orang luka parah yaitu Kifli Dotu asal Saluta, dan 4 luka ringan yaitu Mansur Thaib asal Alhidayah (Galela), Zaenuddin asal Alhidayah (Galela), Khairun Senen asal Alhidayah, dan Syamsul Safi asal alhidayah. Selesai penyisiran jam 16.00 WIT. Jadi sekarang jalur Galela Loloda sudah mulai terbuka, demikian kata sumber yang tidak mau disebut namanya. Allahu Akbar
Bacan,
3500 pengungsi kristen di panambuang, sudah mulai tidak tahan. Setelah hampir 2 bulan menderita di penampungan gudang perusahaan PT Usaha Mina. Sebenarnya mereka ingin melepaskan diri dari penderitaan itu dan mau bergabung bersama orang muslim dengan cara masuk Islam. Namun karena di dalam pengungsian itu masih ada 5 pendeta asal Ambon. Sehingga sebagian pengungsi kristen tertahan untuk mengucapkan syahadat. Akibat takut ancaman dari pendeta itu. Namun banyak orang yang mencuri-curi keluar dari penampungan karena ingin masuk Islam. Paling tidak sudah 23 orang yang melarikan dari jeratan itu karena tertarik dengan Islam. Selanjutnya mereka ditampung di Posko Kupal dirumah milik Fahmi. Kemudian dilanjutkan prosesi pengislaman di Labuha ibu kota kecamatan Bacan.****