b_atas.jpg (47700 bytes)
Islam is rahmatan lil aalamiin

Jihad sabiluna wa al mautu fii sabiilillaah asma' amanina

Laskar Jihad dari Istana, ke Bogor dan Ambon (1)

Setelah Istirahat, Anggota Laskar Diberangkatkan ke Ambon

http://www.beritabuana.net/html/hl3.html

PENAMPILAN dan kegiatan Laskar Jihad AhlusunnahWaljamaah sempat

mencengangkan banyak pihak. Niat anggota laskar berangkat ke Ambon,

akhir April ini, bukan sesumbar. Mereka mendatangi Presiden Abdurrahman

Wahid di Istana Merdeka, lalu secara terbuka menyelenggarakan latihan

perang di Bogor. Namun, apa yang menjadi program jangka panjang laskar

ini belum jelas benar. Mungkin karena para pimpinan laskar cenderung

tertutup. Kesan yang bisa ditangkap dari setiap anggota laskar adalah

semangat mereka yang sangat militan. Wartawan Buana Yapto Subiakto dan

Toto Izul Fatah coba melihat dari dekat kegiatan laskar selama di Bogor

dan berdialog dengan pimpinan laskar ini.

AKHIRNYA, ribuan anggota Laskar Jihad Ahlusunnah Waljamaah meninggalkan

lokasi latihannya di Kampung Muncul RT 06/04, Desa Kayu Manis, Kecamatan

Tanah Sereal, Bogor. Proses pengosongan lokasi itu berlangsung sejak

Minggu (16/4) malam hingga Senin (17/4) pagi. Tidak ada benturan fisik

antara anggota laskar dan aparat terjadi.

Mereka harus mengosongkan pusati latihan itu, karena batas waktu yang

diberikan Kepolisian Wilayah Bogor. Sebanyak 37 bus dan truk besar

disiagakan sejak Minggu sore dan kemudian mulai berangkat pukul 21.00

WIB. Sekitar pukul 00.20 WIB, bus terakhir tampak membawa pasukan laskar

meninggalkan lokasi, dengan tujuan Malang dan Surabaya.

Mereka meninggalkan lokasi tanpa membawa senjata. Sebab, 465 senjata

mereka telah diserahkan ke polisi setelah mendapat peringatan keras dari

Kapolri Letjen Rusdihardjo.

Sekitar 25 anggota laskar ditinggalkan sementara di lokasi karena harus

membersihkan lahan, membenahi tenda-tenda, dan menyelamatkan gudang

logistik. Senin siang, mereka baru meninggalkan lokasi itu.

Sejumlah bus diberangkatkan ke pelbagai tempat tujuan, di antaranya

Magelang, Yogyakarta, Madiun, Kebumen, Solo, Semarang, Medan, Ujung

Pandang, dan Padang. Sedangkan anggota laskar yang berasal dari Depok

dipulangkan dengan truk.

Kepulangan itu dikawal tujuh kendaraan pengawal satuan polisi. Mereka

diantar sampai perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah. Pemulangan anggota

laskar disaksikan langsung Kapolresta Bogor Letkol Toto dan Komandan

Brimob Polda Jawa Barat Kol Tarigan.

Bus-bus itu disediakan pimpinan laskar, dibantu pihak Polwil. Untuk

carter satu bus, biaya yang dikeluarkan antara Rp 800 ribu- Rp 1 juta,

dibayar tunai sebelum pemberangkatan. Armada yang digunakan antara lain

bus Damri, Giri Indah, Mitra Rajasa, Natunggu, Tunggadara, Mios,

Merdeka, Waspada, dan Turangga Reguh Jaya. Satu bus berisi sekitar 57

penumpang.

Sebelum meninggalkan lokasi latihan, anggota laskar menyampaikan salam

perpisahan kepada warga setempat. Mereka minta maaf dan mengucapkan

terima kasih telah diberi kesempatan latihan di sana. Para anggota

laskar juga sempat mengadakan bakti sosial, seperti membersihkan jalan

desa, dan pengobatan cuma-cuma terhadap warga setempat.

Kepulangan anggota Laskar Jihad ke wilayah masing-masing hanya bersifat

sementara. Panglima Laskar Jihad, Dafar Umar Thalib, mengatakan mereka

hanya dipulangkan untuk istrahat antara satu hingga dua hari. Nantinya,

setiap anggota Laskar akan dihubungi lagi jika akan berangkat ke Ambon.

Dafar tetap bersikeras akan mengirim laskarnya ke Ambon, akhir April

2000, sekembalinya ia dari Timur Tengah, seperti Saudi Arabia, Yaman,

dan Yordania. Di tiga tempat itulah, Dafar Umar membicarakan soal

rencana jihadnya. Pemberangkatan dilakukan dalam tiga tahap. Tahap

pertama, diberangkatkan 3.000 orang laskar. Bagi anggota laskar yang

sudah menikah, akan ditempatkan di Ambon selama empat bulan. Bagi yang

lajang, ditempatkan dengan tenggang waktu lebih lama.

O yapto subiakto/toto izul fatah

Hosted by www.Geocities.ws

1