Dari http://www.pesantrenvirtual.com/ramadhan/1423-006.shtml
Dimuat
Kamis, 14 November 2002
Pengajian
Ramadhan : I'tikaf
I'tikaf
dalam pengertian bahasa berarti berdiam diri yakni tetap di atas sesuatu.
Sedangkan dalam pengertian syari'ah agama, I'tikaf berarti berdiam diri di
masjid sebagai ibadah yang disunahkan untuk dikerjakan di setiap waktu dan
diutamakan pada bulan suci Ramadhan, dan lebih dikhususkan sepuluh hari
terakhir untuk mengharapkan datangnya Lailatul Qadr. Dalam hal ini Rasulullah
saw. bersabda :
"
Dari Ibnu Umar ra. ia berkata, Rasulullah saw. Biasa beri'tikaf pada sepuluh
hari terakhir pada bulan Ramadhan." (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)
"
Dari Abu Hurairah R.A. ia berkata, Rasulullah SAW. biasa beri'tikaf pada tiap
bulan Ramadhan sepuluh hari, dan tatkala pada tahun beliau meninggal dunia
beliau telah beri'tikaf selama dua puluh hari. (Hadist Riwayat
Bukhori).
Sebagian
ulama mengatakan bahwa ibadah I'tikaf hanya bisa dilakukan dengan berpuasa.
Tujuan
I'tikaf.
1.
Dalam rangka menghidupkan sunnah sebagai kebiasaan yang dilakukan oleh
Rasulullah saw. dalam rangka pencapaian ketakwaan hamba.
2. Sebagai salah satu bentuk
penghormatan kita dalam meramaikan bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan
rahmat dari Allah swt.
3. Menunggu saat-saat yang
baik untuk turunnya Lailatul Qadar yang nilainya sama dengan ibadah seribu
bulan sebagaimana yang difirmankan oleh Allah dalam
surat
97:3.
4. Membina rasa kesadaran
imaniyah kepada Allah dan tawadlu' di hadapan-Nya, sebagai mahluk Allah yang
lemah.
Rukun
I'tikaf.
I'tikaf
dianggap syah apabila dilakukan di masjid dan memenuhi rukun-rukunnya sebagai
berikut :
1.
Niat. Niat adalah kunci segala amal hamba Allah yang betul-betul mengharap
ridla dan pahala dari-Nya.
2. Berdiam di masjid.
Maksudnya dengan diiringi dengan tafakkur, dzikir, berdo'a dan lain-lainya.
3. Di dalam masjid. I'tikaf
dianggap syah bila dilakukan di dalam masjid, yang biasa digunakan untuk sholat
Jum'ah. Berdasarkan hadist Rasulullah saw.
"Dan tiada I'tikaf
kecuali di masjid jami' (H.R. Abu Daud)
4. Islam dan suci serta akil
baligh.
Cara
ber-I'tikaf.
1.
Niat ber-I'tikaf karena Allah. Misalnya dengan mengucapkan : Aku berniat
I'tikaf karena Allah ta'ala.
2. Berdiam diri di dalam
masjid dengan memperbanyak berzikir, tafakkur, membaca do'a, bertasbih dan
memperbanyak membaca Al-Qur'an.
3. Diutamakan memulai
I'tikaf setelah shalat subuh, sebagaimana hadist Rasulullah saw.
"Dan dari Aisyah, ia
berkata bahwasannya Nabi saw. apabila hendak ber-I'tikaf beliau shalat subuh
kenudian masuk ke tempat I'tikaf. (H.R. Bukhori,
Muslim)
4.
Menjauhkan diri dari segala perbuatan yang tidak berguna. Dan disunnahkan
memperbanyak membaca:
Ya Allah sesungguhnya Engkau
Pemaaf, maka maafkanlah daku.
Waktu I'tikaf.
1.
Menurut mazhab Syafi'i I'tikaf dapat dilakukan kapan saja dan dalam waktu apa
saja, dengan tanpa batasan lamanya seseorang ber-I'tikaf. Begitu seseorang
masuk ke dalam masjid dan ia niat I'tikaf maka syahlah I'tikafnya.
2. I'tikaf dapat dilakukan
selama satu bulan penuh, atau dua puluh hari. Yang lebih utama adalah selama
sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan sebagaimana dijelaskan oleh hadist di
atas.
Hal-hal yang membatalkan
I'tikaf.
1.
Berbuat dosa besar.
2. Bercampur dengan istri.
3. Hilang akal karena gila
atau mabuk.
4.Murtad (keluar dari
agama).
5. Datang haid atau nifas
dan semua yang mendatangkan hadas besar.
6. Keluar dari masjid tanpa
ada keperluan yang mendesak atau uzur, karena maksud I'tikaf adalah berdiam
diri di dalam masjid dengan tujuan hanya untuk
ibadah.
7.
Orang yang sakit dan membawa kesulitan dalam melaksanakan I'tikaf.
Hikmah
Ber-I'tikaf .
1.
Mendidik diri kita lebih taat dan tunduk kepada Allah.
2. Seseorang yang tinggal di
masjid mudah untuk memerangi hawa nafsunya, karena masjid adalah tempat
beribadah dan membersihkan jiwa.
3. Masjid merupakan madrasah
ruhiyah yang sudah barang tentu selama sepuluh hari ataupun lebih hati kita
akan terdidik untuk selalu suci dan bersih.
4. Tempat dan saat yang baik
untuk menjemput datangnya Lailatul Qadar.
5. I'tikaf adalah salah satu
cara untuk meramaikan masjid.
6. Dan ibadah ini adalah
salah satu cara untuk menghormati bulan suci Ramadhan.