b_atas.jpg (47700 bytes)
Islam is rahmatan lil aalamiin

Jihad sabiluna wa al mautu fii sabiilillaah asma' amanina

Buletin Al Ummah : Maluku Muallaf

Peristiwa Idul Fitri Berdarah yang terjadi awal

Januari 1999 menyisakan kesedihan dan kepedihan yang

teramat dalam di hati Ummat Islam, tidak hanya di

kepulauan Maluku tapi seluruh ummat Islam di

Indonesia turut merasakannya. Namun di tengah-tengah

kesedihan dan kepedihan tersebut ummat Islam di Maluku

patut mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, karena

dengan peristiwa ini Allah SWT menunjukkan kepada

Ummat Islam bahwa rasa dendam dan keinginan sebagian

pemeluk agama ( Kristen ) di Maluku belum hilang bila

berhadapan dengan ummat Islam. Di sisi lain

perjuangan mempertahankan seluruh tanah Maluku dari

serangan orang-orang yang masih membawa nilai-nilai

sparatis (RMS) yang ingin memisahkan diri dari

Indonesia membuahkan hasil yang cukup menggembirakan.

Mengapa ? Hingga kini Cahaya Islam terus bersinar

menerangi alam di propinsi seribu pulau. Hal ini

sebagai bukti kekuasaan Allah SWT seperti yang

tercantum dalam Al-Qur’an Surat Ash-Shaff ayat 8 yang

berbunyi :

Mereka ( orang-orang kafir ) hendak memadamkan cahaya

Allah dengan mulut-mulut mereka. Tapi Allah

menyempurnakan cahaya-Nya walau pun orang-orang kafir

membenci.

Tabel Data Muallaf di Pulau Buru (Propinsi Maluku):

No. Desa Jumlah

I. Kec.Buru Utara Timur

1. Namlea 75

2. Lamahang 105

II. Kec.Buru Utara Selatan

1. Deboway 1

2. Grandeng 170

3. Hatawano 1

4. Jikumerasa 5

5. Masarete 19

6. Samalagi 1

7. Sawa 1

8. Ubung 1

9. Waegeren 66

10. Waekasar 129

11. Waenetat 14

12. Waelete 40

13. Waetina ( Unit X ) 221

14. Waihotong 137

15. Waplau 10

16. Waeplan 137

17. Baman 93

18. Utaramalahim 54

19. Waisuhan 81

20. Unit VA/VB 26

21. UPT – J 2

22. Warloy, 222

Jumlah 1.611

Tabel Data Muallaf di Pulau Seram :

No. Desa Jumlah

Kec. Werinama

1. Liliama 99

2. Lapela 256

3. Adabai 106

4. Balakeuw 80

5. Lessa 51

6. Puna 72

7. Nabaya 71

8. Dak 76

9. Budi Jaya 32

10. Budi Mulia 58

11. Lokasi lain 105

Jumlah 1.006

Selain di Propinsi Maluku, jumlah muallaf di Maluku

Utarapun tidak sedikit. Tabel berikut menggambarkan

jumlah muallaf di Propinsi Maluku Utara.

No. Desa Jumlah

1. Gete Lama 228

2. Gete Baru 300

3. Jibubu 144

4. Yomen 68

5. Paspa Lele 10

6. Lata-lata 1130

Jumlah 1.880

Dengan jumlah total 4497 muallaf merupakan agenda dan

tambahan kerja tersendiri bagi Pos Keadilan Peduli

Ummat selain mengurusi pengungsi di propinsi seribu

pulau tersebut. Program yang telah kami lakukan untuk

pembinaan muallaf ini antara lain :

1. Mengirimkan 4 da’i ke Maluku dan Maluku Utara

2. Mengkhitan muallaf secara bertahap

3. Pemeriksaan kesehatan.

4. Memberikan bantuan kebutuhan sembako

5. Memberikan pendidikan agama Islam dan menempatkan

da’i tetap yang bertugas di desa muallaf.

Alhamdulillah program ini dapat berjalan walaupun

belum sempurna. Program pembinaan muallaf ini bukan

tanpa kendala, mengingat daerah-daerah dimana muallaf

berada merupa-kan daerah-daerah terpencil dan hanya

dapat dicapai dengan angkutan laut. Seperti di Desa

Lata-lata yang masuk wilayah Bacan, waktu yang

dibutuh-kan menuju ke desa tersebut memakan waktu 4-5

jam perjalanan mengguna- kan speedboat dari Ternate.

Untuk berkunjung ke Desa Gete Baru dan Gete Lama

dibutuhkan waktu 6 jam perjalanan dari kota Ternate

meng-gunakan speedboat. Alhamdulillah sementara ini

PKPU Ternate dapat secara rutin mengunjungi desa-desa

tersebut, baik langsung dari Ternate maupun dari

mitra-mitra PKPU Ternate di tingkat Pulau/Kecamatan.

Dan Alhamdulillah 1 buah Speedboat dengan 3 mesin yang

dimiliki PKPU Ternate cukup membantu dalam program

tersebut walaupun bila dilihat dari luasnya wilayah

pengungsi dan penyebaran muallaf di beberapa pulau

masih belum mencukupi.

Kondisi di Propinsi Maluku dalam membina muallaf tidak

jauh berbeda dengan di Maluku Utara. Namun perjalanan

ke Pulau Buru dan Seram tempat muallaf berada harus

lebih sedikit hati - hati, mengingat nuansa pertikaian

dan ketegangan masih terasa. Karena khusus di Maluku,

lautpun kadang menjadi ajang pertarungan antara kedua

kelompok. Alhamdulillah PKPU Ambon memiliki 2 buah

speedboat yang digunakan untuk mendukung program

muallaf di Pulau Buru dan Seram. Namun perjalanan ke

desa Muallaf di Pulau Buru dan Seram menempuh

perjalanan laut yang cukup jauh minimal 8 jam melalui

laut ditambah beberapa jam lagi melalui darat, dengan

kondisi pegunungan dan dikelilingi oleh hutan belukar.

Namun kondisi ini sementara dapat ditangani oleh

teman-teman di PKPU Maluku dengan bekerjasama dengan

da’i-da’i lokal dan mitra-mitra PKPU di tingkat pulau

atau kecamatan.

Program inipun harus tetap jalan apapun kondisinya,

mengingat kembalinya mereka ke Islam bukanlah tanpa

perjuangan, karena tidak sedikit dari mereka yang

dulunya Islam karena ada misi tertentu akhirnya murtad

dari Islam. Ataupun mereka kembali ke agama animisme

mereka karena tidak adanya pembinaan dari para

ulama-ulama Islam disamping keterbatasan sarana dan

prasarana disana.

Dan yang cukup membesarkan hati bagi kami adalah,

kembalinya mereka ke pangkuan Islam tanpa ada paksaan

ataupun ancaman dari pihak manapun, tapi mereka masuk

Islam dengan senang, hati yang ikhlas. Seperti

diungkapkan Mahmud Taufik (Hengki Tebo ) : "Hati

menjadi tenang, perasaannya semakin luas, tidak

seperti dulu, kita harus beribadah karena takut dengan

pendeta."

Begitupula, saat kami me-wawancarai kepala Desa

Lata-Lata : "Bahwa kami masuk ke dalam golongan Islam

(ia menyebutnya, red) tanpa paksaan tapi dengan hati

yang ikhlas."

Di Desa Lata-Lata PKPU Ternate dan Jakarta sedang

merencana kan pendirian Masjid/Musholla untuk mereka

mendirikan sholat. Karena dari hasil pembinaan yang

dilakukan secara intensif, kini mereka sudah bisa

mendirikan sholat Jum’at sendiri meskipun di bawah

pohon kelapa karena kondisi yang sangat darurat.

Mereka sholat di depan kantor desa dengan alas terpal.

Jika sholat jumlahnya 4 shof laki-laki dan 6 shof

perempuan. Karena tempatnya terbatas maka sebagian

yang lain berdiri menonton di dekatnya. Susahnya

keika cuaca hujan maka sholat isya baru dapat

dilaksanakan pada pukul 22.00 dengan penerangan yang

masih ter- batas. Namun hari-hari terus berjalan dan

senandung a…ba…ta….tsa, dst menghapal dan melantunkan

huruf Al-Qur’an terus berkumandang.

Dari hasil kunjungan dan pengiriman da’i ke Desa-desa

Muallaf kebutuhan yang dirasakan mendesak bagi mereka

selain kebutuhan sembako dan pelayanan kesehatan

adalah :

1. Alat perlengkapan sholat seperti : Sarung, Mukena

dan Jilbab, Peci dan Sejadah.

2. Sarana Ibadah ( Masjid/Mushollat).

3. Buku Iqra atau sejenisnya.

4. Buku-buku Islami dan cerita-cerita anak Islami.

5. Sendal.

Dengan informasi ini Pos Keadilan Peduli Ummat

Jakarta, Ternate dan Ambon ingin membagi peluang

kepada ummat Islam untuk sama-sama menangani

saudara-saudara kita yang baru saja masuk Islam.

Mereka ibarat kaset kosong, apabila diisi dengan

ilmu-ilmu Islam yang baik dan dididik dengan cara

benar dan Islami tidak mustahil dari daerah ini

nantinya akan melahirkan ustadz dan da’i yang siap

hidup demi Islam dan apabila mereka diterlantarkan

maka mereka seperti buih dilautan yang kini

menjangkiti sebahagian ummat ini. Semoga hal ini tidak

terjadi kepada mereka.

Siapa Peduli ???

KAUM KRISTIANI INGIN PISAH DARI MALUKU UTARA

Kaum Kristiani yang menguasai daerah Halmahera bagian

Utara (Tobelo, Kao dan sebagian Galela) menginginkan

pisah dari Propinsi Maluku Utara. Hal ini sesuai

dengan surat No. B/01/FLPH/12/III/2000 yang ditanda

tangani oleh Nofino Lobiua yang mengatasnamakan Forum

Keturunan Pakualam Halmahera. Warga Kristen Tobelo

menolak pemerintah yang dijalan kan Pemda Maluku

Utara, seraya meminta melepaskan diri dari Maluku

Utara. Hal ini senada dengan Beny Doro ( panglima

perang Kristen di Tobelo ) yang menolak kehadiran TNI

ke Tobelo dan tidak menginginkan Ummat Islam tinggal

di Halmahera Utara. ( sumber : Ternate Pos ).

Dari kenyataan didapatkan bahwa semakin jelas rencana

makar kalangan Kristen Maluku dengan ide sparatisnya

yang ingin memisahkan diri dari Indonesia. Dikarenakan

mereka melihat keberhasilan sekutu-sekutu mereka di

Timor-Timur yang berhasil memisahkan diri dari

Indonesia. Kejadian ini menjadi inspirasi bagi Beny

Doro untuk me-ngulang sejarah Timor-Timur diMaluku,

namun mendapatkan hadangan dari Ummat Islam

 

Buletin Dunia Islam AL-UMMAH diterbitkan oleh

POS KEADILAN PEDULI UMMAT

Kantor :
Jl. Mampang Prapatan XII No. 9
Tegal Parang Jakarta Selatan
Fax./Telp. ( 021 ) 799-7220
Telp. ( 021 ) 919-7042
Rekening Bank :
a.n Pos Keadilan Peduli Ummat
BMI Pusat : 301.00354.15
BNI 46 Cabang Mampang : 260.000.808806.001

Next Page

Hosted by www.Geocities.ws

1