
![]() |
|||||
![]() |
|||||
| "Menyelami Hati-Memaknai Diri-Meresapi Hidup" | |||||
"UNGU VIOLET" ![]() Saya menjatuhkan pilihan bioskop saya pada 21 BIP. Bagi teman - teman yang punya kesempatan untuk tidak menonton film di studio ini, ambil kesempatan tersebut. Film - film-nya sangat sering terpotong, suaranya sangat sering "tidak pada track-nya", dan gambar pun berbayang.
Walaupun begitu, itu semua tidak dapat mengurangi kekaguman saya terhadap karya - karya sineas muda Indonesia (eh… sutradara plus scriptwriter film ini masih termasuk muda ga sih?) yang semakin hari semakin maju dalam menggarap cerita, walaupun sebagian besar masih berkutat pada cerita cinta yang itu - itu saja, termasuk film ini. Walaupun begitu, kekurangan dalam segi cerita yang predictable (kecuali bagian akhir yang amat sangat unpredictable) tertutupi dengan kualitas akting yang baik dan natural dari Dian Sastro (sayang, make-upnya ga natural banget) dan gaya penuturan sang sutradara yang engga bikin bosen. Selain dari segi penceritaan yang memang mengangkat tema cinta yang itu - itu saja, kekurangan yang lain dapat kita lihat dari kualitas akting Rizki yang memerankan Lando, sang tokoh pria utama yang tampak tidak dapat mengimbangi akting Dian yang sudah mantap (sebagian besar karena jam terbang tinggi). Walaupun begitu, yah engga malu - maluin kok qi :) Terlepas dari tema cerita yang itu - itu saja (dan saya dengar, cerita ini menjiplak — atau terinspirasi? — dari sebuah video klip grup musik dari Jepang), tapi kita boleh berbangga hati bahwa ternyata kesuksesan AADC dalam dunia perfilman Indonesia bukanlah euforia semata dan dapat dibarengi dengan film - film yang tidak kalah menariknya seperti Ungu Violet ini. Mudah - mudahan sineas - sineas kita tidak berhenti sampai di sini dan tetap terus berkarya. 2008-02-29 07:10:34 GMT
|
|||||