Ayat Qur’an dan Hadits2 tentang Bulan Ramadan/Puasa
Assalamu’alaikum wr wb,
Kewajiban berpuasa dalam Al
Qur’an
Keutamaan berpuasa:
Hadis
riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Apabila tiba bulan
Ramadan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu neraka dan
setan-setan dibelenggu Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1793
Wajib berpuasa Ramadan jika
melihat hilal awal Ramadan dan berhenti puasa jika melihat hilal awal Syawal.
Jika tertutup awan, maka hitunglah 30 hari
Hadis
riwayat Ibnu Umar ra.:
Dari
Nabi saw. bahwa beliau menyebut-nyebut tentang bulan Ramadan sambil mengangkat
kedua tangannya dan bersabda: Janganlah engkau memulai puasa sebelum engkau
melihat hilal awal bulan Ramadan dan janganlah berhenti puasa sebelum engkau
melihat hilal awal bulan Syawal. Apabila tertutup awan, maka hitunglah (30
hari)
Nomor
hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1795
Hadis
riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah
saw. bersabda: Janganlah engkau berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadan,
kecuali bagi seorang yang biasa berpuasa, maka baginya silakan berpuasa
Nomor
hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1812
Dilarang puasa pada hari
raya:
"Diriwayatkan
dari Abu Said al-Khudri r.a katanya: Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w
bersabda: Tidak boleh berpuasa pada dua hari tertentu, iaitu Hari Raya Korban
(Aidiladha) dan hari berbuka dari bulan Ramadan (Aidilfitri)"
[Bukhari-Muslim]
Bersahur
(makan sebelum Subuh) itu sunnah Nabi:
"Diriwayatkan
daripada Anas r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Hendaklah kamu bersahur
karena dalam bersahur itu ada keberkatannya" [Bukhari-Muslim]
Berbuka
di waktu maghrib:
"Diriwayatkan
daripada Umar r.a katanya: Rasulullah s.a.w telah bersabda: Apabila datang
malam, berlalulah siang dan tenggelamlah matahari. Orang yang berpuasa pun
bolehlah berbuka" [Bukhari-Muslim]
Ketika
kita berpuasa, kita dilarang berkata kotor, mencaci, atau berkelahi. Hal ini
untuk menempa diri kita agar memiliki akhlak yang terpuji:
"Diriwayatkan
dari Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila seseorang
daripada kamu sedang berpuasa pada suatu hari, janganlah berbicara tentang
perkara yang keji dan kotor. Apabila dia dicaci maki atau diajak berkelahi oleh
seseorang, hendaklah dia berkata: Sesungguhnya hari ini aku berpuasa,
sesungguhnya hari ini aku berpuasa" [Bukhari-Muslim]
Puasa
yang sia-sia:
"Dari
Abu Hurairah ra: katanya Rasulullah saw berabda: "Barang siapa tidak
meninggalkan ucapan dusta dan berbuat jahat (padahal dia puasa), maka Allah
tidak butuh ia meninggalkan makan dan minum" [Bukhari]
Jika
kita berpuasa, tapi kita berkata dusta atau menyakiti orang lain, maka
sia-sialah puasa kita.
Dilarang
bersetubuh pada saat berpuasa:
"Diriwayatkan
dari Abu Hurairah r.a katanya: Seorang lelaki datang menemui Rasulullah s.a.w
lalu berkata: Celakalah aku wahai Rasulullah s.a.w. Rasulullah s.a.w bertanya:
Apakah yang telah membuatmu celaka?
Lelaki
itu menjawab: Aku telah bersetubuh dengan isteriku pada siang hari di bulan
Ramadan.
Rasulullah s.a.w bertanya:
Mampukah kamu memerdekakan seorang hamba? Lelaki itu menjawab: Tidak.
Rasulullah s.a.w bertanya:
Mampukah kamu berpuasa selama dua bulan berturut-turut? Lelaki itu menjawab:
Tidak.
Rasulullah
s.a.w bertanya lagi: Mampukah kamu memberi makan kepada enam puluh orang fakir
miskin? Lelaki itu menjawab: Tidak. Kemudian duduk. Rasulullah s.a.w
kemudiannya memberikan kepadanya suatu bekas yang berisi kurma lalu bersabda:
Sedekahkanlah ini. Lelaki tadi berkata: Tentunya kepada orang yang paling
miskin di antara kami. Tiada lagi di kalangan kami di Madinah ini yang lebih
memerlukan dari keluarga kami.
Mendengar
ucapan lelaki itu Rasulullah s.a.w tersenyum sehingga kelihatan sebahagian
giginya. Kemudian baginda bersabda: Pulanglah dan berilah kepada keluargamu
sendiri" [Bukhari-Muslim]
Bangun
dari junub tidak membatalkan puasa:
"Diriwayatkan
daripada Aisyah dan Ummu Salamah r.a, kedua-duanya berkata:: Nabi s.a.w bangkit
dari tidur dalam keadaan berjunub bukan dari mimpi kemudian meneruskan
puasa" [Bukhari-Muslim]
Wassalamu
'alaikum wa rohmatullahi wa barokatuhu
Catatan:
Hadits
tersebut sebagian besar berasal dari Al Bayan, dan masih banyak perawinya
selain Bukhari dan Muslim seperti Tirmizi, An Nasai, Abu Daud, Ibnu Majah, dan
lain-lain.