b_atas.jpg (47700 bytes)
Islam is rahmatan lil aalamiin

Jihad sabiluna wa al mautu fii sabiilillaah asma' amanina

WARTA KOMPAK EDISI VI

DITERBITKAN OLEH KOMITE PENANGGULANGAN KRISIS (KOMPAK)

PERWAKILAN JAWA TENGAH DAN DIY

 

27 MUJAHIDIN SYAHID DI FIDA

Gane, KOMPAK

Diawali dengan terdengarnya kabar Matuting diserbu Laskar Kristen,

masyarakat muslim mencoba membantu mempertahankan Matuting, dengan

mengirimkan pasukan Mujahidin ke Matuting. Tepat jam 02.00 WIT dini hari,

Kamis 09 Maret 2000, 58 Mujahidin dari golongan muda, 11 tahun sampai 50

tahun bergerak menuju matuting dengan menggunakan dua longboat, melalui

jalan laut.Berangkatnya Mujahidin Weda ini diikuti Mujahidin Loleo,

berangkat bersama menuju Matuting. Dari Loleo ada sekitar limabelasan

Mujahidin, dengan memakai satu longboat, sehingga ada tiga longboat.

Sebelum sampai di Matuting, di sekitar daerah Fida pasukan Mujahidin

dicegat oleh Laskar Kristen dengan memakai speed berkekuatan 40 PK,

jumlahnya tidak diketahui karena keadaan gelap gulita. Akhirnya pasukan

Mujahidin kembali ke Mafa dan sampai di sana jam 06.00 WIT, ternyata

Mujahidin Mafa telah bergerak menuju Matuting, padahal jalur darat yang

menuju ke Matuting harus melewati desa Fida sebagai basis terkuat Laskar

Kristen di Gane. Akhirnya pasukan Mujahidin Weda dan Loleo menuju Matuting.

Saat itu Mujahidin Mafa sudah berhadapan dengan para Laskar Kristen Fida.

Mujahidin dengan jumlah pasukan 800 orang menghadapi ribuan Laskar

Kristen. Diperkirakan dari tiga posko pertahanan berkekuatan 4000-an Laskar

Kristen. Mujahidin yang berbekal senjata rakitan tradisional, dan bom

rakitan, dengan gerak cepat menyapu benteng-benteng Laskar Kristen yang

terbuat dari potongan batang kelapa. Di belakang benteng tersebut banyak

terdapat pohon kelapa dimana setiap pohon ada puluhan orang Laskar Kristen.

"Sepanjang mata memandang hanya ada warna merah", kata seorang Mujahid Agus

Salim. Satu lapisan Laskar Kristen Fida berkekuatan sekitar 1000 orang.

Dengan izin Allah SWT dan pertolongan-Nya Pasukan Jihad berhasil memukul

dua benteng pertahanan dengan korban ratusan orang dari pihak Laskar

Kristen yang berada di dua posko mereka. Sebelum mencapai benteng pertahanan

ketiga pasukan jihad harus menyeberang sungai Akelamo,dengan lebar sekitar

50 meter, dan kedalaman dua meter, setelah berada di seberang sungai

tiba-tiba dari arah pasukan Laskar Kristen ada rentetan senjata otomatis

yang memuntahkan ratusan bahkan ribuan peluru. Pasukan jihad terpukul mundur

dan kocar-kacir dan saat menyeberang sungai inilah banyak pasukan jihad

yang syahid.

Mendengar dari Mafa ada serangan, Mujahidin Matuting ikut menyerbu Fida dari

arah Matuting. Mereka merusak kampung Kristen yang dilalui seperti Betonan.

Namun akhirnya pasukan Matuting terpukul mundur hingga tak sampai ke Fida.

Kemudian balik ke Matuting. Hari itu serangan Mujahidin dari dua arah

mengalami kegagalan.

Setelah pasukan mundur, beberapa pimpinan pasukan Weda mencoba menghubungi

WaDan Yon Weda meminta agar pasukan membantu evakuasi pasukan jihad yang

syahid di Fida. Akhirnya aparat menyanggupi dan mengirim pasukan satu

longboat, namun aparat melarang bawa senjata, parang sekalipun. Sesampai di

Mafa ternyata aparat tidak mau mendampingi Mujahidin mengambil jenazah.

Akhirnya dengan segala resiko pasukan jihad berangkat guna mengevakuasi

pasukan jihad yang syahid. Sebelum Berangkat Pasukan jihad menghubungi

anggota Babinsa di Foya untuk mengawal tim evakuasi. Setelah didesak anggota

Babinsa pun mau mengawal.

Sesampai di sungai Akelamo, Agus Salim yang saat itu tahu persis

letak jenazah korban karena saat penembakan Ia berada di samping korban.

Agus Salim langsung menuju sungai melakukan pencarian di dasar sungai. Saat

proses pencarian tiba-tiba dari arah Fida muncul ratusan Laskar Kristen dari

jarak sekitar satu kilometer. Karena daerah-nya terbuka maka rombongan

Laskar Kristen nampak berlari ke arah pasukan Mujahidin. Anggota Babinsa

memberi tembakan peringatan ke udara, namun Laskar Kristen tetap maju

menyerang. Karena jumlah Mujahidin hanya 20-an orang di atas tiga longboat

dan tak bersenjata, maka pasukan Mujahidin menarik diri dan semua korban

yang berhasil ditemukan dimasukkan ke dalam karung dan dinaikkan longboat.

Pada saat pasukan mundur dari arah pantai terlihat jaring yang

melintang untuk menjerat speed-speed yang masuk maupun keluar. Namun karena

air sedang surut jebakan tersebut terlihat sehingga pasukan jihad bisa

menghindarinya. Lepas dari jebakan tersebut sekitar 100 meter dari pantai

datang tembakan senjata otomatis dari arah benteng pertahanan laut pasukan

Laskar Kristen. Pasukan Mujahidin tidak bisa melawan dan hanya bertiarap di

atas longboat. Sementara sopir mengendarai speed dibawah berondongan

senjata yang terus menyalak sampai akhirnya lolos dari serangan musuh.

Jumlah korban yang bisa dievakuasi pada saat itu berjumlah 5 jenazah, 4 dari

Mafa, 1 dari Foya. Korban yang ditemukan dalam kondisi sudah rusak, dengan

dada terbelah membentuk tanda salib, hatinya dikeluarkan kemudian diisi

pasir, lalu dibenamkan di sungai. Sedangkan leher dan dan tubuhnya dipantek

dengan kayu menyilang sehingga tidak bisa mengapung. Sebelumnya pada saat

pertempuran Mujahidn berhasil mengevakuasi 5 jenazah dan jumlah Mujahid yang

belum ditemukan sebanyak 17 orang, sehingga pada pertempuran ini jumlah

korban di pihak mujahidin 27 orang.

MUSLIMIN TUNTUT PENGHENTIAN PENYELUNDUPAN SENJATA ORGANIK

Ternate, KOMPAK

Umat Islam di wilayah Maluku Utara mengingatkan kepada pihak keamanan

terutama TNI AL untuk memperketat penjagaan di perbatasan kawasan perairan

Samudera Pasifik karena diduga terjadi penyelundupan senjata organik ke

kecamatan Galela dan kecamatan Ibu Kabupaten Maluku Utara. "Kawasan perairan

Samudera Pasifik yang berbatasan dengan wilayah propinsi Maluku Utara bagian

utara penjagaannya perlu diperketat, guna mengantisipasi masuknya senjata ke

pulau Halmahera Utara" kata ketua Posko Makayon Drs Ibrahim Arifin pada

acara silaturahmi ketua-ketua posko umat Islam Ternate dengan komandan

Sektor Pemulihan Keamanan Maluku Utara Letkol Inf Sutrisno dan Komandan

Kodim 1501 Maluku Utara Letkol Inf Slamet Riyadi di Ternate, Ahad (19/3).

Lebih lanjut Ibrahim mengatakan penolakan terhadap penempatan pasukan TNI di

pelabuhan Tobelo oleh Laskar Kristen Halmahera Utara (lihat Warta KOMPAK

edisi 5) adalah indikasi kuat adanya penyelundupan senjata organik ke

wilayah itu. Tindakan yang dilakukan oleh warga disana perlu diwaspadai baik

oleh TNI maupun oleh Polri dan masyarakat Maluku Utara sendiri terutama umat

Islam. "Manuver-manuver yang dilakukan Laskar Kristen di Halmahera Utara itu

adalah salah satu upaya untuk mengadu domba TNI dan dengan umat Islam di

propinsi hasil pemekaran itu," katanya.

Pernyataan senada juga dilontarkan oleh salah seorang pengurus Himpunan

Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Ternate, Husen Abdullah yang menyatakan HMI

memiliki sejumlah data tentang indikasi campur tangan pihak tertentu dalam

penyelesaian kasus kerusuhan di Halmahera. Menurut dia, kawasan perbatasan

Samudera Pasifik bagian utara adalah jalur yang sangat strategis untuk masuk

ke Halmahera Utara. "Kalau penjagaan di kawasan tersebut tidak diperketat

oleh aparat keamanan, maka pemerintah pusat, TNI dan Pemda setempat akan

menjadi kewalahan dalam menyelesaikan masalah ini," katanya. Ia mengatakan

tuntutan menolak kehadiran TNI dilakukan warga Kristen Halmahera Utara kini

meluas ke beberapa kecamatan di Maluku Utara.

Pada tanggal 9 Maret 2000 enam kapita mengatas-namakan warga Kristen menolak

TNI, sedangkan sekarang ini tuntutan tersebut meluas ke pulau Morotai dan

kecamatan Gane Timur dan Gane Barat. "Mau apa mereka (Kristen), ini yang

perlu dicermati aparat keamanan, terutama jajaran Sektor Pemulihan Kemanan

yang ditugaskan untuk memulihkan konflik di propinsi tersebut," katanya.

Lucunya menurut ketua-ketua posko umat Islam di Ternate, penolakan

penempatan pasukan TNI di Halmahera Utara itu dibantah oleh Pangdam XVI/

Pattimura Brigjen TNI Max Tamaela. Pangdam, seperti yang diberita-kan

beberapa surat kabar ibukota menyatakan tidak benar ada laporan yang

menyatakan bahwa warga Kristen menolak kehadiran TNI.

Sementara itu komandan Sektor Pemulihan Keamanan Maluku Utara Letkol Inf

Sutrisno mengatakan informasi dan keluhan yang disampaikan akan segera

ditindak lanjutinya dengan meningkatkan penjagaan diperbatasan kawasan

perairan laut Pasific dengan pulau Morotai. Sejak pecahkan kerusuhan di

Halmahera Utara pihak TNI AL telah mengerahkan sejumlah kapal perangnya ke

kawasan tersebut. "Dengan adanya informasi dan kekhawatiran masyarakat ini,

maka aparat memperketat penjagaan disana," katanya. Berikan kesempatan

kepada aparat guna menindak lanjuti indikasi yang disampaikan

saudara-saudara itu, sepanjang masih terjadi pertikaian disana-sini, maka

aparat keamanan sulit untuk mendeteksinya.

Mengenai kemungkinan adanya senjata yang beredar di masyarakat, Sutrisno

yang juga Komandan Batalyon Brigade Infantri (Brigif-13) Kostrad itu

mengatakan aparat keamanan terus melakukan operasi pembersihan senjata tajam

yang dimiliki oleh kelompok yang bertikai. Menurut Kantor Berita ANTARA,

senjata organik yang diduga berada ditangan warga Kristen di Tobelo, Galela

dan Kao sebanyak 50 pucuk. Senjata organik yang belum diketahui jenisnya itu

diduga diselundupkan melalui kawasan utara Halmahera. Jumlah tersebut

termasuk didalamnya tujuh pucuk senjata jenis gereng milik lembaga

pemasyarakatan (LP) Tobelo yang dibawa lari oknum pegawai LP saat terjadi

kerusuhan di Halmahera Utara itu.

PERTOLONGAN ALLAH PUN DATANG ......

"Jika kalian mau menolong (agama) Allah, niscaya Allah pun akan menolong

kalian" (QS : )

Ternate, KOMPAK

Inilah janji Allah bagi orang-orang yang berjihad di jalan-Nya. Kepada

mereka Allah akan memberikan bantuan berupa tentara-tentara dari golongan

malaikat. Peristiwa ini pernah terjadi di dalam perang Badar, sehingga

pasukan Rasulullah yang jumlahnya hanya 300-an orang terlihat di mata orang

kafir lebih banyak daripada pasukan mereka yang berjumlah 1000 orang.

Dewasa ini, Allah kembali membuktikan kebenaran janji-Nya di bumi Maluku.

Pasukan Mujahidin beberapa kali mengalami kejadian yang ajaib. Di antaranya

adalah yang terjadi di desa Weda. Hari itu awal Januari 2000, ribuan obet

bersiap menyerang Weda. Sesampai di desa Weda, terlihat desa itu gelap

gulita. Sekitar 300 meter sebelum memasuki desa itu, tiba-tiba di depan

ribuan pasukan ini ada dua orang, satu anak kecil dan satu lagi perempuan

dewasa, yang menghadang mereka. Kemudian terjadilah pertempuran antara dua

orang tersebut dengan ribuan obet. Saat itu jumlah korban berapa tidak

diketahui. Tetapi pagi harinya terlihat darah di mana-mana. Darah itu baru

hilang setelah ada hujan deras selama sehari. Secara logika, seharusnya yang

mati mencapai ratusan orang, tetapi anehnya yang ada di situ hanya satu

orang dengan keadaan terpotong kepalanya, dan terpisah dari badannya sejauh

1 meter.

Merasa tidak berhasil menembus pertahanan lalu mereka menginap di sebuah SMA

sekitar 400 meter dari kampung. Saat menginap di SMA mereka mengalami

gangguan berupa nyamuk dalam jumlah yang sangat banyak bahkan ada yang

sampai masuk ke dalam telinga, hidung dll. Akhirnya mereka mundur.

Setelah gagal mereka pada penyerangan itu, sepekan kemudian mereka mencoba

menyerang kembali. Pasukan Kristen menyerang dengan Bom dan tembakan. Saat

melempar 4 buah bom rakitan dengan pelontar bom, ternyata tidak meledak,

hanya keluar asap saja. Dalam pertempuran tersebut ada Mujahidin asal Flores

yang memanah dengan sekali tarik bisa menembakkan 5 anak panah berurutan.

Mujahidin ini berhasil menembak si pembawa bom tersebut, dan mengambil

pelontarnya.

Baru sepuluh menit serangan dimulai, pasukan Kristen dapat dihalau mundur.

Saat itu menurut cerita obet, seakan-akan di sekelilingnya ada ribuan

bangkai obet, dan mereka merasa seperti berjalan di rawa-rawa yang becek,

padahal jalan itu adalah jalan yang kering. Bahkan mereka tidak sempat

membakar rumah-rumah penduduk yang mereka lalui, padahal hanya sekitar 5

meter di samping kiri dan kanan mereka. Mereka hanya melihat rawa yang

dipenuhi dengan bangkai obet. Akhirnya mereka lari mundur.

Selain itu, pasukan Malaikat juga turun di Fida. Dikisahkan saat Mujahidin

mundur, tanpa disadari ada dua acan (Muslim) yang tertinggal di wilayah

musuh, Boi Sovola 11 tahun dan Bp Tomo 40 th salah satu panglima muslim.

Keduanya sembunyi di balik pepohonan saat pasukan kristen sweeping mencari

pasukan jihad yang tertinggal. Pak Tomo lalu mencari perlindungan buat Boy

sampai seakan-akan tertidur dan pak Tomo merasa seakan-akan ingatannya

hilang dan tidak menahu apa yang terjadi. Tiba-tiba saat Boy bangun melihat

mayat mayat bergelimpangan di mana-mana dan secara reflek dia berteriak

mengingatkan pak Tomo, "Awas Pak Tomo di belakang !".

Pak Tomo terkejut dan segera membungkam mulut Boy agar tak terdengar oleh

musuh. Saat itu pak Tomo tersadar kembali, dan bertanya ke Boy siapa yang

melakukan Tetapi Boy justru mengira pak Tomolah yang melakukannya. "Ah

mungkin ada orang yang melemparkan bom", Padahal disitu hanya ada mereka

berdua. Keduanya merasa kaget dan bersyukur kepada Allah atas perlindungan

dan pertolongannya. Saat tidak sadar memang pak Tomo seperti bermimpi

membunuh enam orang tapi yang terlihat bukan mimpi namun kenyataan dan

bahkan yang terbunuh tidak hanya enam melainkan 30-an lebih.

Kedua orang tersebut terus bertahan hingga akhirnya pada sekitar pukul

20.00WIT malam, mereka keluar dari persembunyian, kemudian kembali ke Mafa

dengan menyusuri jalan rawa, memutari sungai Akelamo, keduanya selamat

setelah berjalan menyusuri rawa berair dengan kedalaman 0,5 -1 M sejauh 12

KM. Subhanallah !

KESAKSIAN KORBAN KEBIADABAN KAUM KAFIR DI MALUKU

"Kebiadaban massa Kristen terhadap umat Islam di Maluku memang sungguh

keterlaluan. Ini merupakan peristiwa keji yang lebih sadis dari apa yang

dilakukan PKI", tegas Camat Galela, Drs. Ichwan Marzuki (Republika, 5/1).

Dibawah ini hanyalah segelintir dari saksi hidup yang berani memberi

kesaksian seputar kekejaman umat Kristen di Maluku.

Mufli M. Yusuf (15 th) SMP Al-Khairat Kelas III, Tobelo

Rabu, (21/12/99) pk.09.00 WIT. Orang-orang Kristen dari Kampung Kusur Telaga

Panca, dan Kao menyerang Desa Togolihua yang Muslim. Kami, ribuan umat

Islam, berlindung ke Masjid al-Ikhlas. Masjid dikepung lalu di bom (bom pipa

rakitan, menunjukkan bahwa pihak Kristen sudah mengadakan persiapan

sebelumnya). Orang-orang kafir itu juga memanah ke dalam Masjid dengan panah

yang telah dilumur darah babi. Sebagian dari mereka melempari Masjid dengan

batu-batu besar hingga banyak tembok Masjid yang bolong. Kami yang ada di

Masjid?kebanyakan anak kecil dan ibu-ibu?akhirnya menyerah setelah satu jam

di gempur perusuh Kristen. Orang-orang kafir itu lalu menyerbu ke dalam

Masjid, lebih dari 500 orang Islam lari keluar Masjid. Ada yang masuk hutan,

ada pula yang menyerah. Tubuh saya berlumur darah, mungkin sebab itu mereka

mengira saya sudah mati. Di sekeliling saya ada banyak sekali, sekitar 600

orang, syahid dengan kondisi amat menyedihkan.

Dalam penyerangan itu, saya lihat banyak muslimah yang ditelanjangi orang

Kristen. Walau mereka berteriak-teriak minta ampun, tapi dengan biadab

mereka diperkosa beramai-ramai di halaman Masjid dan di jalan-jalan. Setelah

itu mereka di bawa ke atas truk, juga anak-anak kecilnya, katanya mau

dipelihara oleh orang Kristen. Para muslimah yang tidak mau ikut langsung

dicincang hidup-hidup. Orang kafir itu saling berebutan mencincang bagai

orang berebutan mencincang ular. Seorang muslimah digantung hidup-hidup lalu

dibakar.

Pukul 13.00 WIT, perusuh Kristen itu membakar habis Masjid dengan lebih 600

tubuh syuhada didalamnya. Saya yang penuh luka bakar dengan susah payah

keluar dari Masjid lewat tembok yang bolong. Saya mencari orang Islam yang

masih hidup, tapi tidak ada. Semua rumah penduduk Muslim juga sudah

terbakar. Saya akhirnya bertemu dengan seorang Polisi Muslim dan dibawa ke

Polsek. Saya dirawat selama tujuh hari bersama korban yang lain. Dan kini

saya berada di suatu tempat di Ternate.

Ridwan Kiley (29 th) dan Ibu Rahmah Rukiah:

Keduanya penduduk Desa Lamo, Kecamatan Galela. Menuturkan kesaksiannya,

setelah selamat dari enerakaf pembantaian orang Kristen di Galela (26/12),

di Islamic Centre, Ambon, seperti dikutip dalam Republika (5/1).

Pada Ahad sore (26/12/99), Kecamatan Galela yang didiami mayoritas Muslim

diserang massa Kristen dari tiga Kecamatan mayoritas Kristen: Loloda, Ibu,

dan Tobelo. Penyerangan di Galcia, juga menimpa Desa Lamo. Pukul 14.00 siang

lebih dari 7.000 massa Kristen menyerang. Sekitar 200 warga Muslim Desa Lamo

bertahan. Perlawanan itu dipimpin Imam Masjid Nurul Huda, Ds. Lamo, H.

Djailani. Saat itu, massa Kristen memotong puluhan ekor babi disepanjang

kampung dan darahnya dilumuri ke senjata-senjatanya. Wanita-wanita mereka

juga bertelanjang dan menari-nari di sepanjang kampung, kata Ridwan dan Ibu

Rukiah. Tak berapa lama, serangan serentak dilakukan dan Desa Lamo dikepung.

Dalam pertempuran, Imam Djailani menemui syahid. Dengan sadis mayat Imam

Djailani di salib dan ditempatkan di perbatasan Desa Lamo dan Kampung Duma.

Setelah beberapa jam tergantung di tiang salib, baru pada malam harinya

mayat Imam Djailani diturunkan dan dikuburkan oleh warga Muslim yang

berhasil menyelamatkan diri.

Syahnaim (25 th):

Dua anak saya yang berusia enam dan tujuh tahun diambil orang Kristen.

Sedang adiknya, Awi (2 th) dicincang mereka hingga syahid. Saya melihat

sendiri, bagaimana sadisnya Bahrul (32 th) dibunuh orang kafir. Mayatnya

disalib, dan naudzubillah, kemaluannya dipotong. Lalu potongannya itu

disumpalkan ke mulut mayatnya. Seorang anak balita, Saddam (5 th) digantung

lalu dibelah dari atas ke bawah seperti ikan. Nenek Habibab (80 th)

digantung di pohon jeruk yang diikat dengan rambutnya di pohon lalu

dicincang.

Norma Litimae, Asal : Popilo

Pada waktu pertempuran tahap awal terjadi di desa Gorohua warga Muslim dari

Popilo, Kec. Tobelo. Kab. Maluku Utara, berduyun duyun membantu perlawanan

sesamanya di Gorohua. Setelah mereka terdesak di desa Gorohua, akhirnya

mereka kembali ke Popilo untuk membuat pertahanan disana. Setelah mereka

tiba di Popilo sesaat kemudian pasukan Obet sudah mengepung Popilo dari 3

arah, dari arah timur, barat dan utara, sehingga tidak ada jalan keluar

kecuali lewat jalan laut.

Pada hari Jum'at malam, mereka berada dalam rumah dan pasukan kristen/merah

datang menyerang kemudian membakar rumah-rumah dengan bensin. Kami lari ke

belakang rumah dan langsung menuju Masjid dengan melewati/menyeberangi

sebuah sungai. Pada hari Sabtu siang, suami dan anak anak saya melakukan

perlawanan di depan masjid. Akhirnya anak saya meninggal di depan masjid

setelah melalui perlawanan yang panjang.

Setelah menguasai Popilo, sebanyak 50 warga muslim dibawa ke Balai Desa

Ruko, lalu dipaksa masuk ke Kristen. Putra saya yang satu yang sudah tidak

berdaya karena terkena bom lalu dicincang oleh obet-obet dan dipotong-potong

menjadi tiga bagian. Satu bagian kepala, dan badan dipotong jadi dua lalu

dilemparkan kedalam api. Cucu saya yang saat ini masih hidup, berumur 4,5

tahun, terkena pecahan bom di kening bagian atas mata kanannya, sementara

bagian kirinya terkena lemparan batu dari para obet, sekarang dia yatim

piatu. Anak saya 4 orang meninggal semua dan juga suami saya.

PERNYATAAN SIKAP FRONT PEMBELA ISLAM PROPINSI MALUKU UTARA

Mencermati kondisi pembantaian dan pengusiran umat Nasrani terhadap Umat

Islam di propinsi Maluku Utara yang sangat keji dan biadab maka kami Front

Pembela Islam Proponsi Maluku Utara menyatakan :

1. Pengungsi segera dikembalikan dalam jangka waktu 7 (tujuh hari) sejak

hari ini dengan jaminan keamanan, apabila interval waktu tersebut tidak

dilaksanakan maka prosesi jihad jangan dihalangi.

2. Razia senjata tidak perlu dilaksanakan di wilayah Propinsi Maluku Utara

sampai keamanan betul-betul terjamin.

3. Menolak rekonsiliasi sebelum hak-hak kami dikembalikan.

4. Pemerintah bersama-sama dengan TNI dan POLRI segera menegaskan kepada

Beni Doro agar mempertanggungjawabkan pernyataannya tentang " Halmahera

tidak akan diserahkan sejengkalpun kepada umat Islam" dan dipublikasikan

lewat media massa dan media elektronik. Hal tersebut harus dilaksanakan

dalam jangka waktu 3 (tiga hari) sejak hari ini.

5. Kami tidak menginginkan Propinsi Maluku Utara mengalami nasib yang sama

dengan Propinsi Timor Timur.

Demikian pernyataan sikap ini disampaikan agar ditanggapi secara serius.

Tidore, 4 Maret 2000

Drs. Syahril Hamid

Ibrahim Muhammad

Ketua

Sekretaris

JIHAD PUNCAK PERJUANGAN MUSLIM

Tidak ada satu ibadah yang lebih agung daripada ibadah jihad. Dan tidak pula

ada ibadah yang lebih berat daripada ibadah jihad. Jihad harus dilakukan bil

anfus (dengan jiwa). Orang-orang yang tak mau berjihad bil anfus maka

jiwanya tak akan banyak bermanfaat, demikian pula ruhnya. Orang yang

membayar fidyah untuk mengganti puasa pada bulan Ramadhan dan mengeluarkan

harta untuk zakat fitrah, ini semua tak ada artinya jika dibandingkan dengan

perihnya lapar. Sebab ia tidak dapat merasakan penderitaan hidup yang

dialami oleh faqir miskin, maka orang yang berpuasa jauh lebih baik daripada

orang yang berfidyah (jika fidyahnya diterima Allah). Tetapi Allah swt

tidak akan menerima fidyah dari orang yang mampu melaksanakan puasa.

Demikian juga meskipun ia telah membelanjakan harta sepenuh bumi tetapi

tidak mau terjun ke medan jihad padahal ia mempunyai kemampuan, maka seluruh

harta yang ia belanjakan tak akan bermanfaat sama sekali.

Karena itulah Rasulullah saw tidak mengijinkan seorang mundur dari jihad

dengan jiwanya. Beliau juga tidak mengatakan kepada Utsman, Abdurrahman bin

Auf, dan Abu Bakar ra, "Kalian adalah saudagar, tetaplah di sini untuk

membuka usaha perdagangan, ketika Ammar, Shuhaib dan Bilal berjihad karena

mereka adalah orang-orang fakir. Bagi kalian cukup berjihad dengan harta

saja. Biarkan Bilal, Ammar Bilal dan yang lainnya berjihad dengan jiwanya

sampai ke medan perang..." Rasul saw tidak pernah mengatakan demikian.

Bahkan beliau sendiri yang memimpin peperangan, dan di sekitar beliau adalah

orang-orang kaya.

Hanya saja ketika itu Utsman bin Affan tidak ikut dalam perang Badar, karena

jihad ketika itu belum menjadi fardlu, sedangkan isterinya, Ruqayyah, dalam

keadaan sakit parah yang berakhir dengan kematiannya saat perang Badr sedang

berlangsung. Utsman hanya menyiapkan 10 orang pasukan karena ketika itu

Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa yang menyiapkan 10 pasukan, maka ia

akan masuk sorga". Mendengar itu Utsman cepat-cepat mempersiap-kan 10 orang

pasukan. Bersamaan dengan ini ada beberapa orang munafiq yang mengejeknya,

ia menyebut-nyebut bahwa Utsman tidak mau ikut dalam perang Badar.

Apabila kita membuka kitab al-Ishabah, atau Usudul Ghabah, niscaya akan kita

temukan nama-nama shahabat yang pertama-tama ditulis adalah "yang mengikuti

seluruh peperangan" bukan "yang memiliki ratusan rekaman ceramah", "yang

menulis ribuan buku" atau "yang memiliki harta terbanyak". Tetapi yang

mengikuti seluruh peperangan; Inilah keutamaan dan kelebihan yang berlaku

untuk para shahabat nabi saw. Nilainya di dalam Islam adalah berapa kali

ikut berperang.

Tetapi sekarang, jika orang-orang ini mencatat prestasi seseorang yang

meninggal, apa yang mereka tuliskan? Apakah masih dituliskan berapa kali ia

ikut berperang? Jika mau jujur mestinya dituliskan "Ini adalah ulama' yang

masyhur, tetapi ia belum pernah terjun sekalipun ke medan jihad selama

hidupnya".

Demi Allah, jika kita mendapatkan hal yang seperti ini di dalam kehidupan

shahabat, mengapakah tidak kita mau menggunakan nilai-nilai itu untuk

mengukur diri kita? Bagaimanakah para shahabat yang hidup bersama Rasulullah

tetapi belum pernah menembakkan anak panah atau terluka di dalam jihad fi

sabilillah?

Ada tiga orang yang tidak ikut dalam perang Tabuk, bagaimanakah Allah

memperlakukan mereka? Apa hukuman untuk mereka? Ketiga orang itu adalah

Muroroh bin Rabi'ah, Hilal bin Umayyah, dan Ka'b bin Malik. Apa hukuman

untuk mereka? Masyarakat muslim mengucilkannya selama 50 hari, tak

diperkenankan berbicara dengan mereka, menyapa, menjawab salam, berjual beli

atau menasihatinya. Pokoknya benar-benar dikucilkan. Bahkan isterinya pun

tidak diperbolehkan melayaninya.

Jadilah seperti Amru bin Jamuh al-A'raj ra. Dia bertengkar dengan 4 orang

anaknya di depan Rasulullah saw. Anak-anaknya mengatakan, "Allah telah

memberikan halangan bagimu, ayah". Amru berkata, "Wahai Rasulullah, demi

Allah, sesungguhnya dengan kepincanganku ini aku berharap dapat meraih

sorga". Lalu ia ikut keluar berperang dan Allahpun memberikan karunia

kepadanya yang berupa kesyahidan, sedang ia dalam keadaan cacat. Lalu

bagaimanakah dengan orang-orang yang sehat, tetapi ia tidak mau terjun ke

medan jihad... maka aqidahnya tidaklah lurus. Saudara-ku....., Allah telah

melimpahkan kenikmatan kepadamu dengan aqidah yang murni ini, mengapa atsar

(pengaruh) tauhid di dalam jiwamu tidak mampu meneguhkan kakimu di medan

jihad? "Dan sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan atas izin Allah,

sebagai ketetapan yang telah tertentu waktunya" (QS : Ali Imron 145)

Di manakah Tauhid Uluhiyah itu berada? Tauhid itu terletak pada Iman bahwa

Allah swt. adalah Pencipta dan Pemberi rizqi. Ini teorinya, mana prakteknya?

Apakah kau siap menghadapi kematian sewaktu-waktu sebagai manifestasi dari

Tauhid Uluhiyahmu? Lalu, dimanakah pengaruh Tauhid pada kehidupanmu?

(el-Jihad)

DOMPET KOMPAK PEDULI MALUKU

JUMLAH PENERIMAAN

s/d tanggal : 30 Maret 2000 : Rp. 299.526.903,00

10 Nama Pengirim terakhir :

1. FURI Prambanan : Rp. 1.030.000,00

2. Jamaah Kra (Ust. Shihab) : Rp. 70.000,00

3. BERLIAN, Solo : Rp. 102.600,00

4. FOKUS Sukoharjo : Rp. 571.000,00

5. KSUIK (Klaten) : Rp. 927.000,00

6. FKAM Surakarta : Rp. 1.354.000,00

7. Brig. Hizbullah, Solo : Rp. 163.600,00

8. Hamba Allah, Tanah Abang : Rp. 45.000.000,00

9. Masjid Ngruki : Rp. 117.850,00

10. Fak. Geografi UMS : Rp. 1.019.000,00

PENERIMAAN Total : Rp. 350.908.953,00

Jumlah pengeluaran Total : Rp. 331.143.130,00

Saldo : Rp. 19.765.823,00

Salurkan bantuan dana Peduli Maluku melalui : Rekening Bank Exim (Mandiri)

No. Rek. 000 0000202 a/n Sarwono, Wesel ke sekretariat Islamic Centre Jl.

Pabelan baru 77. Telp. (0271)711526 Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa

Tengah, diantar ke sekretariat atau petugas KOMPAK menjemput bantuan dana di

tempat Anda.

 

Hosted by www.Geocities.ws

1