![]() |
||
|
Satu Anggota TNI Tewas, Danrem Tadulako: Kelompok Merah Berani Serang Aparat
Berpolitik.com, Rabu 07 Juni 2000Palu -- Orang banyak kini makin pesimis, kalau kerusuhan Poso bisa
selesai secepatnya. Seperti pengakuan Komandan Korem 132/Tadulako
Kolonel Hamdan Z. Maulani, kenyataan bahwa pasukan merah kian aktif
menyerang aparat tidak bisa dibantah lagi."Kelompok merah berani melakukan penyerangan kepada aparat dan tampak
arogan," aku Hamdan di hadapan sejumlah tokoh agama dan masyarakat
Sulteng, pada pertemuan dengan Gubernur Sulteng HB. Paliudju di Wisma
Haji Palu.Pernyataan Danrem itu terungkap ketika para pemuka agama Islam, Hindu,
dan Kristen yang hadir menanyakan keseriusan aparat keamanan dalam
penanganan kasus Poso.Tokoh agama Islam yang diwakili Sekretaris Jenderal PB Alkhairaat M.
Lationo dan Prof. Tjatjo Taha dan tokoh Kristen yang diwakili Drs.
Datlin Tamalagi dan Drs. FE. Bungkudapu, juga mempertanyakan isu yang
menyebut-nyebut jika pengiriman tambahan pasukan ke Poso diniati untuk
membumihanguskan Kota Poso."Pengiriman pasukan tambahan itu bukan untuk membumihanguskan Poso, tapi
untuk memenuhi tuntutan rasa aman masyarakat. Tidak benar kalau ada niat
begitu," bantah Gubernur Paliudju.Memang, pada Dinihari pukul 02.00 Wita, Rabu (7/6) tadi, dua SSK
Personil Brimob dari Polda Metro Jaya diberangkatkan untuk membantu
pemulihan keamanan Kota Poso."Jadi, kami hanya bertugas mengembalikan situasi keamanan Poso," sambung
Asisten Operasi Korps Brimob Mabes Polri Kolonel Pol. Edi Soenano.Sementara hari ini, di Desa Malei dilaporkan bahwa pertempuran terjadi
lagi antara Pasukan Merah dan aparat TNI. Setelah sebelumnya, pada
Selasa (6/6) sore kemarin dilaporkan satu anggota TNI Kopda Pornis PD
tewas ditembak Pasukan Merah, dan pagi tadi dikabarkan lagi satu anggota
Brimob Polda Sulteng Pratu Ratu Arfan tertembak dengan luka cukup parah.