Ayat-ayat Cinta
Mungkin dah ketinggalan zaman buat cerita buku Ayat-ayat cintanya Habiburrahman El-Shirazzy, mengingat buku ni dah terbit sejak 2003, tapi berhubung daku baru bisa baca skarang, ya jangan dibilang dah basi ya... (ampuunnn...) Temen satu kantor bilang kalo dia waktu baca buku itu sampe ga inget anak (~hiperbol??~saking serunya kaleeee...), pertama denger pendapat dia keluarlah komentar dari bibirku (bahasanya Mba..?) ~Masa sih bisa begitu?~ eh beneran lho, baru sampe sepuluh halaman aza, dah ga inget kerjaan, ga inget buka internet, ga inget makan siang, tapi kalo sama anak mah tetep we inget pisan....
Ayat-ayat cinta sarat dengan dakwah yang tidak menggurui, membacanya seperti menonton cerita film seri, bahasanya sangat 'bertutur', menggugah hati sehingga seakan-akan qt lah pelaku dalam buku itu. Ayat-ayat cinta mengupas masalah keseharian mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di negeri Piramid, membacanya seolah-olah qt turut merasakan hati setiap tokoh, ada seorang tokoh yang sangat mengesankan dalam buku itu, Aisha namanya, entah kenapa kalo denger nama itu , selalu terpikir kalo nanti punya anak perempuan akan kunamai dia dengan Aisha, padahal nama itu dah aku pilih jauh sebelum aku menikah, ditambah lagi pas baca buku ini, jadi semakin kuat saja keinginan untuk punya anak perempuan bernama Aisha.
Ngomongin buku bagus, tak lepas dari hoby-ku yang gila baca buku bermutu, dulu waktu Bumi Manusia-nya Pramoedya terbit, aku baca sampe tuntas hanya dalam tiga hari, buku itu sangat-sangat emosional, merasakan menjadi Nyai Ontosoroh, menjadi Minke, menjadi Annelies membuatku menarik nafas, menelan ludah sampe tersedu. Membaca Bumi Manusia seakan membaca pikiran Pram, Pram sangat 'merdeka' menuturkan penokohan dalam buku itu, salah-salah bagi orang yang belum 'cukup usia' mungkin akan menelan bulat-bulat pikiran Pram, Bumi Manusia-nya Pram yang merupakan bagian dari Trilogi Buru pernah 'dibredel' Pemerintah Indonesia saat awal penerbitannya, namun sekarang seiring kebebasan Pers yang kembali berdengung, buku ini dapat dengan mudah diperoleh di setiap toko buku ternama, mungkin yang stensilannya (bajakan) juga dah ada kali ya.....
Sering kali bertanya darimana para penulis buku hebat mendapatkan ide briliyan yang dia tuangkan dalam tulisan berkesinambungan, bagiku seseorang yang mampu bertutur tentang pikirannya dalam bentuk tulisan dan mampu membuat orang lain mengerti tentang apa yang dia utarakan adalah sebuah kecerdasan yang tak ternilai harganya, apalagi membuat pembaca terlibat secara emosional saat membaca tulisannya. Subhanallah...