b_atas.jpg (47700 bytes)
Islam is rahmatan lil aalamiin

Jihad sabiluna wa al mautu fii sabiilillaah asma' amanina

DUA NYAWA MELAYANG DI TENGAH UPAYA DAMAI MASYARAKATAMBON

Thursday, April 27, 2000/12:08:54 AM

Ambon, 27/4 (ANTARA) - Sedikitnya dua nyawa melayang sementara dua lainnya

menderita luka ringan dan berat akibat diparang oleh sekelompok orang saat

melakukan konvoi di kawasan Waehaong, bersamaan dengan adanya pertemuan

pemuda Waehaong dan Batu Merah Atas, kelurahan Sirimau (Kodya Ambon) dengan

pemuda kawasan Kuda Mati untuk melakukan perdamaian. Pemantauan ANTARA di

Ambon, Rabu malam, aksi pembacokan itu terjadi di luar dugaan ketika

serombongan massa yang bergabung baik Muslim maupun Kristen melakukan

konvoi bersama melewati kawasan Waehaong dengan becak, kenderaan roda dua

maupun truk.

Namun beberapa tokoh agama maupun masyarakat dari kawasan Masjid Al Fatah

menyesali upaya perdamaian yang tidak dikoordinasikan sebelumnya dengan

mereka termasuk aksi konvoi dengan iring-iringan kenderaan bermotor dan

becak yang melewati kawasan itu sehingga muncul sekelompok oang bersenjata

tajam melakukan pembacokan secara brutal.

Menurut Sekretaris Eksekutif Posko Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku,

Malik Selang, SH, upaya damai yang dilakukan antar pemuda dari dua kelompok

yang selama ini bertikai itu cukup positif, namun sayangnya mereka kurang

melakukan koordinasi dengan para tokoh agama atau tokoh masyarakat sehingga

timbul kesalah-pahaman. Akibatnya dua orang meninggal dunia setelah

dilarikanh ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) DR. Haulussy Ambon, yakni

Berti Diaz (26) yang kena bacok di bahagian kepala dan Rido Nikijulu yang

kena bacok di bahagian perut.

Sementara Rudy Sapulete (30) terkena tikam pada bahagian dada kanan

sehingga korban saat ini masih dalam keadaan koma dan dirawat di RSU Gereja

Protestan Maluku (GPM) Ambon dan korban lainnya Rido Renyaan menderita

luka lecet di punggungnya.

Satu korban lainnya yang sempat meloloskan diri dari kawasan itu adalah

Elvin Diaz, sementara seorang wanita yang belum diketahui identitasnya

diselamatkan oleh beberapa tokoh Muslim di kawasan itu dan akhirnya

diselamatkan aparat keamanan. Saksi korban lainnya, Petrus Latuharihari

(20), yang mengemudikan becak dan turut konvoi menjelaskan bahwa mereka

melihat rombangan pemuda yang melakukan upaya damai dari Kuda Mati bisa

melewati kawasan Waehaong dan langsung beranggapan bahwa situasi sudah

cukup aman.

"Akibatnya sekitar seratusan becak berkumpul dan masuk kawasan itu melewati

kompleks Mapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Setibanya di depan

Hotel Nisma, terdengar sebuah letusan dan para pengemudi becak berhenti

namun ada sekelompok orang yang memprovokasi keadaan dan langsung melakukan

pembacokan," ujarnya.

Menurut seorang tokoh agama dari kelompok Kristen, Pendeta Jacky Manuputy

mengatakan bahwa kemungkinan ada sekelompok orang yang melakukan provokasi

dalam situasi demikian sehingga orang mudah terpancing dan emosi.

Akibat insiden tersebut pada Rabu malam sekitar pukul 20.00 WIT terjadi

konsentrasi massa di kawasan Benteng, Batugantung, Kudamati, Batumejah

serta kawasan Waehaong, namun akhirnya massa kembali bubar tanpa terjadi

konflik yang terbuka.

(U. ABN-03/ABN-PK-02/ABN-02/ABN-01/ND06/27/04/:0 00:042704000001 NNNN

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokaatuh

(DI-27/04/00)

Source : http://www.antara.co.id

Hosted by www.Geocities.ws

1