|
Jeng..jeng... SELAMAT MENIKMATI |
|
|
|
Cinta Boysitter
Karya: Nita Alvitasari
XI Science three
Angin sore menerpa wajahku yang sedang asyik-asyiknya melamunkan hal yang gak tau kenapa bisa aku lamunin. Ya, apalagi kalau bukan gara-gara Handphone milik Elsa yang jatuh karena tabrakan yang dahsyat dari tubuhku saat berlari menuju kantin Bu Minah. Dan mulai saat itu aku mengenal apa arti cinta yang sebenarnya.
FLASHBACK
Tak kusangka dua minggu lagi adalah hari yang paling menyeramkan bagi seluruh anak SMA termasuk bagi geng GNS( Genk Naughty Sweety), Jokyboy dan Cute . Apalagi kalau bukan ujian semester yang sangat merepotkan dan memusingkan. Uppsss,, hampir lupa, Perkenalkan, Namaku adalah Eugene Pramadita Dewi. Panggil saja aku Yugin. Tinggiku sekitar 170 cm didampingi oleh berat badanku yang ideal sekitar 50 kg. Mega Olivia biasa dipanggil Ega, seorang cewek dengan logatnya yang unik yaitu Aceh dan Palembang yang selalu memakai sepatu berhak tinggi sekitar 5 cm jika ia pergi kemana saja termasuk ke toilet. Dan satu lagi, cewek dengan suara yang cukup tinggi dan melengking tetapi sangat perhatian kepada orang yang sedang sedih serta bersedia menjadi diari yang mendengarkan curhat dari siapapun adalah Ferenza Putri biasa dipanggil Enza. Cute terdiri dari 3 cewek imut dan cantik (Aku, Ega, dan Enza) adalah kumpulan orang-orang cantik dan ramah yang selalu senyum kepada orang-orang disekitar. Tak lupa pula memakai parfum dengan merek yang sama tetapi berbeda di warna. Di sekolah, kita juga punya musuh berantai yang tak pernah mau mengalah. Mereka adalah GNS (Genk Naughty Sweety) terdiri dari Elsa, Evi dan juga Sintia, cewek-cewek kaya dan sombong yang selalu memamerkan barang yang tak terlalu penting kepada seluruh siswa. Tak ketinggalan, Jokyboy yang terdiri dari Fitrah, Satria dan juga Ganra. Geng yang terkenal karena tampangnya yang lumayan ganteng, cool, dan juago main Basket.
TANG-TING-TUNG
Suara yang sudah tidak asing lagi yaitu suara sepatunya Enza dan suara lengkingan dari mulutnya. Ia berlari dengan tergesa-gesa.
Enza : Gin, Ga….. Ada kabar bagus nih,,,
Ega : Kabar apaan???
Aku : Ahh,, palingan tentang cowok yang ditaksirnya tuh..
Enza : Enggak,,,, Ini nih aku dapat kisi-kisi kimia dari Bu Retno..
Ega : Wahh ,,, bagi – bagi dong,,
Saat menyalin kisi-kisi tersebut, aku teringat dengan Handphone ku yang tertinggal di kantin Bu Minah. Dengan perasaan terburu-buru aku berlari menuju kantin dengan niat agar dapat mengangkat telepon dari mama yang sedang berada di luar kota.
Brrrrrrrrrrrrrrrrrruuukkk…
Aku menabrak Elsa, salah satu anggota geng GNS yang sedang memegang Handphone.
Brakkkkkk - praanggggg,,,,,,, Suara itu kedengaran sangat menyeramkan dan setelah kusadari ternyata aku telah merusak barang mahal milik Elsa.
Oh my God.. Apa yang telah terjadi???? Mimpi apa aku semalam??
Sorry sa,, Sorry banget,, Aku gak tau kalau kamu las…..( belum sempat habis kalimat yang ku sampaikan ternyata elsa sudah mengeluarkan tanduk bantengnya alias marah besar) ,,
Sorry, sorry,, Loe pikir dengan loe bilang sorry Handphone gue bisa balik lagi?? Pokoknya gue gak mau tau, loe harus ganti handphone gue dengan merek dan warna yang sama. Gue kasih waktu loe sampai bulan depan. Kalau loe gak bisa gantiinnya, lihat aja apa yang akan terjadi sama loe!!
(Hilanglah jejak Elsa dan anggota GNS yang lain.) Tinggallah diriku sendiri ditemani dengan puing-puing handphone Elsa. Huffttt.. Kemudian ingatan ku kembali kepada Handphoneku yang ada di kantin. Ku ganti larian ku menjadi jalan cepat agar tak ada lagi korban yang dapat mendatangkan masalah bagiku.
(DIRUMAH)
Aku pulang dengan muka cemberut sekaligus senang karena bisa ngobrol dengan mama biarpun hanya sebentar. Tak sengaja, pintu kamar terbanting dan mengundang kakak ku untuk masuk. Ku ceritakan kenapa aku melamun sehingga tak sadar bahwa aku telah membanting pintu. Ku pikir, kakak ku akan mendukung agar membalas dendam kepada Elsa, akan tetapi malah sebaliknya. Ia sempat marah kepadaku mungkin saat itu kemarahannya dapat di control sehingga tak membuat ku menjadi takut. Hati ku berdebar-debar saat mendengar bahwa kakak tidak akan membantuku. Katanya aku harus bertanggung jawab dengan apa yang telah ku lakukan tadi.
(KEESOKAN HARINYA DISEKOLAH)
Enza : halooo.. Tumben muka kamu cemberut?? Kayak nenek lampir tau..
Ega : (Mencoba menghibur ku) Enza!!.. jangan gitu donk,, Kamu jahat….
Kamu gak pernah ngertiin aku..
Enza : Gak ada hubungannya kali dengan kamu..
Aku :Udah deh… Dari pada kalian ngobrol tentang hal yang gak penting lebih baik kalian bantuin aku untuk mencari pekerjaan.
Ega : Pekerjaan untuk apa ???
Aku : Yah untuk gantiin hanphone nya si Elsa… (Dengan nada melemas).
Enza : Kamu tenang aja sayang. Kita pasti bakal bantuin kamu kok..
Ega : Bener tuh,, Kamu mau pekerjaan yang model apa?? Pembantu, Tukang Ojek, Tukang parker.. atau……(pembicaraan di potong oleh Enza)
Enza : Aku punya Ide.. Gimana kalau kamu ngelamar jadi babysitter aja..
Ega : iya,, Jadi baby sister juga menarik deh..
Enza : Babysitter kaliiii… Ternyata susah ya ngomong sama orang susah….
Ega : maaf deh,,, itu aja kok dipikirin.
Aku : Bagus juga tuh idenya. Tapi jadi Babysitter dimana?
Ega : hmm.. ahaa, kemarin aku sempat membaca Koran. Dan dibagian imformasi aku sempat melihat beberapa ibu rumah tangga yang membutuhkan orang untuk merawat anaknya unruk beberapa hari. Dan pastinya kita akan bantuin kamu buat mendapatkan pekerjaan itu.
Aku : Thanks Girls. Atas bantuannya. Kalian memang the best deh.
***
Dua hari kemudian Ega dan Enza memberikan beberapa nomor telepon orang yang membutuhkan Babysitter itu kepadaku. Aku sangat berharap agar diterima secepatnya dan dapat mengganti Handphonenya si Elsa. Aku mencoba menelepon nomor pertama. Ternyata si pemilik nomor sudah mendapatkan orang yang dicari. Kemudian, kucoba untuk menelpon orang yang kedua. Keberuntungan pun datang, ia pun ingin mewawancarai ku. Tinggal satu nomor lagi. Kuharap nomor ini dapat memberikan rezeki dua kali lipat dari yang sebelumnya. Kulihat nomornya yang cantik itu membuatku menjadi lebih optimis untuk mendapatkan pekerjaan itu. Dan setelah kutelepon ternyata pemilik rumah belum mendapatkan orang yang benar-benar serius untuk mejaga anaknya Sama seperti sebelumnya, aku harus diwawancarai oleh si pemilik rumah. Alhamdulillah yah, sesuatu bangetss
Wawancara untuk pertama kalinya sukses. Aku hanya harus menjaga dan merawat bayi kembar selama tiga hari karena orang tuanya sibuk mengurusi perceraian. Dan yang wawancara yang kedua lebih sukses. Katanya aku bakal ngadepin bayi yang luar biasa. Tapi kurasa semua bayi itu sama, kalau gak nakal pasti cerewet dan bawel. Aku yakin aku pasti bisa jadi babysitter yang baik. Demi Handphone Si Elsa yang sok hebat itu.
Kemudian misi dilakukan. Kurawat bayi kembar itu. Biarpun agak susah ngurusinnya sampai harus membuat susu dan banyak lagi kerjaan yang terkadang membuat aku ingin matisekarat. Tapi di satu sisi lain, Fina dan Fani si bayi kembar itu selalu membuat aku tersenyum. Tiga hari pun telah terlewatkan. Akhirnya tangisan perpisahan antara aku besama Fina dan Fani pun terjadi. Tetapi disatu sisi lain aku senang karena bisa mendapatkan uang hasil kerjaku sendiri. Misi kedua mulai dirancang lagi. Ibu pemilik rumah selalu berkata bahwa aku bisa menghadapinya. Aku sempat bingung akan tetapi aku tidak ingin membuat diriku semakin rumit untuk masalah yang tidak jelas maksudnya. Aku selalu mengatakan bahwa aku sanggup untuk menjaga anaknya itu. Aku mulai bekerja hari ini juga. Rumah yang sangat mewah itu membuat aku semakin ingin bekerja sungguh-sungguh agar aku bisa mendapatkan gajiku secepatnya.
Tik .. Tok…
Wajahku yang manis langsung disapa dengan senyuman tulus dari Bu Kemala. Bu Kemala mempersilahkan aku masuk dan duduk di atas sofa. Kami sempat membahas tentang alasan Bu Kemala yang berani mencari Babysitter untuk anak bungsunya, padahal ia telah memiliki dua orang pembantu rumah tangga dan seorang supir. Lalu ia mengajakku untuk memasuki sebuah kamar, yaitu kamar anaknya. Ia memanggil anaknya dengan sebutan Fitrah. Aku langsung teringat kepada satu geng yang salah satu anggotanya adalah Fitrah. Tapi gak mungkin baby yang bakal aku asuh adalah Fitrah, secara Fitrah adalah cowok sok cool yang umurnya setara denganku (udah gede). Dagg,, dig,, duggg, Jantungku berdetak sangat kencang saat ku ketahui bahwa yang bakal aku asuh itu adalah Fitrah Yurranda. Fitrah yang bersekolah sama dengan ku.. OH MY GOD… Mimpi apa aku semalam. !!! Seperti yang telah di katakan oleh Bu Kemala sebelumnya, bahwa aku adalah Babysitter yang ke-99 yang melamar untuk merawat anaknya. Huftttt…Cobaan ku kali ini memang lumayan berat. Kurasa aku bukanlah seorang babysitter melainkan Boysitter. Tak lama kemudian konsentrasiku dan Bu Kemala dipecahkan oleh deringan HP Bu Kemala. Ternyata pihak Rumah sakit telah menunggunya untuk melihat perkembangan kondisi teman akrabnya. Good Bye Bu Kemala…. Aku akan berusaha untuk menjaga anak bungsumu.
“Uhuy… “ kok diam aja sih. Kenalin nih, nama eke tukinyem mawardahnimarwantakun. Panggilan sayangku Elizabent. Dan nama eke sumarnie simponie rohanie, pangiilan sayang eke Belle ya,,, * nama yang membuat ku tersenyum kecil*
Kenalin juga namaku Eugene Pramadita Dewi. Panggilan sayangku Yugin. Baiklah aku akan segera membangunkan Fitrah karena menurut daftar yang kuterima sekarang adalah waktunya untuk makan dan mandi. Sebelum itu, aku sempat bingung dan diam sejenak untuk memikirkan bagaimana cara untuk membangunkannya. Tak lama kemudian, ku masukin kamar yang mewah dan besar itu lalu ku gerakkan kaki dan tangannya sambil mengatakan , (*Bangun…. Bangunn*).. Tapi Fitrah tak juga bangun, melainkan menarik selimutnya lagi sehingga dan membuatku jengkel. Akhirnya ku cubit kakinya dan dia pun bangun. ‘Kamuuuuu,, Ngapain disini??(teriaknya). ‘OK, kamu tenang dulu. Mulai hari ini dan beberapa hari kedepan aku bakal jadi babysitter kamu.’ ‘OH,, kalau gitu sekarang Fitrah mau gak mau bangun dulu.’ ‘Kamu gak bisa gitu dong, kamu kan harus mandi dan makan dulu.” Kalo gitu fitrah mau kamu gendong. “ aduh,, bisa patah tulang nih aku. “ Fitrah , kamu kan udah gede, masa sih harus di gendong?, Gimana kalo aku temenin aja deh sampai pintu kamar mandi? OK!!
Setelah selesai mandi, aku harus juga harus melihatnya sarapan dan juga mengatur aktivitas yang harus dilakukannya. Hujan turun sangat deras. Seluruh jadwal yang telah kurencanakan batal total. Kulihat Fitrah duduk di teras rumah sambil menyayikan lagu kesenangannya. Yah apalagi kalau bukan lagu Westlife. Suaranya yang sangat merdu membuat ku ingin tidur dikasur sambil ditemani selimut tebal. Tapi kurasa itu hanya mimpi, karena aku disini bukanlah untuk bersenang-senang tetapi untuk bekerja. Pandanganku berubah saat kulihat ia seperti menertawai sesuatu. Ke arah pohon!!! Ternyata baju kesayanganku ada diatas pohon tergantung.. Oh My God.. cobaan apalagi ini. Tanduk bantengku langsung keluar dan ingin menamparnya. Gerakan otomatis dari tangannya membuatku batal untuk menamparnya. Pikiranku tersadar akan peringatan yang ibu kemala pernah berikan saat ia mewawancaraiku. Hampir saja…
Lalu kupanjati pohon itu. Tak kuperdulikan semut merah yang ingin menggigitku. Setelah kudapat baju kesayanganku, batang yang kupegangi rapuh dan jatuh. Hujan turun semakin deras. Aku bernekat untuk lompat, karena tak ada jalan lain lagi. Saat aku ingin melompat, Fitrah datang sambil membawa gitar. Aduh,,, Kenapa yang dibawa gitar sih. Bukannya membantu aku untuk turun ia memilih untuk menyayikan lagu you raise me up, HUH.,.Dasar…..
Lompattt….. ia menjatuhkan gitarnya dan menangkapku. Empat bola matapun saling memandangi. Ya ampun,, bulu matanya sangat lentik,, husss(tersadar),,,, langsung ku tegakkan tubuh ku dan berdiri. Mulai saat itu, aku merasa ada perubahan dalam diri Fitrah terhadapku. Ia semakin ingin menjagaku. Hubungan kami pun semakin dekat.
Huft,, ternyata Fitrah yang aku kenal sekarang tak lebih dari seorang bayi yang baru lahir. Dan kurasa bencana pun tak henti-henti. Mulai dari kamarku yang ditiduri oleh bayi raksasa alias Fitrah sampai baju kesayanganku yang nyangkut di pohon jambu depan rumah. Tetapi aku juga merasakan sesuatu yang aneh yang sering terjadi di antara kami berdua. Saat itu Fitrah mengajakku untuk pergi ke mall. Ia mengajakku membeli baju kembar untuk ku dan untukknya. Aku sangat terkejut. Memang selama ini, selama aku menjadi babysitternya Fitrah, Kami lebih sering menghabiskan waktu bersama sambil bercanda tawa. Ia juga lebih sering untuk mengajakku untuk mengerjakan PR bersama. Entahlah, apa itu yang dinamakan cinta? Aku belum mengerti.
Tak kusangka bahwa hari ini adalah hari terakhirku untuk menjadi babysitternya Fitrah. Setelah berpamitan, kami pun membuat acara yaitu pertukaran kado. Ternyata acara ini selalu diadakan di keluarga Fitrah saat ada orang yang ingin berpisah dari keluarga mereka. Aku sudah menyiapkan sebuah tali pinggang yang sangat keren menurut ku. Dan begitu juga Fitrah. Ia menyiapkan kado buat ku. Saat pertukaran kado, ternyata Fitrah memberikan ku sebuah cincin yang sangat indah. Aku tak menyangka bahwa Fitrah juga bisa menjadi orang yang romantis. Air mataku menetes saat itu. Dan aku pun sudah berjanji untuk tidak membongkar rahasia tentang Fitrah ke siapapun.
Kemudian, Datanglah sebuah mobil yang menjemput Bu Kemala. ‘Terima nak Yugin karena telah menjaga Fitrah selama saya tak dirumah’. Aku hanya bisa tersenyum ceria. Kalau kamu punya waktu, sering-sering main ke rumah ibu ya. ”Ini Gajimu nak” Kemudian Bu kemala menyodorkan amplop yang berisi uang sebanyak 9 juta . Kemudian aku menyalami tangan nya lalu tersenyum. Setelah berbincang-bincang, Fitrah mengantarkan ku Pulang ke rumah.
Disekolah, Aku dan Fitrah sering ketemu dan ngobrol di kantin. Ega dan Enza pun sangat senang melihat kebersamaan kami. Bebanku pun telah hilang karena Handphone Elsa telah kuganti. Aku menceritakan semua kejadian yang ku alami selama menjadi seorang babysitter. Mereka tertawa terbahak-bahak. Tetapi, saat kami sedang asyik berbicara tentang pengalamanku, Ega membuka Topik baru yang membuatku sangat terkejut. Yaitu Pesta Valentine yang akan diadakan oleh sekolah. Sekolah biasanya mengadakan Pesta Valentine sesudah ujian semester. Persyaratan untuk Pesta Valentine sudah terbang kemana-mana. Dan Salah satu syarat Pesta Valentine yang membuatku melayang adalah harus membawa seorang cowok sebagai pasanganku. Hufttt.. Pikiran lagi deh..
Sehari menjelang hari Valentine. Ega dan juga Enza telah mendapatkan pasangan masing-masing dan masih dirahasiakan oleh mereka. Hanya aku yang belum jelas.
Kringgggg, Kringggg
Hnadphoneku berdering. Ternyata, Fitrah meneleponku. Aku sempat heran dan bertanya untuk apa dia meneleponku. Setelah mengobrol lama di telepon, dan saat aku ingin mengakhiri perbincangan tersebut, Fitrah memintaku untuk menjadi pasangannya di saat pesta Valantine besok. Aku sangat senang. Akhirnya mendapatkan pasangan juga, dan yang hal yang sangat membuatku senang lagi, pasanganku adalah Fitrah. Jantung ku berdetak dua kali cepat dari kecepatan biasanya.
Dimalam Valantine, Sebuah mobil membunyikan klakson di depan rumahku. Aku yang sudah berdandan dari jam 5 sore tadi pun sudah siap. Aku menggunakan gaun berwarna putih, bersepatu kaca dan juga menggunakan cincin pemberian Fitrah. Kulihat Fitrah yang begitu Keren dan juga Cool menggenakan tali pinggang yang ku berikan. Mimpi apa aku semalam, sampai keajaiban datang mendadak. Acara Velentine kali ini dilaksanakan di hotel berbintang lima. Karena kami adalah siswa angkatan pertama. Saat turun dari mobil, Fitrah membukakan pintu dan mempersilkahkan aku turun. Saat kami masuk, seluruh siswa melihat dan melirik kami. Aku hanya bisa tesenyum begitu juga Fitrah. Dipojok kiri, kulihat Gerombolan GNS (Genk Naughty Sweety) yang sangat marah saat melihatku begandengan dengan Fitrah. Kami lalu menghampiri, Ega yang ternyata berpasangan dengan Satria dan Juga Enza yang digandeng oleh Ganra. Kami tersenyum satu sama lain. Ternyata JokyBoy sekarang bersama Cute. Saat makan malam aku dan Fitrah duduk besama. Fitrah terus menatapku. Aku sangat takut. Dan tak kusangka ternyata Fitra membisikan satumkalimat di telingaku. I LOVE YOU. Maukah kamu menjadi pacarku? Aku hanya bisa terdiam sejenak. Dan gerakan otomatis dari mulutku hanyalah tersenyum sambil mengagguk. Hal yang sama juga dialami oleh Ega dan juga Enza. Dan sampai sekarang komunikasiku antara Bu kemala, Elisabent, Dan juga Belle masih berlanjut. Aku sering bermain kesana. Begitu juga Fitrah yang sangat akrab dengan kakakku.
Ternyata Babysitter yang menuntunku menjadi Boysitter dapat menumbuhkan cinta yang tak direncanakan.