Catatan (belum terdata
secara rinci):
Kurang lebih 400 orang terbantai di Masjid Togoliua
Kurang lebih 30 orang terbantai di Masjid Gorua
Kurang lebih 400 orang terbantai di Masjid Papillo
Kurang lebih 37 orang terbantai di Gereja Gaunluuku - Tobelo
Ratusan orang yang terbantai di TPI Tobelo (Warga Muslim)
Ratusan orang yang terbantai dan terbunuh di desa-desa Tobelo & Galela (warga Muslim)
Ratusan orang yang melarikan diri ke hutan-hutan dan belum ada kabar
Puluhan orang yang hilang tanpa jejak dan belum teridentifikasi
Bayi Diberi Minum Air Seni
Derita Pengungsi Ramadhan Berdarah di Tobelo
Satu hari setelah natal, tepatnya Minggu (26/12-99),
peperangan bernuansa akidah terjadi hebat di bumi Tobelo, Halmahera Utara. Umat
islam yang minoritas di daerah itu dibantai habis. Tempat tinggal, bahan makanan, dan
pakaian telah dibakar rata dengan tanah. Pembunuhan yang
didahului dengan cara keji oleh obet (istilah untuk orang Kristen) terjadi di daerah ini.
Pemerkosaan terhadap wanita sejalipun nenek-nenek dilakukan
oleh kaum salibis. Bagi mereka yang sempat melarikan diri mereka harus lari ke hutan untuk
menghindari kejaran obet-obet. Mereka harus berjalan selama 4 hari 4 malam menuju Kec.
Galela yang daerah muslim, sebagaimana yang dialami oleh Ramatia(35). Dia harus membawa
anak bayinya (1,5) dan kakaknya menyusuri hutan tanpa bekal apapun. Ketika di perjalanan
anak yang bayi kehausan. Namun karena tidak ada bekal kakaknya disuruh kencing lalu air
seninya diminumkan pada bayinya. Subhanallah. Kini Ramatia mengungsi di Ternate yang
dengan KM Lambelu yang dipaksa pasukan jihad ke Galela. Namun kondisinya sudah tidak bisa
jalan karena kakinya mengelupas dan banyak duri-duri yang melekat. Tak ada lagi bekal
kecuali yang melekat
dibadannya. Ramatia tidak sendirian. Sudah sekitar 25.000 pengungsi sekarang ada di
Ternate.
KRONOLOGIS KEJADIAN PEMBANTAIAN DI MASJID TUGU LIHUWA
TEMPAT PENGUNGSIAN : POSKO LAPANGAN TENIS KALUMPANG HARI RABU
TGL. 21 DES '99 JAM 09.00 WIT
- Desa dikepung oleh pasukan Obet gabungan dari KAO, URSI, DARU,dll.
Ibu Nursiah bersama muslim yang lain mengungsi di masjid. Kemudian masjid dibom dan
dipanah, kurang lebih 50 orang laki-laki dicincang termasuk suami ibu Nursiah. Ibu Nursiah
sendiri belakang kepalanya dipotong dan telapak tangan tembus anak panah. Muslim lain
banyak terkena bom dan panah. Alhamdulillah Ibu nursiah dan tiga muslim lainnya
diselamatkan aparat.
Seperti yang dituturkan oleh : Ibu Nursiah umur 40 tahun, pengungsi asal Maluku Talaga.
- Korban kena panah terdapat pada panggul bagian kirinya dari Ibu Nurain dilihat sendiri
dari dalam masjid Al-Ikhlas temapat ia mengungsi bersama muslim lainnya. Sudah banyak
sekali orang terbunuh di dalam masjid terutama kaum lelakinya. Kondisi ibu dan anak saat
itu sangat ketakutan hingga tubuh mereka lemah bahkan ada yang pingsan, dengan kondisi
yang seperti itu dilihat walau samar-samar banyak sekali anak-anak usia balita yang
diambil oleh OBET tanpa diketahui oleh ibu mereka karena kondisi yang sangat parah. Ibu
Nurain sendiri ketika akan dibunuh oleh OBET dengan lemah memohon agar ia jangan dibunuh
karena anaknya masih kecil (3 bln).dan bersama kurang lebih 6 orang lainnya yang akan
dibunuh dibawa keluar dari masjid dan semuanya diikatkan kain merah di kepala, diangkat
dengan mobil truk, mereka pergi ke desa kupa dan mampir sebentar didesa Hususia. Disini
anaknya yang berada digendongannya diambil dan diserahkan kerumah pendeta, kemudian mereka
semua diantar ke polres . dipengungsian polres semua baru menyadari bahwa anak yang telah
diambil berjumlah kurang lebih 40 orang dan ditampung di rumah kepala dasa kupa-kupa dan
yang meninggal kurang lebih 391 orang . ibu Nurain ini juga menyaksikakan seorang wanita
yang masih gadis dibakar hidup-hidup karena tidak mau dijadikan istri oleh obet setelah
ditarik keluar mesjid .
Seperti yang dituturkan oleh ibu Nurain usia 20 tahun, suaminya Asnan Sawah telah
terbunuh.
- Dari kesaksian keseluruhan muslimin yang berlindung di mesjid AL_Muhajirin tinggal
kurang lebih 500 orang. Mesjid digempur hari Rabu tanggal 21/12/99 dengan memakai bom,
panah, batu, tombak. Bom yang pertama dilempar ke dalam masjid langsung menewaskan suami
ibu Ida dan langsung dicincang-cincang oleh OBET, disaksikan sendiri oleh ibu Ida, juga
Al-Qur'an dipotong-potong.
- Menurut ibu Ida kurang lebih 60 orang yang terdiri dari wanita dan beberapa orang anak
dipaksa menyerah supaya selamat dan dipaksa keluar masjid dan diharuskan berkata
"Yesus, Yesus" dan langsung pada kepala mereka diikat kain merah. Samar-samar
terdengar teriakan bersahut-sahutan "Hidup Belanda, Hidup Australia". Sedangkan
yang sisanya kurang lebih 440 orang sudah terbantai. Bayi ibu Ida yang berusia 2 tahun
diambil sewaktu ibu Ida masih di dalam masjid. Sedangkan yang perempuan (11 tahun) dan
laki-laki (5 tahun) sudah menghilang entah kemana. Dan yang bersama ibu Ida sekarang
adalah anak laki-lakinya berusia 6 tahun terpotong di bagian depan kepala dan telapak
tangan. Dan ibu Ida sendiri di bagian punggung terdapat 2 luka kena panah.
Catatan : sudah diambil gambar.
NAMA SAKSI : MUFLI M. YUSUF
UMUR : 15 THN / KLS.III SMP AL KHAIRAT TOGELO DI DESA POPILO
LOKASI KEJADIAN DI DESA TOGOLIHUA , TOBELO
Sebelumnya telah beredar isu di masyarakat bahwa akan ada penyerangan orang kristen dekat
lebaran.
RABU, 21 DES '99, PUKUL 09.00 WIT
Telah bergabung masyarakat kao kristen, koa Islam, kampung kusur dan
telaga paca melakukan penyerangan ke desa togolihua, ribuan masyarakat berkumpul/ ngungsi
ke masjid Al-Ikhlas. Masjid dikepung lalu dibom ( bom pipa rakitan masyarakat menunjukkan
pihak sebelah sudah mengadakan persiapan sebelumnya ), tetapi masjid tetap utuh. Kemudian
mereka pihak merah memanah ke dalam masjid dengan panah-panah babi sebagian dari mereka
melempari masjid dengan batu-batu besar sampai tembok-tembok masjid banyak yang bolong.
Sejam kemudian dari masjid / pihak putih menyerah. Setelah menyerah pihak
penyerang masuk ke masjid, kurang lebih 500 orang pengungsi masjid lari keluar, menurut
saksi sebagian lari masuk ke hutan dan sebagian yang menyerah diangkut 1 truk ke polsek
oleh camat dari kupa-kupa seorang polisi. Dalam perjalanan ke kapolsek menurut ibu Musriah
(40 thn) saksi yang ikut diangkat , melihat berjejeran mayat di jalan yang jumlahnya
sangat banyak.
Saksi Mufli mengatakan bahwa yang tetap bersikeras / tidak mau menyerah
jumlah kurang lebih 600 orang yang semua itu meninggal, kecuali saksi yang dikira sudah
meninggal karena badannya kena darah saat penyerangan terjadi. Berikut tindakan
penganiayaan yang disaksikan.
PEMERKOSAAN
Wanita-wanita yang diperkosa bajunya dirobek lalu ditarik
keluar halaman masjid sambil si wanita meminta ampun-menyerah tetapi tetap ditarik,
(jumlahnya puluhan menurut saksi, perbuatan keji itu ia lihat sendiri, wanita-wanita yang
diperkosa itu dikerumuni banyak sekali laki-laki. Setelah itu dipaksa ikut dibawa dengan
anak-anak entah dibawa kemana ( katanya anak-anak itu dipelihara oleh mereka) Wallahu'alam
.Yang
tidak mau ikut akan dibunuh, seorang wanita yang tidak mau ikut akhirnya digantung lalu
dibakar.
DIPANAH DAN DICINCANG HIDUP-HIDUP
Para laki-laki dewasa maupun anak-anak semua dibunuh.
Sebelumnya dipanah, kalau langsung meninggal dibiarkan kalau belum dicincang hidup-hidup.
Ada beberapa wanita disuruh ikut mereka / pihak merah karena tidak mau, langsung dicincang
hidup-hidup, mereka (pihak merah) saling berebutan mencincang bagaikan orang mencincang
ular.
Semua mayat berjumlah kurang lebih 600 orang itu dibakar sekalian dengan membakar masjid (
pukul 13.00 WIT)
Saksi sendiri menyelamatkan diri sendiri keluar lewat tembok masjid yang
bolong tetapi dalam keadaan sudah terluka bakar. Keluar mencari orang-orang yang masih
hidup (Islam) tetapi tidak ketemu satupun di luar. Saksi juga mencari rumah rumah
penduduk muslim yang terbakar. Dalam pencarian itu, dia menemukan seorang polisi (jam
16.00 wit) dari ternate (aku polisi itu) dan dia diselamatkan ke kapolsek dan dirawat di
sana selama 1 minggu bergabung dengan korban yang lain. Menurut yang melayani mereka yang
Islam itu adalah polisi-polisi Islam. Karena keluarganya ada di kompi, saksi ke kompi
tentara Tobelo dan langsung ada
.., ke TTE dan langsung ke TTE bersama 5
saudara orangtuanya dengan pengungsi yang lain dengan kapal perang. Sekarang saksi di
tampung di posko penampungan di lapangan tennis Kalumpang. Sambil merawat lukanya karena
terkena bom di kaki dan luka bakar.
TAMBAHAN !!!!
Catatan : saksi mata sudah diambil gambar
Masyarakat Kao Islam saat penyerangan ditempatkan paling depan dan mereka menyerang
sambil bertakbir, ini suatu tindak yang mengelabui. Mereka ini selalu diperalat dalam
setiap penyerangan karena kondisi mereka sudah terpepet, semua kebutuhan dipenuhi oleh
pihak merah bahkan kalau mereka sampai sudah makan daging babi kalau tidak maka dibunuh.
Sebagian masyarakat yang lari ke hutan itu sebagian sudah terbunuh dan sebagian lagi
sempat diselamatkan oleh aparat sampai ke TTE, demikian kata ibu Asmi ( saksi yang
selamat ).
Di desa Togolihua, banyak ibu-ibu yang kehilangan anak-anaknya, menurut
saksi anak-anak yang diambil kurang lebih 30 orang laki-laki & perempuan. Ibu-ibu dari
anak-anak tersebut dalam keadaan kasakitan kena potong atau panah, lalu anaknya diambil
tanpa ada daya untuk mempertahankannya. Korban ini rata-rata berasal dari dari desa
Togolihua yang merupakan lokasi kejadian paling tragis dan korban terbanyak.
- Yani Latif ( 17 THN )
Anaknya Nita (1,1thn) dirampas dalam keadaan ibu yang telah
terpotong, suaminya juga sudah dibunuh. Ibu Yani ini dibawa oleh pihak merah ke desa
Kupa-kupa (TOBELO), kemudian ia melarikan diri kembali ke Togolihua ke masjid Al-Ikhlas
yang tinggal puing-puing sisa kebakaran, bangunan masjid dan tumpukan mayat terbakar di
lokasi itu 2 hari_2 malam, diselamatkan oleh aparat kemudian diungsikan ke TTE.
- Syahnain (25 THN)
Saat kena panah di belakangnya, anaknya Sutradia (6 thn)
diambil, Awi (2 thn) dibunuh, anak bungsunya Sutiadi diambil juga. Menurut saksi Syahnain
, Bahrul Fahri (32 thn) dibunuh lalu kemaluannya ditalikan di mulut (Naudzubillahi min
zalik
) Istrinya dan 4 orang anaknya ikut dibunuh
# melihat Saddam (5 thn) digantung lalu dibelah seperti ikan
# Habiba (*) thn) seorang nenek yang digantung di pohon jeruk diikat dengan rambutnya di
pohon, lalu dicincang.
KISAH LARI
|