![]() |
||
|
Batal Tabliq AkbarLaskar Jihad Tetap Mau ke Ambon
Reporter: Bagus Kurniawan
http://www.detik.com/peristiwa/2000/04/29/2000429-170206.shtml
detikcom - Yogyakarta, Meski hari ini, Sabtu (29/4/2000) di Yogya Laskar
Jihad batal menggelar Tabliq Akbar dan acara pelepasan sukarelawan,
namun mereka tetap akan diberangkatkan pada tanggal 7 Mei mendatang.
Seperti diketahui, Laskar Jihad rencananya akan menggelar acara tersebut
di Alun Alun Utara Yogyakarta pada hari Sabtu. Tetapi karena suatu hal,
pimpinan Forum Komunikasi Ahlus Sunnah Wal Jamaah (FKASWJ) Ayip
Syafruddin akhirnya membatalkannya.
Menurut Ayip Syafruddin kepada detikcom, misi jihad itu bukan hanya
mengangkat senjata tanda berperang saja tetapi juga jihad dalam arti
berdakwah. "Misi kami dalam berjihad adalah mensosialisasikan jihad
dengan tujuan menegakkan keadilan dan kebenaran. TNI dan Polri tolong
pahami kami, jangan dihalang-halangi maksud kami," pinta Ayip.
Ayip mengatakan sedikitnya sudah 1000 orang laskar jihad yang berangkat
ke Ambon, sisanya ada sekitar 3000 orang lagi yang masih menunggu
diberangkatkan. "Bila kami dihalangi terus dalam berjihad maka akan kami
lawan. Masa jihad berdakwah saja dihalang-halangi," katanya.
Dia mengatakan, relawan jihad saat ini tidak ada yang pegang senjata,
sebab senjatanya sudah dilucuti polisi ketika di Bogor. Sementara itu
untuk menunggu pemberangkatan, pihaknya terus melakukan aksi
penggalangan dana dari masyarakat.
Hingga hari ini, di markas laskar jihad yaitu di Ponpes Ihya'us Sunnah
Degolan Ngaglik Sleman Yogyakarta sedikitnya ada sekitar 500-an anggota
sukarelawan laskar Jihad yang siap berangkat menuju Ambon.
Masih ditambah ribuan relawan yang ada didaerah-daerah yang juga siap
berangkat.
Rencana awalnya, acara Tabliq Akbar itu sebagai acara pelepasan ribuan
relawan Jihad dari berbagai daerah, sedikitnya berasal dari 18 propinsi
di Indonesia. Sedangkan umur rata-rata relawan tersebut sekitar 18-40
tahun, yang akan dipimpin langsung oleh panglima perang Laskar Jihad
Ustadz Ja'far Umar Thalib.
Rencana pemberangkatan Laskar Jihad ke Maluku merupakan bentuk dakwah
untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Jihad itu dalam Islam juga
sebagai salah satu bentuk dakwah sehingga apapun resikonya harus tetap
berangkat. "Tujuan kami ke Ambon adalah memberikan pembelaan, dukungan
moral dan bentuk solidaritas kepada umat Islam di Ambon," kata Ayip.
Oleh karena Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Tanjung priok Jakarta dan
Tanjung Mas Semarang sudah di blokir dan dijaga ketat aparat keamanan.
Laskar Jihad akan berangkat melalui pelabuhan-pelabuhan kecil yang ada
di daerah sekitar Pantura Jawa.
Selain itu pemberangkatan juga tidak akan menggunakan perahu penumpang
umum atau besar tetapi perahu khusus yang telah disiapkan sejak lama di
Pantura.
Kalau dulu rencananya berangkat dari Yogya langsung ke Surabaya, tapi
karena sudah dijaga aparat maka kita bisa cari jalan lain lewat
pelabuhan-pelabuhan lain. Namun intinya kita tepa berangkat jihad.
Untuk dana sampai sekarang sudah tak masalah, bahkan terus melakukan
penggalangan dana dari masyarakat sekitar. Di Yogyakarta sendiri relawan
jihad itu tersu melakukan pencarian dana dengan mengedarkan kotak
sumbangan di perempatan-perempatan jalan, misalnya di sekitar Malioboro,
perempatan Tugu, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan RE Martadinata,
perempatan Kantor Pos Besar dan perempatan Gondomanan.
Saat melakukan pencarian dana tersebut, relawan jihad mengenakan pakaian
jihad berupa baju gamis warna putih, bersepatu lars, bersorban,
mengenakan kopel serta membawa botol minuman dipinggang. Namun tidak
menenteng senjata pedang seperti saat apel jihad di Senayan Jakarta.
Keberadaan relawan jihad di kota Yogya itu sudah beberapa hari melakukan
aktivitas penggalangan dana masyarakat. Selanjutnya dana itu akan
dikirimkan langsung melalui relawan lain yang telah berada di Ambon
lebih dulu.