b_atas.jpg (47700 bytes)
Islam is rahmatan lil aalamiin
Jihad sabiluna wa al mautu fii sabiilillaah asma' amanina 
KERUSUHAN KEMBALI MEREBAK DI AMBON, LIMA TEWAS
Minggu, April 30, 2000/6:14:58 PM

Ambon, 30/4 (ANTARA) - Kerusuhan berdarah bernuansa SARA kembali merebak
di kota Ambon, khususnya di kawasan perbatasan Mardika-Batu Merah,
Kecamatan Sirimau, Ambon, yang menimbulkan korban lima tewas dan 25
orang menderita luka ringan dan berat, akibat tertembak aparat keamanan.

Wartawan ANTARA yang meliput di lokasi kejadian, Minggu petang,
melaporkan, kerusuhan dimulai sekitar pukul 15.30 WIT dimana massa dari
kedua belah pihak saling berkonsentrasi di kawasan itu dan berupaya
mendesak aparat keamanan, sehingga apparat melepaskan tembakan
peringatan ke udara.

Akibat desakan massa dari dua kelompok yang tidak mau saling mundur,
ditambah empat rumah telah dibakar massa, akhirnya aparat melepaskan
tembakan beruntun ke arah massa, menyebabkan tiga tewas dan lebih dari
sepuluh orang menderita luka berat dan ringan.

Korban tewas yang teridentifikasi telah dilarikan ke Rumah Sakit
Bersalin Al Fatah, Ambon, masing-masing Ibrahim Umar (60), Wawan (18)
tertembak di kepala, Mohamad Saleh (23) tertembak di leher serta Ahcmad
alias Alwu (50) tekena kepala. Tujuh orang yang dirawat di RS itu juga
menderita luka berat dan 11 lainnya luka ringan.

Mereka yang dirawat di RS Al Fatah di antaranya Zulkifli Maruapey SH
(30), Udin Baruk (22), Taher Lainpo (45), Juhidar (26), Idiamin
Pattimurra (27), Salim Fahid (17), Jamaluddin (50), Hamid Zainal (54),
La Imran (17), Dahlan Soulissa (30), La Juli (16), Erwin Anwar (16), La
Ecen (18), Usman Toisuta (60) dan Yusran Salamahu (45), serta dua
anggota aparat keamanan dari Kostrad 303 dan 509.

Sementara korban yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) DR
Haulussy Ambon sebanyak enam orang, belum diketahui identitasnya, namun
satu orang yang dirawat di RSU Gereja Protestan Maluku (GPM) meninggal
dunia, yang teridentifikasi bernama Setevn Ruhuleyn (30), terkena
tembakan di bahagian kepala dan bahu.

Selain itu dua korban lain dirawat di RS GPM Ambon, yamh diduga terkena
tembakan aparat keamanan, namun sampai berita ini diturunkan, korban
belum teridentifikasi.

Sejauh ini belum ada sumber-sumber resmi dari pihak keamanan yang
menjelaskan apa yang menjadi pemicu kerusuhan yang kembali merebak di
lokasi yang pertama kali terjadi kerusuhan berdarah 19 Januari 1999
lalu, namun yang fakta bahwa terjadi pelemparan bom rakitan di kawasan
itu, sehingga massa melakukan konsentrasi.

Pangdam XVI/Pattimura, Brigjen TNI Tamaela yang dikonfirmasi lewat
telephon, juga membenarkan adanya ledakan bom rakitan oleh orang-orang
yang tidak menginginkan ketenangan tercipta di Kota Ambon.

Oknum-oknum itu telah melakukan provokasi sejak beberapa bulan terakhir,
dengan maksud untuk memancing kemarahan masyarakat.
 

Hosted by www.Geocities.ws

1