Adab dan kegiatan-kegiatan yang bersifat sunnah dalam hari raya .
Id dalam bahasa arab adalah kata benda untuk suatu yang di biasakan atau yang selalu berulang2 dan Id ( hari raya) suatu pesta yang di temukan pada umat manusia sejak dahulu kala baik itu umat ahli kitab (nasrani yahud islam)atau penyembah berhala maka dari itu hari raya merupakan tabiat manusia , meraka menyukai kegiatan-kegiatan yang dimana mereka berpesta dan bersenang2 di situ.
Sedangkam bagi seorang muslim ada dua hari raya yang pertama setelah melakukan ibadah puasa romadhon dan jadilah hari raya Idulfitri yang merupakan hari pertama dalam bulan syawal merupakan hari kesenangan dan kebahagiaan bagi orang-orang yang berpuasa karena Allah SWT telah memberikan pertolongan untuk menunaikan ibadah puasa tersebut. Dan telah mendapatkan sertifikat orang yang bertaqwa dengan melaksanakan ibadah puasa dan qiyam (sholat terawih dan witir atau ibadah dimalam hari)dan telah menahan hawa nafsu . sebagaimana Nabi SAW telah bersabda: untuk orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan kebahagiaan ketika berbuka dan ketika dia bertemu dengan Tuhanya berbahagia dengan puasanya hadis muttafaq alaih ( diriwayatkan oleh kedua Imam Bukhori dan Imam Muslim.
Dan hari raya yang kedua adalah hari raya setelah menunaikan ibadah haji dan jadilah hari kurban yaitu hari kesepuluh dari zul hijjah menjadi hari kebahgiaan bagi orang yang haji atas beberapa ni"mat Allah yang telah diberikan kepadanya berupa pengampunan dan membuka lembaran baru dari umurnya yang bersih dan juga merupakan hari kebahagiaan bagi seluruh orang muslim semuanya dan sebagai pengingat sejarah bagi seorang yang berkorban harta benda ruh dan anaknya karena taat kepada Allah dimana disebutkan sebagai pahlawan adalah Nabi Ibrohim AS dan Putranya Ismail AS.
Dan pada hari Id ada sebuah adab bagi seorang muslim yang tidak boleh di langgarnya sehingga tidak memberi kebebasan untuk bersenang- senang dengan membolehkan perkara yang dilarang dan merusak hari dengan menuruti hawa nafsu dan kesenangan saja yang pada hari itu seharusnya untuk beribadah dan berbuat kebaikan .adapun adab tersebut sebagai berikut
1. Qiyamul lail lul id ( beribadah dimalam hari raya)
Qiyamu lailatul id dengan melaksanakan bermacam-macam ibadah dan pendekatan diri pada Allah berupa zikir sholat tasbih dan membaca alquran sebagaimana rosulullah SAW bersabda : barang siapa yang menghidupkan empat hari wajib atas dia surga malam hari tarwiyah ( 8 zulhijjah) , malam hari arafah ( 9 zulhijjah ), malam hari raya qurban , malam hari raya idul fitri. ( diriwayatkan oleh ibnu asakir dari Muaz RA)
2. Berselok di hari raya
Sebagaimana diriwayatkan oleh .......
3. Mandi sebelum keluar untuk sholat
Sebagaimana diriwayatkan dari sahabat Ibnu Umar RA.bahwa beliau mandi sebelum pergi keluar di hari raya Idul Fitri . demikian juga apa yang telah dikatakan oleh said bin jabir RA. "sunnah dalam Idul Fitri ada tiga: berjalan kaki,mandi,dan makan pagi sebelum berangkat sholat.
4. Mendahulukan makan sebelum sholat id
Sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat Anas Bin Malik RA bahwasanya Rosulullah SAW. Tidak berangkat sholat Id kecuali beliau sudah sarapan pagi dengan beberapa kurma dengan witir (hitungan ganjil lawan genap)
Demikaian juga dengan apa yang telah diriwayatkan dari sahabat Abdulloh Bin Baridah RA bahwasanya baginda Rosululloh SAW tidak akan berangkat sholat di hari raya Idul Fitri kecuali sudah sarapan pagi dan tidak sarapan pagi kecuali telah melakukan sholat di hari raya Idul Adha (hadis di riwayatkan oleh attirmizi)
Dalam mengomentari kedua hadis tersebut Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani dalam kitabnya Fathulbari berkata : hikmah sarapan pagi sebelum shalat adalah agar tidak ada perasangka kewajiban puasa sampai sholat Idul Fitri. Juga dikatakan ketika tiba diwajibkanya berbuka (tidak puasa ) setelah berpuasa satu bulan disunnatkan bersarapan pagi di hari raya Idul Fitri untuk menyegerakan melaksanakan perintah tersebut
Adapun hikmah di sunnahkanya bersarapan pagi dengan kurma disebabkan karena kurma banyak mengandung zat gula yang berfaedah menguatkan pandangan mata setelah agak lemah penglihatan seseorangn akibat melaksanakan puasa dalam satu bulan, itu semua di peruntukan bagi orang yang mampu melaksanakanya adapun bagi orang yang tidak mampu sebaiknya melakukan sarapan pagi walaupun hanya dengan minum air supaya masih mendapatkan penyerupaan melaksanakan sunnah
sedangkan hikmah hitungan makanan dengan ganjil agar orang selalu ingat akan ke Esaan Allah SWT.
Adapun hikmah dari sarapan pagi setelah shalat Id di hari raya Qurban dikatakan oleh Imam As-son'ani dalam kitabnya Subulussalam agar seorang bersyukur pada Allah yang telah memberikan banyak kenikmatan di hari raya Qurban dan juga sebagai ungkapan syukur atas di syareatkanya qurban dan haji pada hari tersebut yang banyak sekali hal positifnya baik di dunia dan di akhirat.
5. Sholat Id di Musholla (tempat yang disediakan untuk sholat Id)
Sholat Id disunnahkan dilaksanakan di dlam masjid hanya pada tiga masjid yaitu: Masjidil Haram Makkah ,Masjid Annabawi Madinah dan Masjid Al-Aqsa di Palistina selain tiga masjid tersebut lebih di sunnah kan dilaksanakan di Musholla sebagaimana yang telah dilaksanakan oleh baginda Nabi SAW setelah melihat bahwa masjid tidak lagi cukup tempat untuk dilaksanaknya sholat Id didalamnya, kecuali ada uzur syar'i yaitu hujan ketakutan dan dingin atau dalam Mushola sudah penuh demikian juga di dalam masjid sehingga kalau dilaksanakan di lapangan lebih baik .
6. Keluarnya anak-anak kecil putra dan putri dengan perhiasan dan wewangian
Hal tersebut sesuai dengan apa yang telah diriwayatkan oleh salah seorang sohabat dari kaum perempuan bernama Ummu Atiyah RA: bahwasanya baginda Rosululloh SAW. memerintahkan pada kita untuk mengeluarkan anak-anak kecil baik laki-laki atau perempuan supaya mereka semua dapat menyaksikan hal-hal yang baik dan sebagai undangan bagi kaum muslimin.adapun perempuan dewasa sebaik nya di dalam musholla.(hadis diriwayatkan Imam Bukhori). Melihat hadis Imam Syafi'i berpendapat bahwa sunnah bagi perempuan yang belum baligh untuk hadir sholat Id adapun perempuan dewassa hukum nya makruh.
7. Berjalan ke tempat sholat
Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA. Bahwasanya Baginda Rosulullah SAW berangkat untuk melaksanakan sholat Id dengan berjalan kaki demikian juga ketika pulang. (hadis riwayat Ibnu Majah)
Demikian juga diriwayyatkan dari Imam Ali Bin Abi Talib RA pernah berkata termasuk sunnah adalah berangkat untuk menunaikan sholat Id dengan berjalan dan sarapan pagi sebelum berangkat (hadis riwayat At-Tirmizi)
Dalam melihat hadis tersebut Imam At-Tirmizi berpendapat: bagi kaum laki-laki yang akan berangkat melaksanakan sholat Id di sunnahkan untuk berjalan kaki juga disunnahkan agar tidak mengendarai kendaraan kecuali kalau terpaksa.
8. Membedakan jalan antara pergi dan pulang
Sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat Jabir Bin Abdullah RA. Bahawasanya Baginda Nabi SAW membedakan jalan . (hadi riwayat Imam Bukhori)). Juga di ada riwayat dari Ibnu Umar bahwanya Rosululloh SAW. Mengambil suatu jalan ketika berangkat dan mengambil jalan yang lain ketika pulang.( hadis riwayat Abu Dawud)
9. Berpagi-pagian pergi ke tempat sholat
Demikaian ini di maksudkan agar segera mendapatkan sof yang awal yang lebih dekat dengan imam karena sebagaimana sebuah hadis menyebutkan sebaik-baiknya shof (barisan) untuk kaum laki-laki adalah yang pertama dan seburuk-buruknya yang paling akhir demikian juga sebaliknya untuk kaum wanita sebaik-baik nya shof untuk kaum wanita adalah shof yang paling akhir dan seburuk-buruknya adalah shof yang paling pertama .
Waktu di sunnahkanya tabkir (berpagi-pagi hari) di mulai setelah sholat fajar.
10. Bertakbir di kedua hari raya
Sebagaimana firman Allah dalam alquran:
ولتكبّروا الله على ما هداكم ولعلكم تشكرون
artinya: dan supaya kalian semua membesarkan nama Allah atas apa yang telah dihidayahkan kepadamu dan supaya kamu menjadi orang-orang yang bersyukur (
demikain juga diriwayatkan dari Imam Nafi" dari Abdullah RA bahwasanya rosululloh SAW keluar di hari kedua hari raya bersama Alfadhol, Alabbas Ali, Ja"far, Hasan, Husein, Usamah Bin Zaid dan Zaid Bin Haritsah sambila bertakbir bersama-sama berjalan dijalanan sampai tiba di tempat mushola.
Imam Nawawi berkata: Adapun sunnah nya bacaan takbir di hari raya sebagaimana apa yang pernah di ucapkan Rosulullah SAW.dengan riwayat dari Ibnu Abbas Sebagai berikut:
ألله أكبر ألله أكبر ألله أكبرألله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا, لا اله إلا الله ولا نعبد إلا إياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون لا اله إلا الله وحده صدق وعده ونصر عبده وأعز جنده وهزم الأحزاب وحده لا اله إلا الله والله أكبر
Juga disunnah kan mengangkat suara dalam bertakbir agar supaya orang yang tidak bertakbir segera bertakbir ketika mendengarkan takbir.
Takbir dalam Idul Fitri ada dua:
Takbir Mutlak yaitu yang tidak terkhusus pada waktu tertentu yang penting bertakbir di setiap waktu
Takbir Muqoyyad yaitu yang tertentu pada suatu waktu saja yaitu setelah sholat fardhu atau sunnah dan takbir tersebut di sunnahkan sejak setelah selesai sholat maghrib sampai selesai sholat id dan tidak di sunnahkan setelah itu.
11. Saling mengucapkan selamat dan penghormatan
Adapun penghormatan di hari Idul Fitri dengan saling mengucapkan :"
تقبل الله منا ومنكم وأحاله الله عليك atau من العاعدين والفائزين
Dan lain-lain maka hal itu merupakan kegiatan para sahabat sebagaimana Imam Ahmad berpendapat untuk memperbolehkanya beliau bekata saya tidak memulai tetapi jika ada yang memulai saya menjawabnya hal itu disebabkan menjawab penghormatan adalah wajib adapun memulai penghormatan bukan merupakan sunnah yang di perintahkan dan juga bukan hal yang dilarang barang sipa yang melakukanya boleh-bleh saja di ikuti dan barang siapa yang tidak melaksanakanya juga boleh-boleh saja untuk di ikuti.
12. Mengeluarkan zakat
Mengeluarkan zakat fitrah sebelum sholat Id dan sebaiknya dikeluarkan pagi-pagi hari ikhtiyaton ( secara hati-hati) zakat fitrah ini juga boelh di keluarkan di hari-hari dalam bulan Romadhon sebagaimana hadis dari Ibnu Abbas:
عن إبن عباس رضي الله عنه قال :فرض رسول الله صلى الله عليه وسلم صددقة الفطر طهرة للصائم من اللغو والرفث وطعمه للمساكين, فمن أداها قبل الصلاة زكاة مقبولة, ومن أداها بعد الصلاة فهي صدقة من الصدقات ( رواه أبو داود و وابن ماجه والحاكم)
Ibnu Abbas RA Berkata : Rosulullah SAW telah mewajibkan kepadakita zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari kata-kata yang tidak berguna dan keji dan diperuntukkan untuk orang-orang miskin barang siapa yang menunaikan sebelum shaolat Id maka zakatnya maqbul dan siapa yang menunaikan setelah sholat Id maka di anggap shodaqoh
13. Memperbanyak sedekah
Demikian juga di sunahkan untuk memperbanyak sedekah dan menghilangkan bahaya untuk para fakir miskin dan anak-anak yatim serta janda-janda
14. Memperlihatkan kesenangan
Di sunnahkan memperlihatkan kebahagiaan, kegembiraan, dan kesejahtraan dengan melakukan taat kepada Allah pada khalayak muslim.
15. Keharaman puasa di hari raya
Diharmakanya puasa pada hari raya baik hari raya idul Fitri atau Idul Adha. Sebagaimana telah diriwayatkan dari sahabat Abi Said Alkhudri RA. Bahwasanya baginda Nabi SAW. Pernah bersabda tidak ada pelaksanaan puasa pada hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha( hadis riwayat Bukhori).
16. Menyambung tali persaudaraan
Memberikan salam pada keluarga saudara- saudara teman tetangga dan kenalan dan seluruh kaum muslimin setelah dengan berkata:
تقبّل الله طاعتكم وكل عام انتم بخير
(semoga Allah menerima amal taatmu dan sukses selalu untukmu )
Berkunjung pada sanak keluarga dan para ulama' dan handai tolan sesuai dengan kebiasaan .
17. Berpesta yang mubah ( yang di perbolehkan oleh syara')
Dalam hari raya juga di perbolehkan berpesta dengan dalil hadis yang diriwayatkan dari Ummul mu'minin Aisyah RA: bahwasanya pernah suatu ketika baginda Rosulullah SAW.masuk dalam rumahku dan aku pada saat itu bersama dua pembantu perempuanku yang sedang bernyanyi untukku dengan terbangan dan irama riang kemudian beliau berbaring di kamarnya dan memalingkan muakanya maka datanglah Abu Bakar RA dan menghertkku "gimana bernyanyi nyanyian syetan di rumah Nabi kemudian baginda Nabi SAW menemui Abu Bakar dan berkata : biarkan lah wahai Abu Bakar bahwasanya di setiap kaum itu ada hari rayanya dan hari ini adalah hari raya kita.
Al-hafid Abu Bakar memberikan komentar dengan melihat hadis ini dengan membolehkan pada kita untuk memberikan pada keluarga keleluasaan dalam kesenangan dan sesungguhnya menampakkan kebahagiaan pada hari raya merupakan kegiatan keagamaan.