<BGSOUND SRC="http://www.geocities.com/myril88/serenity.mid" LOOP=INFINITE>
Untuk Siapa Puisi Ini Ku Cipta ?

Marilah kembali ke daerah asalmu
Marilah bersemadi di permatangan senja
Menyaksikan maraknya ungun api
Bahang terasa ke dalam jiwa
Menular nadi mencantas suara
Resah meniti kedamaian dinihari.

Ku lakarkan puisi simbolisme insan-insan Khalik
Ku ciptakan irama bak Mozart berbicara
Namun seindah mana sentuhan berbunga
Layunya terbiar di selubungi epilog duka.

Mengapa dibiarkan segalanya berlaku
Siangnya membisu hingar-bingar malamnya
Mengalih arah kiblat terpesong arah kemudi
Dari manakah asalnya fenomena itu ?
Tempik bersorak ala komandan gila
Memutar roda tanpa paksi yang nyata.

Dalam dingin salju Antartika
Tersembunyi seribu satu rahsia
Di dalam manusia ada manusia
Persetankan lelangit hitam itu
Yang mewarnai kesucian sekeping hati
Menembusi jiwa antara jiwa.

Dongakkan seketika wahai halimunan bernyawa
Pandanglah terus sekitar atmosfera itu
Di sempadan mana kita berada ?
Serpihan kaca menjadi air mata
Lantas melahirkan lafaz memilukan
"Tiada Tuhan selain Allah,
Nabi Muhammad itu pesuruh Allah".

Musim itu di matamu musim sialan
Berteraju di bawah satu bahtera
Karam hanyut entah ke mana
Bersinar di air kelibat Nur suria
Seakan mengerti isi puisi ini
Hanya yang terlena
Bisa menangis dalam ketawa
Damailah semua di perlayaran dunia !





Nukilan :

Awangku Khairil bin Awangku Shamsuddin
(Subang Jaya : 1996)
Hosted by www.Geocities.ws

1