Ahmad Fauzi Abdullatief
jangan pernah menyesal terhadap apa yang kamu lakukan selagi baik menyesallah jika kamu inkar atau maksiat pada Tuhanmu
Entry for June 12, 2007
aku oh aku...........

aku oh aku : aku yang pasrah. Selama ada “aku”, kewaspadaan dan kepasrahan itu hanyalah suatu cara untuk memperoleh sesuatu. Aku adalah ingatan, aku adalah nafsu dan aku selamanya berkeinginan, berpamrih. Kalau nafsu yang memegang kemudi, apa pun yang kita lakukan hanya merupakan cara untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan, dan karenanya mendatangkan pertentangan dan kesengsaraan. Senang susah bersilih ganti, puas kecewa saling berkejaran, rasa takut atau khawatir selalu memba­yangi hidup. Takut kehilangan, takut gagal, takut menderita takut sakit, takut mati. Gelisah menghantui pikiran. Kepa­srahan yang wajar, bukan dibuat-buat oleh si-aku, bukan kepasrahan berpamrih, kepasrahan akan segala yang sudah, se­dang dan akan terjadi, menyerah dengan tawakal sabar dan ikhlas terhadap kekuasaan ALLAH, inilah kepasrahan sejati hanya memasrahkan segala perbuatan siaku atas petunjuk NYA da Hidayath NYa dan selalu memohon kepada ALLAH pengampunan dan kasih sayang NYA ............................................










bagi para pembaca doakan lah si aku agar dapat jalan yang terang dan selalu di bimbing oleh yang Maha Penguasa sesungguhnya yang Maha Penguasa suka mendengar permintaan hambanNYA dan mengabulkanya.... amin ya robbal aalamin..


Thursday August 3, 2006 - 04:40am (PST) Edit | Delete | Comments: 1
aku adalah aku.........

aku adalah aku : sumber inilah segala kegiatan hidup ter­dorong. Karena si-aku ini diciptakan pi­kiran yang bergelimang nafsu daya ren­dah, maka segala kegiatan, segala per­buatan pun selalu didasari kepentingan si-aku. Kalau sang aku dirugikan, timbul­lah kecewa, timbullah iba diri dan duka. Kalau sang aku terancam dirugikan, tim­bullah rasa takut dan khawatir. Si-aku ini selalu menghendaki jaminan keamanan menghendaki kesenangan dan menghindari kesusahan. Si-aku ini mendatangkan pe­nilaian baik buruk, tentu saja didasari untung-rugi bagi diri sendiri. Baik buruk timbul karena adanya penilaian, dan pe­nilaian adalah pilihan si-aku, karenanya penilaian selalu didasari nafsu daya ren­dah yang selalu mementingkan diri sendiri. Kalau sesuatu menguntungkan, maka dinilai baik, sebaliknya kalau merugikan, dinilai buruk............maka dari itu sekarang:menurut aku apa....haaa


2007-06-12 15:44:26 GMT
     


Hosted by www.Geocities.ws

1