b_atas.jpg (47700 bytes)
Islam is rahmatan lil aalamiin
Jihad sabiluna wa al mautu fii sabiilillaah asma' amanina 
KETUA DPRD MALUKU MINTA PANGDAM XVI BERTINDAK TEGAS
Senin, 1 May 2000
http://www.antara.co.id

Ambon, 1/5 (ANTARA)- Ketua DPRD Maluku, Etty Sahuburua,SH meminta
Pangdam XVI/Pattimurra, Brigjen TNI. Max Tamaela selaku Dansat Banmil
Maluku dan Maluku Utara agar bertindak tegas dalam mengatasi kerusuhan
bernuansa SARA yang kembali merebak di Ambon, akhir-akhir ini.

"Saya bersama dua Wakil Ketua DPRD telah menemui Pangdam Tamaela untuk
menyampaikan hal tersebut, karena bila tidak ditangani secara tegas,
maka kerusuhan terus berlanjut dengan akibat masyarakat mengalami
penderitaan berkepanjangan," katanya di Ambon, Senin.

Oleh karena itu, menurut Sahuburua, Pangdam perlu meningkatkan
pengamanan secara ekstra ketat di kawasan- kawasan perbatasan karena
kenyataan selama ini merupakan daerah rawan dimulainya pertikaian.

"Sudah setahun lebih `tragedi kemanusiaan` di Maluku berlangsung
sehingga paling tidak Pangdam telah memahami kondisi di lapangan tentang
apa sebetulnya langkah yang harus dilaksanakan," katanya.

Ia juga mengharapkan Pangdam agar memperketat kegiatan sweeping, baik
senjata tajam maupun senjata api, termasuk kepada masyarakat yang berada
di Ambom maupun Maluku pada umumnya dengan maksud-maksud memperkeruh
situasi yang sebenarnya sebelum sepekan terakhir ini semakin kondusif
sejak Februari lalu.

"Sudah tentu masyarakat pun harus menyadari bahwa tidak adanya guna
bertikai. Jadi perlu menahan diri sehingga tidak mudah terprovokasi dan
berakibat terjadinya kembali kerusuhan," tandas Sahuburua.

Ditanya pandangannya mengenai soal Presiden Gus Dur telah mengetahui
oknum provokator kerusuhaan di Maluku, ia mengelak berkomentar banyak.
"Saya dalam situasi seperti ini tidak mau berkomentar banyak karena bisa
saja turut memicu kerusuhan baru," kata Etty Sahuburua.

Menurut catatan ANTARA, kerusuhan pada Minggu sore (30/4) terjadi dari
akibat konvoi becak yang memeriahkan usaha perdamaian masyarakat bawah
Kudamati (Kristen) serta Waihaong dan Batumerah, Rabu malam (26/4)
dengan korban empat tewas serta insiden speedboat di pantai Gudang
Arang, Jumat(28/4), di mana tercatat tiga orang meninggal.

Terkendali

Hingga Senin siang, situasi kota Ambon dan sekitarnya telah terkendali,
menyusul pertikaian di perbatasan kawasan Mardika- Batumerah, Minggu
sore (30/4) yang mengakibatkan enam tewas dan puluhan lainnya luka
berat- ringan.

Di lokasi pertikaian terlihat aparat keamanan tetap siaga berjaga-jaga,
didukung empat unit panser.

Sementara itu, terlihat juga sejumlah anggota masyarakat tengah
membersihkan empat unit rumah yang terbakar saat pertikaian tersebut.

Berbagai aktifitas berjalan, kendati di perkantoran relatif sepi karena
para pegawai masih enggan dan trauma dengan kerusuhan.

Aktifitas angkutan kota dari Ambon melewati kawasan Galunggung tidak
beroperasi. Begitu pun dari Desa Liang, Waai, Tulehu dan Suli. Padahal
dua bulan terakhir ini aktifitas angkot semakin lancar sehingga bisa
menekan tarif yang cukup "mencekik leher" di tengah kondisi ekonomi yang
memprihatinkan.

Para orangtua pun terlihat enggan melepas anak-anak ke sekolah karena
khawatir terjadi kembali kerusuhan. Konsentrasi massa juga sudah tidak
terlihat, mungkin situasi itu didukung cuaca di kota Ambon dan
sekitarnya yang terasa mendung.
 

Hosted by www.Geocities.ws

1