![]() |
||
|
Bisnis TNI di Maluku Perpanjang Konflik
<Picture: Konflik Maluku>Kairo - 06 May 00 00:00 WIB (Astaga.com)
Di tengah konflik yang meliputi wilayah Halmahera, ternyata
aktivitas bisnis tetap menggairahkan. Sejumlah oknum TNI AD dikabarkan memiliki basis bisnis dengan cara menjajakan beragam barang dagangan di wilayah tersebut. Sementara dari kalangan TNI Angkatan Laut menggunakan kapal perang mengangkut barang dan menjual dengan harga murah kepada warga di wilayah konflik yang sama.
Ketua DPD Golkar Maluku, Yamin Tawary mengungkapkan hal itu kepada Antara saat berkunjung ke Mesir, Jumat (5/5). Ia bersama delegasi DPR RI berada di Mesir dalam rangka studi banding berkaitan dengan pembahasan amandemen UUD 1945.
Berdasarkan kondisi aktual tersebut, Yamin yang juga anggota DPR RI ini mensinyalir, penyelesaian konflik di Maluku menjadi berlarut-larut. "Bisnis aparat TNI di wilayah konflik di pulau Halmahera cukup menggairahkan. Inilah dilema penyelesaian konflik di sana," ujarnya.
Ia kemudian mencotohkan bagaimana para oknum aparat TNI secara mencolok menjajakan hewan kurban di kota Ternate, sewaktu Idul Adha, Maret lalu. "Hewan piaraan itu diduga kuat diperoleh dari wilayah konflik," tegasnya. (*) Dilarang mengutio tanpa seizin Antara