<BGSOUND SRC="climbeverymountain.mid" LOOP=INFINITE>
Terima Kasih (II)

aku bukan meminta harta
aku bukan legenda nusantara
aku bukan pencetus evolusi
aku bukan ilmuan bijaksana
aku hanya cacar di mata setiap warga
selayaknya hampas gelar istimewaku -

tidak pernah ku impikan
cintamani yang berkemilau -

tinggi budi lahir dari dalam hati
dari dalam hati terbit rasa hati
terbit rasa hati buat semua yang mengerti -

setiap kali puisiku berbicara
persoalan sering ku tinggalkan
kerana pada nokhtahnya
ada gerak yang sukar dimatikan -

terima kasih Yan dan mak
terima kasih pada lima saudaraku
terima kasih kakak dan abang sedarahku
terima kasih ku titipkan
buat semua penghuni setia di bumi Mukah
terima kasih semua ilmuan bijaksana
dan sekalian yang memahami suaraku -

sekian lama suaraku tiada nilainya
setapak ku berdiri cahaya makin menghampiri
kini suaraku bukan omong kosong lagi
tertegaknya panji sastera
bukan kerana nama pengkarya
jika bukan nafasnya menjadi tunggak utama -

selembar benang kian menjadi sutera rebutan
buluh yang dilentur kian berisi pengalaman
terima kasih teristimewa
pada nafas pencetus ilham rasa
pak samad said, pak muhammad haji salleh
pujangga siti zainon serta gerak mana sikana
sedetik bertemu kalian merubah sekalian suaraku -





Coretan :

Awangku Khairil bin Awangku Shamsuddin,
Mukah
(24 Disember 2000)
Hosted by www.Geocities.ws

1